Tuesday, July 19, 2011
Thursday, July 7, 2011
Seringlah Berziarah Kubur
oleh Aidh Al-Qarni
Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah lurus yang ahli ibadah. Imam Ahmad pernah mengatakan, bahwa tidak ada seorangpun tabi’in yang ucapannya bisa dijadikan hujjah, selain Umar bin Abdul Aziz. Ketika ajalnya sudah mendekat, dia meminta isterinya, Fatimah, “Keluarlah dari kamar ini, sebab aku melihat beberapa makhluk yang bukan bangsa manusia dan bukan pula bangsa jin, yakni malaikat”, lirihnya.
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٣٠﴾
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ ﴿٣١﴾
نُزُلًا مِّنْ غَفُورٍ رَّحِيمٍ ﴿٣٢﴾
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ ﴿٣١﴾
نُزُلًا مِّنْ غَفُورٍ رَّحِيمٍ ﴿٣٢﴾
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kmau merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu. Kamilah pelindung-pelindung dalam kehidupan dunia dan akhirat, didalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari Allah Yang Maha Pengampun, Maha Penyang”. (QS : Fushilat : 30-32)
Lalu, Umar bin Abdul Aziz bersuara sangat lirih, “Ya Allah. Teguhkanlah kami dengan kalimat yang teguh, ketika arwah kami menyesakkan kami dan penderitaan kami amat berat, sehingga tidak ada tempat lari dan berlindung kecuali kepda-Mu”, ucapnya.
يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللّهُ مَا يَشَاء ﴿٢٧﴾
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”. (QS : Ibrahim : 27)
Banyak orang yang ajalnya datang ketika maksiat mereka menggunung. Entah karena pembunuhan, zina, khamar, riba, nyanyian , tidak shalat lima waktu berjamaah, ataupun tidak peduli pada risalah Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam.
Laa ilaaha illallah, betapa lalainya mereka itu!
Sehabis ditangkap, Sa’id bin Jubair dibawa menghadap Al-Hajjaj.
“Siapa namamu?”, tanya Hajjaj mencomooh.
“Sa’id bin Jubair”, sahutnya.
“Bukan. Nama kamu adalah si Sial (Syaqi) bin Kusair”.
“Ibuku lebih tahu namaku daripada engkau”, jawabnya.
“Celaka kamu .. celaka pula ibumu”, balas Hajjaj, sambil melanjtukan.
“Demi Allah. Kamu akan saya masukkan ke dalam api yang menyala-nyala”, teriak Hajjaj
“Sa’id bin Jubair”, sahutnya.
“Bukan. Nama kamu adalah si Sial (Syaqi) bin Kusair”.
“Ibuku lebih tahu namaku daripada engkau”, jawabnya.
“Celaka kamu .. celaka pula ibumu”, balas Hajjaj, sambil melanjtukan.
“Demi Allah. Kamu akan saya masukkan ke dalam api yang menyala-nyala”, teriak Hajjaj
“Kalau aku tahu kamu sanggup melakukannya, pasti engkau sudah aku jadikan tuhan”, sergah Sa’id.
“Bawa sini harta kekayaan”, datangkanlah emas perak, cetus Hajjaj.
“Hajjaj”, kata Sa’id, “Sekiranya kekayaan ini engkau kumpulkan untuk menyelamatkan dirimu dari azab yang pedih, alangkah bagusnya. Tapi, bila engkau melakukan itu untuk riya dan ingin disebut orang, demi Allah tidak akan ada gunanya disisi Allah sedikitpun”, tegas Sa’id.
“Bawa sini harta kekayaan”, datangkanlah emas perak, cetus Hajjaj.
“Hajjaj”, kata Sa’id, “Sekiranya kekayaan ini engkau kumpulkan untuk menyelamatkan dirimu dari azab yang pedih, alangkah bagusnya. Tapi, bila engkau melakukan itu untuk riya dan ingin disebut orang, demi Allah tidak akan ada gunanya disisi Allah sedikitpun”, tegas Sa’id.
“Bawa ke sini budak perempuan yang bisa menyanyi”, perintah Hajjaj.
Lalu, Sa’id menangis.
“Apakah lagunya enak”, tanya Hajjaj.
“Demi Allah. Bukan. Aku menangis lantaran ada budak yang diperkerjakan untuk sesuatu yang bukan untuk itu ia diciptakan, dan lantaran kayu yang dijadikan alat musik untuk digunakan bermaksiat kepada Allah”, cetus Sa’id.
Sa’id membacakan firman-Nya :
“Kemanapun kamu menghadap disanalah wajah Allah”. (QS : 115)
Lalu, Sa’id menangis.
“Apakah lagunya enak”, tanya Hajjaj.
“Demi Allah. Bukan. Aku menangis lantaran ada budak yang diperkerjakan untuk sesuatu yang bukan untuk itu ia diciptakan, dan lantaran kayu yang dijadikan alat musik untuk digunakan bermaksiat kepada Allah”, cetus Sa’id.
Sa’id membacakan firman-Nya :
“Kemanapun kamu menghadap disanalah wajah Allah”. (QS : 115)
“Banting ke tanah!”, teriak Hajjaj penuh amarah.
Tetapi, Sa’id menjawab, “Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan megembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pda waktu yang lain”. (QS : Thaha :55)
“Demi Allah. Saya akan membunuh kamu dengan cara yang tidak pernah digunakan orang”, kata Hajjaj.
“Hajjaj. Engkau boleh pilih cara sesukamu. Demi Allah, cara apapun yang engkau pilih membunuhku, niscaya Allah juga akan membunuhmu dengan cara seperti itu”, cetus Sa’id.
Sebelum dibunuh, Sa’id berdo’a.
“Ya Allah. Jangan biarkan dia menindas siapapun setelah aku mati”, ucap Sa’id dengan lirih.
“Ya Allah. Jangan biarkan dia menindas siapapun setelah aku mati”, ucap Sa’id dengan lirih.
Kemudian, kepala Sa’id pun dipenggal oleh Hajjaj. Hanya beberapa bulan kemudian, Hajjaj meronta-ronta, karena sakit sampai Allah membinasakannya.
Tentu, hendaknya kita selalu mengingat kematian, yang akan datang setiap saat. Terkadang kita lalai dan lupa akan kematian, lupa peristiwa sesudah mati. Karena kita terperosok ke dalam maksiat, nafsu syahwat, syubhat, yang membuat Allah menjadi marah.
Diriwayatkan dari Maimun bin Mahram, ahli zuhud yang ahli ibadah dan alim, bahwa ia menggali sebuah lubang kubur di dalam rumahnya. Setiap malam ia masuk ke dalam kubur itu sambil menangis dan membaca al-Qur’an. Lalu, ia keluar lagi dan berujar kepada diri sendiri. ”Maimun sekarang engkau telah kembali ke dunia, kerjakanlah amal shaleh”, bisiknya dalam hati.
Mengingat mati bisa dilakukan dengan berziarah kubur. Seiring dengan berkembangnya peradaban, perkembangan budaya, berbagai macam godaan syahwat, ragam makanan yang lezat, corak pakaian dan barang-barang perabot, maka ziarah kubur jarang-jarang dilakukan. Akibatnya, kamatian pun dilupakan.
Ziarah kubur, mengucapkan salam kepada para penghuni makam, dan mendoakan mereka. Merenungi bagaimana pemusnah kenikmatan merenggut mereka, memasukkan mereka ke dalam liang yang gelap. Menarik mereka keluar dari rumah, gedung dan istana. Dahulu mereka makan minum, berfoya-foya, tertawa-tawa, mengendarai mobil mewah, menduduki jabatan tinggi, membangun gedung-gedung pencakar langit, dikawal tentara, dikerumuni banyak orang, bendera berkibar diatas kepala mereka, tetapi akhirnya semua direnggut dari tangan mereka, dan mereka dikuburkan ke dalam lubang-lubang yang sempti.
Dalam shahih Bukhari, Ibnu Umar ra, berkata Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam menarik pundakku, “Di dunia ini jadilah engkau seperti orang yang asing atau musafir”. Hanya orang-orang yang segera bertobat yang bersiap-siap menghadapi kematian.
Sa’id Ibnu Musayyib, ketika sekarat berujar, “Alhamdulillah. Selama empat puluh tahun, saya selalu berada di masjid Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, ketika muazin mengumandang azan”, ucapnya.
Wallahu’alam
IKTIBAR UNTUK NAJIB
Titah Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin mengenai BERSIH 2.0 memperlihatkan ketokohan dan kepemimpinan yang didahagakan oleh rakyat sekian lama.
Kematangan Seri Paduka Baginda dalam menyampaikan pendirian berhubung perhimpunan aman itu sekaligus mendinginkan hati rakyat dan menyejukkan keadaan yang semakin panas akibat kenyataan-kenyataan Perdana Menteri dan tangkapan-tangkapan polis terhadap penyokong BERSIH 2.0.
Dalam kenyataan yang ringkas tetapi padat, Tuanku Mizan menintahkan supaya adalah lebih elok perhimpunan BERSIH 2.0 dibatalkan kerana ia membawa lebih banyak keburukan daripada kebaikan, walaupun niatnya baik.
Pada masa sama, Seri Paduka Baginda mengingati Najib dan kerajaan pimpinan beliau terhadap keperluan menggalas amanah yang diberikan oleh rakyat secara adil dan bertanggungjawab.
Titah baginda: “Beta juga menyeru kepada pihak kerajaan agar melaksanakan segala amanah yang diberikan kepada rakyat secara adil dan bijaksana dan yang pentingnya Beta selaku Yang di-Pertuan Agong tidak mahu melihat negara bermasyarakat majmuk ini berada di dalam keadaan bermusuhan sesama sendiri ataupun sebahagian rakyatnya bermusuh dengan kerajaan atas apa jua alasanpun.
“Setiap permasalahan yang timbul, kita sebagai masyarakat bertamadun hendaklah menyelesaikan secara rundingan dan tidak mengikut perasaan seperti pepatah Melayu "Yang Dikejar Tak Dapat Yang Dikendong Berciciran".
“Hakikatnya demonstrasi jalanan banyak membawa keburukan daripada kebaikan walaupun niat asalnya baik”.
Kematangan Seri Paduka Baginda dalam menyampaikan pendirian berhubung perhimpunan aman itu sekaligus mendinginkan hati rakyat dan menyejukkan keadaan yang semakin panas akibat kenyataan-kenyataan Perdana Menteri dan tangkapan-tangkapan polis terhadap penyokong BERSIH 2.0.
Pada masa sama, Seri Paduka Baginda mengingati Najib dan kerajaan pimpinan beliau terhadap keperluan menggalas amanah yang diberikan oleh rakyat secara adil dan bertanggungjawab.
Titah baginda: “Beta juga menyeru kepada pihak kerajaan agar melaksanakan segala amanah yang diberikan kepada rakyat secara adil dan bijaksana dan yang pentingnya Beta selaku Yang di-Pertuan Agong tidak mahu melihat negara bermasyarakat majmuk ini berada di dalam keadaan bermusuhan sesama sendiri ataupun sebahagian rakyatnya bermusuh dengan kerajaan atas apa jua alasanpun.
“Hakikatnya demonstrasi jalanan banyak membawa keburukan daripada kebaikan walaupun niat asalnya baik”.
Tersasar hayati ucapan
Walaupun media arus perdana menganggap titah Tuanku sebagai tamparan kepada penganjur perhimpunan BERSIH, mereka tersasar dalam menghayati semangat ucapan Seri Paduka Baginda.
Apa yang dinyatakan oleh Baginda amat jelas: biarlah segala permasalahan diselesaikan menerusi dialog dan rundingan yang telus dan adil supaya ia tidak mencetuskan sesuatu keadaan yang tidak diingini.
Sayugia diingati BERSIH telah berunding dengan Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) untuk lebih setahun sebelum memutuskan untuk menganjur perhimpunan aman pada Sabtu ini.
Namun SPR tidak melayan rungutan-rungutan 62 Pertubuhan Bukan Kerajaan yang bergabung di bawah naungan BERSIH.
Walaupun media arus perdana menganggap titah Tuanku sebagai tamparan kepada penganjur perhimpunan BERSIH, mereka tersasar dalam menghayati semangat ucapan Seri Paduka Baginda.
Apa yang dinyatakan oleh Baginda amat jelas: biarlah segala permasalahan diselesaikan menerusi dialog dan rundingan yang telus dan adil supaya ia tidak mencetuskan sesuatu keadaan yang tidak diingini.
Namun SPR tidak melayan rungutan-rungutan 62 Pertubuhan Bukan Kerajaan yang bergabung di bawah naungan BERSIH.
Justeru, masalah seperti puluhan pengundi berlainan kaum berdaftar menggunakan alamat sama, pengundi biasa ditukar menjadi pengundi pos tanpa pengetahuan mereka hanya secebis daripada kepincangan yang dikesan dalam daftar SPR.
Apabila rundingan antara SPR dan BERSIH gagal, sepatutnya Perdana Menteri sendiri harus mengambil iktibar untuk memberikan perhatian kepada rungutan-rungutan yang dibawa oleh BERSIH.
Namun ini tidak dilakukan. Perdana Menteri sebaliknya menfitnah pengerusi BERSIH, Datuk S Ambiga sebagai musuh Islam semata-mata kerana menjalankan tanggungjawabnya sebagai seorang peguam dalam kes murtad Lina Joy.
Namun ini tidak dilakukan. Perdana Menteri sebaliknya menfitnah pengerusi BERSIH, Datuk S Ambiga sebagai musuh Islam semata-mata kerana menjalankan tanggungjawabnya sebagai seorang peguam dalam kes murtad Lina Joy.
Mencetuskan ketegangan
PERKASA dan Pemuda Umno digerakkan untuk menganjur perarakan bagi menandingi perhimpunan BERSIH hanya untuk mencetuskan ketegangan.
Masjid-masjid di Kuala Lumpur dan Putrajaya pula diwajib membaca khutbah Jumaat yang melabelkan penganjur BERSIH sebagai pelampau yang sanggup mencederakan anggota pasukan keselamatan.
Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Ali Rustam pula mendakwa beliau tidak dapat mengawal pesilat pertubuhan kebangsaan yang dipimpinnya daripada bertindak keras terhadap peserta BERSIH 2.0.
Rasanya tidak perlu mengulas mengenai kenyataan-kenyataan Ibrahim Ali atau dalang-dalang yang melancarkan demostrasi jalanan di Pulau Pinang atau yang membuat laporan polis terhadap BERSIH 2.0.
Pada masa sama, polis turut dikerah untuk menangkap beramai-ramai sesiapa sahaja yang memakai baju berlogo BERSIH. Lebih 200 orang ditahan dan pejabat seketariat BERSIH diserbu dan ratusan baju T dirampas.
Pemimpin-pemimpin pembangkang yang menyokong gerakan BERSIH disoalsiasat di bawah Akta Polis dan Akta Hasutan. Enam orang termasuk ahli parlimen Sungei Siput Dr D Jayakumar ditahan di bawah Ordinan Darurat yang menetapkan penahanan tanpa perbicaraan.
PERKASA dan Pemuda Umno digerakkan untuk menganjur perarakan bagi menandingi perhimpunan BERSIH hanya untuk mencetuskan ketegangan.
Ketua Menteri Melaka, Datuk Seri Ali Rustam pula mendakwa beliau tidak dapat mengawal pesilat pertubuhan kebangsaan yang dipimpinnya daripada bertindak keras terhadap peserta BERSIH 2.0.
Rasanya tidak perlu mengulas mengenai kenyataan-kenyataan Ibrahim Ali atau dalang-dalang yang melancarkan demostrasi jalanan di Pulau Pinang atau yang membuat laporan polis terhadap BERSIH 2.0.
Pemimpin-pemimpin pembangkang yang menyokong gerakan BERSIH disoalsiasat di bawah Akta Polis dan Akta Hasutan. Enam orang termasuk ahli parlimen Sungei Siput Dr D Jayakumar ditahan di bawah Ordinan Darurat yang menetapkan penahanan tanpa perbicaraan.
Rakyat terima padah
Tanpa menunggu hasil siasatan, Jeyakumar dan rakan-rakannya dituduh oleh polis sebagai cuba menghidupkan fahaman komunis menerusi BERSIH.
Siapakah yang harus bertanggungjawab kerana menimbulkan ketegangan ini?
Apakah yang dilakukan oleh BERSIH sehingga mengundang tohmahan dan tindakan polis sebegitu?
Adakah BERSIH melancarkan walaupun satu perhimpunan yang menggunakan kekerasan atau memusnahkan harta benda sebagai tindak balas? Tidak. Namun mereka yang menyokong gerakan itu menerima padah kerana terpalit dengan tohmahan yang direkayasa.
Ketika Malaysia memerlukan kebijaksanaan, kematangan dan kepemimpinan untuk menangani tuntutan-tuntutan yang dibawa oleh BERSIH, Perdana Menteri memilih untuk menggalakkan budaya samseng dalam cubaan terdesak untuk menakut-nakutkan pendokong BERSIH 2,0.
Fitnah disebarkan menerusi khutbah Jumaat dan media arus perdana. Ugutan demi ugutan dibuat oleh persatuan pesilat dan “patriot-patriot” lain dengan restu Perdana Menteri dan Menteri Umno yang lain.
Amat sukar untuk meneka kenapa Najib tidak memilih untuk berdialog dengan penganjur BERSIH 2.0 tetapi bertindak untuk melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap mereka dengan menggunakan institusi media, polis dan masjid.
Tanpa menunggu hasil siasatan, Jeyakumar dan rakan-rakannya dituduh oleh polis sebagai cuba menghidupkan fahaman komunis menerusi BERSIH.
Apakah yang dilakukan oleh BERSIH sehingga mengundang tohmahan dan tindakan polis sebegitu?
Adakah BERSIH melancarkan walaupun satu perhimpunan yang menggunakan kekerasan atau memusnahkan harta benda sebagai tindak balas? Tidak. Namun mereka yang menyokong gerakan itu menerima padah kerana terpalit dengan tohmahan yang direkayasa.
Ketika Malaysia memerlukan kebijaksanaan, kematangan dan kepemimpinan untuk menangani tuntutan-tuntutan yang dibawa oleh BERSIH, Perdana Menteri memilih untuk menggalakkan budaya samseng dalam cubaan terdesak untuk menakut-nakutkan pendokong BERSIH 2,0.
Amat sukar untuk meneka kenapa Najib tidak memilih untuk berdialog dengan penganjur BERSIH 2.0 tetapi bertindak untuk melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap mereka dengan menggunakan institusi media, polis dan masjid.
Aktivis tersohor
Jika beliau begitu bingkas berdialog dengan pemimpin-pemimpin Kristian tidak lama dahulu untuk meredakan kemarahan penganut agama berkenaan bersabit fitnah penubuhan negara Kristian, kenapa pula Perdana Menteri menjauhkan diri daripada penganjur BERSIH 2.0?
Harus diingati, BERSIH 2.0 bukan merangkumi Pertubuhan Bukan Kerajaan sembarangan. Ia dibarisi oleh aktivis-aktivis tersohor yang sudah lama bergiat menyuburkan proses demokrasi di negara ini dan memerangi rasuah serta mendokong keadilan.
Selain daripada bekas Presiden Majlis Peguam S Ambiga, nama-nama seperti Maria Chin Abdullah, Marina Mahathir dan Zaid Kamaruddin harus meyakinkan kita akan keikhlasan gabungan ini mahukan sebuah pilihanraya bebas dan adil demi manfaat rakyat.
Nama-nama ini juga tentunya memberi keyakinan bahawa mereka bukan golongan yang sanggup bergerak di bawah telunjuk mana-mana pihak, khususnya pembangkang.
Sayang, Najib kehilangan peluang keemasan untuk memperlihatkan kepemimpinan pada saat yang amat diperlukan.
Beliau berpeluang untuk meredakan keadaan, dan mengajak BERSIH 2.0 untuk berdialog secara ikhlas dengannya.
Selain daripada bekas Presiden Majlis Peguam S Ambiga, nama-nama seperti Maria Chin Abdullah, Marina Mahathir dan Zaid Kamaruddin harus meyakinkan kita akan keikhlasan gabungan ini mahukan sebuah pilihanraya bebas dan adil demi manfaat rakyat.
Nama-nama ini juga tentunya memberi keyakinan bahawa mereka bukan golongan yang sanggup bergerak di bawah telunjuk mana-mana pihak, khususnya pembangkang.
Beliau berpeluang untuk meredakan keadaan, dan mengajak BERSIH 2.0 untuk berdialog secara ikhlas dengannya.
Tawaran jengkel
Namun beliau memilih jalan mudah untuk “melepaskan” segala aparatus kerajaan bagi menanam hasad dengki rakyat terhadap Bersih 2.0 dan menzalimi penyokong tertentu gabungan itu.
Rakyat hanya menarik nafas lega apabila Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong tampil untuk mengemudi jalan keluar daripada sebuah keadaan yang semakin gawat dengan pancaroba dan bahaya.
“Berdialog secara ikhlas dan elakkan tindakan yang boleh merugikan negara,” itu antara teras titah Tuanku Mizan.
Apa pula jawapan Najib kepada titah diRaja itu:
“Kumpullah di stadium, berpekiklah sampai tak larat... buatlah, tidak menjadi masalah”
Kenyataan itu yang dibuat di depan pegawai-pegawai kerajaan semalam adalah tawaran yang menjengkelkan kepada penganjur BERSIH 2.0. Ia juga menyerlahkan kualiti kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia keenam Datuk Seri Najib Razak.
Namun beliau memilih jalan mudah untuk “melepaskan” segala aparatus kerajaan bagi menanam hasad dengki rakyat terhadap Bersih 2.0 dan menzalimi penyokong tertentu gabungan itu.
Rakyat hanya menarik nafas lega apabila Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong tampil untuk mengemudi jalan keluar daripada sebuah keadaan yang semakin gawat dengan pancaroba dan bahaya.
Apa pula jawapan Najib kepada titah diRaja itu:
“Kumpullah di stadium, berpekiklah sampai tak larat... buatlah, tidak menjadi masalah”
Kenyataan itu yang dibuat di depan pegawai-pegawai kerajaan semalam adalah tawaran yang menjengkelkan kepada penganjur BERSIH 2.0. Ia juga menyerlahkan kualiti kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia keenam Datuk Seri Najib Razak.
Wira Arjuna adalah nama samaran seorang wartawan dan editor kanan yang berpengalaman luas dan pernah menerajui beberapa media arus perdana sebelum bersara menjadi pemerhati politik.
dipetik daripada Malaysiakini.
Tuesday, July 5, 2011
RAHSIA SOLAT BERJEMAAH
Berjalan menuju solat berjemaah di masjid merupakan salah satu cara memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Hal itu didasarkan pada firman Allah (lihat kitab Tuhfatu al-Ahwadzi bi Syarhi Jami' at-Turmudzi, IX/104);
"Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik lelaki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan." - QS. An-Nahl: 97
Ini adalah kisah benar dari daerah Bekasi, Jawa Barat.
Seorang lelaki bernama Haris (bukan nama sebenar) adalah dahulunya seorang pemuda yang jarang solat berjemaah di masjid.
Dia ke masjid hanya untuk solat Jumat atau solat di Hari Raya.
Malah dia dulu dikenali dengan panggilan 'Playboy'. Setiap tahun dia berganti pasangan. Dia juga dahulu bermain muzik (drummer).
Tidak pula memperhatikan sunnah Rasul. Padahal dia adalah anak Pak Haji dan Ketua majlis keamanan Masjid di perumahannya.
Baru ketika dia belajar, hidayah Allah menggiringnya untuk melakukan solat zohor berjemaah di masjid kampusnya.
Setelah selesai solat, ada tazkirah yang didengar Haris. Pemberi tazkirah itu menyebutkan hadits Rasulullah SAW:
Sejak saat itulah Haris mulai memikirkan apa yang sebenarnya terkandung di dalamnya sehingga Rasulullah bersabda manusia akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.
Haris pun mulai melaksanakan solat Isyak berjemaah di masjid malam harinya, dan dilanjutkan dengan Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya untuk mencuba merasakan apa yang sebenarnya dimaksudkan Nabi.
Selalu terlindung dari musibah
Haris ketika itu masih belajar di jurusan sastera Inggeris.
Setiap kali setelah dia pulang kuliah, dia mengajar kelas tuisyen kepada anak-anak kecil maupun orang dewasa.
Hampir lulus ijazah pertama, dia sudah ditawarkan pekerjaan melalui panggilan telefon dari sebuah syarikat untuk menjadi wartawan.
Haris mulai merenungkan apakah ini yang dimaksud manfaat dari solat Isyak dan Subuh berjemaah di masjid, rezeki begitu mudah diraih tanpa susah-susah mencari sedangkan banyak temannya yang mencari ke mana-mana tapi tidak diterima.
Akhirnya Haris lulus ijazah dan sempat menjadi wartawan di syarikat tersebut.
Tetapi pekerjaan menjadi wartawan tidak menentu waktunya.
Hari Sabtu dan Minggu harus bersedia untuk dipanggil bekerja. Pulang dari kerja selalu lewat. Haris jadi jarang solat Isyak di masjid.
Waktu subuh dia perlu bertolak ke tempat kerja agar tidak terlewat.
Sejak itu pula dia mula meninggalkan kebiasaannya mendengar dan bermain muzik.
Semuanya terlalu memenatkan dan tidak sesuai dengan jiwa Haris yang terbiasa mengajar.Kalau sudah kepenatan, dia sering mengantuk ketika menunggang motor.
Dia bernasib baik kerana Allah masih menjaganya walaupun Haris mulai leka dalam melaksanakan solat berjemaah di masjid kerana pekerjaannya itu. Allah sedang mengujinya.
Harris pun keluar kerja agar tidak terlalu penat, boleh berjamaah di masjid, dan berniat memulakan perniagaan sendiri.
Sebelum dia sempat memulakan perniagaannya, Allah telah memberinya rezeki yg telah dijanjikan.
Dia mendapat pesanan menerjemahkan buku luar negeri dari sebuah penerbit yang hasilnya boleh membuat dia bertahan beberapa bulan sampai dia mendapat pekerjaaan tetap yang lain.
Bekerja dari rumah membuat Haris makin rajin solat berjemah di masjid.Dia mulai merasakan perubahan ke arah yang lebih baik dibanding dengan ketika dulu ia jarang solat berjemaah di masjid.
Ditinggikan Darjatnya oleh Allah
Allah memuliakan orang yang mendatangi masjid;
Haris tetap sabar dan tekun terhadap terjemahannya.
Malah dia berpikir dan bersyukur masih diberi rezeki dan anugerah menerjemahkan buku seperti itu.Berkat kesabaran dan rasa syukurnya, Allah kembali memberinya pekerjaan tetap dalam waktu terdekat.
Kali ini dia bekerja sebagai guru di sebuah sekolah antarabangsa, sebagai guru Bahasa Inggeris.Tempat kerja Haris cukup jauh dari rumahnya.Tapi dia menjalankannya dengan senang dan semangat, kerana serasi dengan jiwanya.
Dia juga masih boleh menjalankan solat Isya dan Subuh berjemaah di masjid.Haris mulai merasakan inilah yang dimaksud Allah melalui sabda Nabi tadi. Banyak manfaat yang terkandung di dalam solat Isyak dan Subuh berjemaah di masjid:
Bagi Haris, mendapat ganjaran pahala kerana mengajarkan ilmu-ilmunya adalah suatu balasan dari Allah yang sangat baik.
Meskipun bekerja dengan senang hati dan penuh semangat, tidak bererti Haris tidak pernah kepenatan. Kerana lokasinya yang jauh, setiap kali pulang kerja Haris selalu mengantuk di motor.
Sudah lebih dari tiga kali dia hampir mengalami kemalangan motor.
Dia bercerita, pada ketika itu, dia tertidur di motor, dia hampir, melanggar ppembahagi jalan raya dan masuk ke tol.
Allah mengirimkan malaikat-Nya untuk membelokkan motornya ke jalan yang benar.
Di waktu yang lain, dia juga pernah menaiki motor sambil tidur dan mengarahkan motornya ke arah yang berlawanan dandia bernasib baik kenderaan dari arah bertentangan tidak melanggarnya dan Allah segera membangunkannya.
Dari Jundab bin Abdullah ra., dia bercerita, Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mengerjakan sholat subuh, maka dia akan selalu berada dalam jaminan Allah." - Syarhu an-Nawawi 'alaa Shahih Muslim, V/164
Sekarang Haris sudah menjadi pengetua Sekolah di tempatnya bekerja.Saat Haris ditawarkan jawatan menjadi pengetua, umur Haris saat itu baru 24 tahun dan dia baru bekerja di situ dua tahun! Maha Besar Allah lagi Maha Penyayang.
Mari kita semua berdoa agar diberi hidayah oleh-Nya, diberi rezeki dari-Nya, diberi kemudahan untuk melangkahkan kaki ke masjid, dan boleh mengajak orang lain untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid.
Nabi Nuh tidak mampu memberikan petunjuk kepada anak lelakinya, Kan'am; Ibrahim tidak mampu memberikan hidayah dalam hati ayahnya; dan Rasulullah tidak sanggup memberikan hidayah kepada pakciknya, Abu Thalib.
Maka tugas kita semua adalah memohon petunjuk kepada Allah.
Dia berfirman, "Maka mintalah hidayah kepada-Ku, nescaya Aku akan memberikan kalian hidayah."
Siapa sahaja yang meminta hidayah kepada Allah, Dia akan memberinya hidayah.
Hidayah ini meliputi hidayah ilmu dan hidayah taufik. Berapa banyak waktu terbuang untuk bermain di depan komputer?
Sedangkan kita sukar sekali meluangkan waktu beberapa minit saja untuk melangkahkan kaki ke masjid padahal melangkahkan kaki ke masjid satu langkahnya menghapus dosa dan langkah lainnya mengangkat darjat.
Hal itu didasarkan pada firman Allah (lihat kitab Tuhfatu al-Ahwadzi bi Syarhi Jami' at-Turmudzi, IX/104);
"Barangsiapa yang mengerjakan amal soleh, baik lelaki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan." - QS. An-Nahl: 97
Ini adalah kisah benar dari daerah Bekasi, Jawa Barat.
Seorang lelaki bernama Haris (bukan nama sebenar) adalah dahulunya seorang pemuda yang jarang solat berjemaah di masjid.
Dia ke masjid hanya untuk solat Jumat atau solat di Hari Raya.
Malah dia dulu dikenali dengan panggilan 'Playboy'. Setiap tahun dia berganti pasangan. Dia juga dahulu bermain muzik (drummer).
Tidak pula memperhatikan sunnah Rasul. Padahal dia adalah anak Pak Haji dan Ketua majlis keamanan Masjid di perumahannya.
Baru ketika dia belajar, hidayah Allah menggiringnya untuk melakukan solat zohor berjemaah di masjid kampusnya.
Setelah selesai solat, ada tazkirah yang didengar Haris. Pemberi tazkirah itu menyebutkan hadits Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya solat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isyak dan solat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, nescaya mereka akan mendatangi keduanya sekalipun dengan merangkak." - Shahih Muslim, V/160
Sejak saat itulah Haris mulai memikirkan apa yang sebenarnya terkandung di dalamnya sehingga Rasulullah bersabda manusia akan mendatanginya meskipun dengan merangkak.
Haris pun mulai melaksanakan solat Isyak berjemaah di masjid malam harinya, dan dilanjutkan dengan Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya untuk mencuba merasakan apa yang sebenarnya dimaksudkan Nabi.
Selalu terlindung dari musibah
Haris ketika itu masih belajar di jurusan sastera Inggeris.
Setiap kali setelah dia pulang kuliah, dia mengajar kelas tuisyen kepada anak-anak kecil maupun orang dewasa.
Hampir lulus ijazah pertama, dia sudah ditawarkan pekerjaan melalui panggilan telefon dari sebuah syarikat untuk menjadi wartawan.
Haris mulai merenungkan apakah ini yang dimaksud manfaat dari solat Isyak dan Subuh berjemaah di masjid, rezeki begitu mudah diraih tanpa susah-susah mencari sedangkan banyak temannya yang mencari ke mana-mana tapi tidak diterima.
Akhirnya Haris lulus ijazah dan sempat menjadi wartawan di syarikat tersebut.
Tetapi pekerjaan menjadi wartawan tidak menentu waktunya.
Hari Sabtu dan Minggu harus bersedia untuk dipanggil bekerja. Pulang dari kerja selalu lewat. Haris jadi jarang solat Isyak di masjid.
Waktu subuh dia perlu bertolak ke tempat kerja agar tidak terlewat.
Sejak itu pula dia mula meninggalkan kebiasaannya mendengar dan bermain muzik.
Semuanya terlalu memenatkan dan tidak sesuai dengan jiwa Haris yang terbiasa mengajar.Kalau sudah kepenatan, dia sering mengantuk ketika menunggang motor.
Dia bernasib baik kerana Allah masih menjaganya walaupun Haris mulai leka dalam melaksanakan solat berjemaah di masjid kerana pekerjaannya itu. Allah sedang mengujinya.
Harris pun keluar kerja agar tidak terlalu penat, boleh berjamaah di masjid, dan berniat memulakan perniagaan sendiri.
Sebelum dia sempat memulakan perniagaannya, Allah telah memberinya rezeki yg telah dijanjikan.
Dia mendapat pesanan menerjemahkan buku luar negeri dari sebuah penerbit yang hasilnya boleh membuat dia bertahan beberapa bulan sampai dia mendapat pekerjaaan tetap yang lain.
Bekerja dari rumah membuat Haris makin rajin solat berjemah di masjid.Dia mulai merasakan perubahan ke arah yang lebih baik dibanding dengan ketika dulu ia jarang solat berjemaah di masjid.
Ditinggikan Darjatnya oleh Allah
Allah memuliakan orang yang mendatangi masjid;
"Barangsiapa berwudhu di rumahnya kemudian dia mendatangi masjid, maka dia sebagai orang yang mengunjungi Allah, dan merupakan kewajiban bagi yang dikunjungi untuk memuliakan pengunjung-Nya." HR. Thabrani, VI/253, nombor 6139 dan 6145
Haris tetap sabar dan tekun terhadap terjemahannya.
Malah dia berpikir dan bersyukur masih diberi rezeki dan anugerah menerjemahkan buku seperti itu.Berkat kesabaran dan rasa syukurnya, Allah kembali memberinya pekerjaan tetap dalam waktu terdekat.
Kali ini dia bekerja sebagai guru di sebuah sekolah antarabangsa, sebagai guru Bahasa Inggeris.Tempat kerja Haris cukup jauh dari rumahnya.Tapi dia menjalankannya dengan senang dan semangat, kerana serasi dengan jiwanya.
Dia juga masih boleh menjalankan solat Isya dan Subuh berjemaah di masjid.Haris mulai merasakan inilah yang dimaksud Allah melalui sabda Nabi tadi. Banyak manfaat yang terkandung di dalam solat Isyak dan Subuh berjemaah di masjid:
Bagi Haris, mendapat ganjaran pahala kerana mengajarkan ilmu-ilmunya adalah suatu balasan dari Allah yang sangat baik.
Meskipun bekerja dengan senang hati dan penuh semangat, tidak bererti Haris tidak pernah kepenatan. Kerana lokasinya yang jauh, setiap kali pulang kerja Haris selalu mengantuk di motor.
Sudah lebih dari tiga kali dia hampir mengalami kemalangan motor.
"Dan (dirikanlah pula solat Subuh). Sesungguhnya solat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)" - QS Al Isra: 78
Dia bercerita, pada ketika itu, dia tertidur di motor, dia hampir, melanggar ppembahagi jalan raya dan masuk ke tol.
Allah mengirimkan malaikat-Nya untuk membelokkan motornya ke jalan yang benar.
Di waktu yang lain, dia juga pernah menaiki motor sambil tidur dan mengarahkan motornya ke arah yang berlawanan dandia bernasib baik kenderaan dari arah bertentangan tidak melanggarnya dan Allah segera membangunkannya.
"... Dan seseorang yang berangkat ke masjid, dia akan selalu berada dalam jaminan Allah sehingga Dia mewafatkannya lalu memasukannya ke surga atau menyerahkan kepadanya pahala dan ganjaran yang diperolehnya. ..." - Shahih Sunan Abi Dawud, II/473
Dari Jundab bin Abdullah ra., dia bercerita, Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mengerjakan sholat subuh, maka dia akan selalu berada dalam jaminan Allah." - Syarhu an-Nawawi 'alaa Shahih Muslim, V/164
Sekarang Haris sudah menjadi pengetua Sekolah di tempatnya bekerja.Saat Haris ditawarkan jawatan menjadi pengetua, umur Haris saat itu baru 24 tahun dan dia baru bekerja di situ dua tahun! Maha Besar Allah lagi Maha Penyayang.
Mari kita semua berdoa agar diberi hidayah oleh-Nya, diberi rezeki dari-Nya, diberi kemudahan untuk melangkahkan kaki ke masjid, dan boleh mengajak orang lain untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid.
Nabi Nuh tidak mampu memberikan petunjuk kepada anak lelakinya, Kan'am; Ibrahim tidak mampu memberikan hidayah dalam hati ayahnya; dan Rasulullah tidak sanggup memberikan hidayah kepada pakciknya, Abu Thalib.
Maka tugas kita semua adalah memohon petunjuk kepada Allah.
Dia berfirman, "Maka mintalah hidayah kepada-Ku, nescaya Aku akan memberikan kalian hidayah."
Siapa sahaja yang meminta hidayah kepada Allah, Dia akan memberinya hidayah.
Hidayah ini meliputi hidayah ilmu dan hidayah taufik. Berapa banyak waktu terbuang untuk bermain di depan komputer?
Sedangkan kita sukar sekali meluangkan waktu beberapa minit saja untuk melangkahkan kaki ke masjid padahal melangkahkan kaki ke masjid satu langkahnya menghapus dosa dan langkah lainnya mengangkat darjat.
"Tidaklah seseorang bersuci lalu dia melakukannya dengan sebaik-baiknya kemudian dia berangkat menuju ke salah satu masjid melainkan Allah telah menetapkan baginya kebaikan bagi setiap langkah yang diayunkannya, dengannya Dia akan meninggikan dirinya satu derajat, serta menghapuskan darinya satu kesalahan..." - HR. Muslim
Monday, July 4, 2011
Niat ikhlas tunai umrah beri kekuatan berdepan dugaan Oleh Ashraf Muslim
BH2011/07/04
Kepayahan jadi iktibar jangan ambil mudah kesihatan diri
PENGALAMAN menunaikan umrah bersama 90 jemaah yang mengikuti rombongan Pusat Rawatan Islam Al-Hidayah meninggalkan kesan mendalam kepada saya dan kakitangan Al-Hidayah kerana banyak kenangan manis dilalui selama 10 hari berada di Tanah Suci.
PENGALAMAN menunaikan umrah bersama 90 jemaah yang mengikuti rombongan Pusat Rawatan Islam Al-Hidayah meninggalkan kesan mendalam kepada saya dan kakitangan Al-Hidayah kerana banyak kenangan manis dilalui selama 10 hari berada di Tanah Suci.
Walaupun membawa 54 pesakit termasuk mereka yang kronik, perjalanan ibadah umrah dan sesi rawatan berjalan lancar dengan bantuan Allah serta semangat, juga kesabaran setiap jemaah berdepan dugaan yang datang.
Bukan mudah untuk pesakit kanser yang mengalami kepayahan berjalan melakukan tawaf tujuh pusingan mengelilingi Kaabah tetapi berbekalkan semangat serta dorongan, walaupun kaki melangkah setapak demi setapak, rukun umrah itu berjaya dilaksanakan juga. Pastinya, kepayahan dilalui memerlukan kesabaran kerana tanpa kekuatan jiwa, sukar untuk berdepan ujian walaupun sekecil-kecil dugaan, apatah lagi bagi pesakit yang sedang bertarung dengan penyakit dihadapi.
Justeru, menyedari keperitan terpaksa ditanggung mereka, kita perlu mengambil iktibar. Jangan ambil mudah kesihatan diberi Allah, sebaliknya hendaklah dipelihara dan sentiasa bersyukur dengan nikmat kesihatan ini.
Melihat kejayaan serta semangat mereka, hati berasa sebak bercampur gembira melihat kegigihan mereka menyelesaikan rukun umrah dengan doa dikurniakan ibadah yang mabrur. Inilah hadiah paling bermakna kerana walaupun susah, perasaan putus asa tidak ada dalam kamus hidup mereka.
Itulah untungnya jika kita menetapkan niat yang betul apabila menyahut jemputan Allah untuk bertamu di Tanah Haram yang menjadi idaman umat Islam kerana masih ada terus memendam rasa hajat masih tidak kesampaian.
Sehingga kini, emosi saya masih terkesan dengan setiap peristiwa berlaku di Makkah dan Madinah kerana kembara kami di dua kota suci untuk mendekatkan diri kepada Allah dan pada masa membawa hajat supaya dimakbulkan.
Memang ada kejutan tidak terduga apabila jemaah hilang sekejap, ada yang kehilangan beg, semasa datang sihat tetapi setiba di Madinah mengalami batuk dan ada juga tersasar niat asal setiba di Makkah. Syukur kepada Allah, semuanya dapat diatasi.
Ini pengalaman pertama saya membawa pesakit menunaikan umrah sambil membuat rawatan di Tanah Suci. Jika dulu saya datang ada yang membimbing, tetapi kali ini saya yang menjadi pembimbing kepada kumpulan umrah kami.
Saya tidak pernah menolak kerusi roda tetapi tidak keberatan menolak kerusi roda kali ini kerana sukar untuk saya jelaskan perasaan dapat membantu jemaah menyelesaikan setiap rukun umrah yang tertanggung atas mereka.
Ada yang semangat semakin menurun tetapi melihat kakitangan Pusat Rawatan Islam Al-Hidayah yang bersungguh-sungguh dan tidak kenal penat memberi bantuan, sokongan serta dorongan, keyakinan mereka datang kembali.
Seorang pesakit kanser yang susah payah menunaikan umrah yang pertama, bersyukur dengan rahmat Allah kerana dikurniakan tenaga luar biasa untuk menunaikan umrah yang kedua dan seterusnya.
Oleh itu, jangan sekali-kali mempertikaikan kekuasaan Allah kerana Dia Yang Maha Berkuasa dan Maha Memberi Rahmat kepada sesiapa dikehendaki-Nya.
Satu yang saya sering ingatkan kepada diri saya dan jemaah ialah supaya menjaga kata-kata serta tingkah laku ketika berada di Tanah Haram selain menetapkan niat asal mereka datang.
Matlamatnya, supaya mereka fokus dengan apa yang ingin dilakukan iaitu menunaikan ibadat umrah untuk meningkatkan keimanan kepada Allah sambil bermohon supaya segala kesakitan dan penderitaan ditanggung disembuhkan atau dikurangkan deritanya.
Sepanjang berada di Tanah Suci, kami melakukan rawatan di depan Kaabah dan bilik penginapan. Jemaah sentiasa diingatkan supaya tidak jemu berdoa untuk menyuarakan hajat mereka kepada Allah.
Alangkah sedih dan rugi nya, jika peluang menjadi tetamu Allah dipersia-siakan. Semoga kita semua tidak tergolong dalam golongan mereka yang rugi.
ANTARA IMAM MUDA DENGAN INDAH WATER
Semalam Imam Muda telah dinobatkan. Bertuah sungguh ibu dan ayah yang melahirkan anak-anak seumpama imam muda. Jika ramai lagi ibu-ibu dan keluarga Muslim yang berjaya melahirkan dan membesarkan anak-anak seumpama imam muda, InsyaAllah Negara Malaysia satu hari nanti akan menjadi sebuah Negara yang diberkati Allah. Tahniah Astro Oasis yang menerbitkan program ini.
Mudah-mudahan ini merupakan satu amal solih yang akan diberi ganjaran kepada pereka, idea dan segala orang yang terlibat dalam mengurus dan mengendalikannya sehingga menjadi program yang sungguh memberi kesan kepada setiap ibu dan ayah yang inginkan anak-anak yang solih.
Mengapa ? kerana pesan Rasulullah saw, apabila mati sahaja anak Adam maka terputuslah segala amalanya kecuali tiga perkara iaitu, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan DOA ANAK YANG SOLEH kepada kedua ibubapanya.
Malangnya tidak banyak program seumpama ini diketengahkan berbanding dengan program yang lebih menjurus untuk menaikan nafsu dan syahwat terutama untuk golongan muda. Lambakan filem dari Indonesia yang mirip budaya orang Kristian terutama darisegi pakaian dan pergaulan, walaupun cuba ditonjolkan cirri-ciri agama, tetapi ternyata unsur-unsur Kristianisasi secara halus dipaparkan untuk tontonan masyarakat Melayu Islam.
Kisah-kisah khurafat dan mengagungkan makhluk halus seperti jin dan syaitan mendapat tempat di panggung-panggung wayang dan kaca TV. Ke mana agaknya hala tuju pemikiran masyarakat Melayu Islam hendak di bawa?
Apa kata para mufti, mengapa mereka diam membisu seribu bahasa, tetapi bila isu berkaitan dengan usaha untuk menegur pemerintah yang ada, maka sepantas kilat para alim ulama akan mengeluarkan fatwa. Habis semua mimbar jumaat , kuliah agama di masjid digunakan untuk menfatwakan bahawa BERSIH itu haram. Walhal peristiwa itu hanya sekedar untuk menyampaikan hasrat murni rakyat (memorandum) yang rasa kurang senang dengan kaedah dan tatacara pemilihan yang banyak berlaku penyelewengan. Adakah usaha untuk menegur pemerintah secara aman dituduh sebagai komunis atau apa sahaja gelaran ikut sedap hati pemerintah.
Kenapa soal fitnah, soal video lucah, soal rasuah, soal salahguna kuasa, tidak diambil peduli malahan tiada sebarang fatwa, malahan kuliah agama dimasjid dan surau tak pernah sentuhpun soal ini. Memang berjayalah dasar colonial dahulu yang memisahkan agama daripada pemerintahan.
Minggu lepas saya terdengar rancangan Pondok Warisan dalam Radio Ikim. Rancangan tersebut mentafsirkan kitab tua tulisan Sheikh Daud Patani berkaitan dengan keberkatan sesebuah negeri.
":Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya" (Al A;raf 96).
Apa yang saya dengar penulis kitab menyentuh beberapa peristiwa di mana pemerintah waktu itu cuba mengambi hak rakyat dan akibatnya Allah menghilamgkan keberkatan negeri tersebut. Ada satu peristiwa seekor unta yang banyak mengeluarkan susu milik seorang rakyat, tiba-tiba pemerintah negeri tersebut ingin mengambil hak rakyat tersebut, maka dengan takdir Allah, unta tersebut tidak mengeluarkan lagi susu.
Begitu juga kisah seorang pemimpin yang ingin merampas pokok kurma yang hasilnya luar biasa banyak, tetapi apabila diambil oleh pemimpin negeri tersebut, pokok kurma tersebut tidak lagi mengeluarkan hasil buahnya seperti sebelum itu. Begitu juga kisah sebuah teluk yang dipenuhi dengan ikan dan sehingga boleh diambil dengan tangan, tetapi kemudian apabila pemerintah melarang rakyat mengambil ikan di teluk tersebut maka, selepas itu teluk tersebut tiada ikan lagi yang datang ke teluk tersebut.
Inilah antara ciri-ciri negara yang dirahmati dan diberkati apabila pemerintahnya adil. Tetapi apa yang berlaku di setengah-setengah negara Islam, pemerintah merampas dan mengambil hak rakyat sesuka hati, maka negara tersebut sudah hilang keberkatannya. Semuanya naik harga.
Pagi ini, saya ke pejabat Suruhanjaya Pengurusan Air Negara di Bangunan Bank Islam, bertanyakan hal mengapa pelan rumah saya tidak diluluskan. (Jabatan yang lain telahpun mengeluarkan surat kelulusan. Maknanya pelan tersebut menepati piawaian pembinaan sebuah rumah kekal.) Jawapannya mengikut akta yang baru dikuatkuasakan, setiap pelan bangunan yang perlu kelulusan Indah Water perlu membayar RM120 bagi setiap meter isipadu. Dan bagi rumah setingkat lima bilik saya perlu menjelaskan bayaran RM600.00 Walaupun darisegi teknikal pelan tersebut boleh diluluskan tetapi selagi bayaran RM600.00 tidak dijelaskan maka pelan tersebut tidak akan diluluskan. Inilah slogan Rakyat Diutamakan.
Saya dimaklumkan oleh kakitangan Suruhanjaya Pengurusan Air Negara ini adalah bayaran untuk tabungan akan datang bagi membiayai pembinaan sistem pembentungan. Pengguna / rakyat diminta menanggung kos yang belumpun kita rasai / nikmati. Sungguh Tidak Adil. Peraturan seumpama ini akan mengakibatkan kos pembinaan rumah melambung tinggi. Apalah nasib kepada rakyat yang belum pun ada rumah, mereka dipaksa menanggung kos yang tidak pasti mereka terima.
Saya sudah duduk rumah di Kuala Ibai lebih daripada 10 tahun, belum pernah sekalipun Indah Water datang menyedut najis, tetapi setiap bulan saya kena bayar bil Indah Water. Ini semua lebih menguntungkan korporat// sistem penswastaan.
MUHASABAH
Tiupan Mei itu datang lagi
meniti roda musim mengharum kasturi
semerbak mewangi
gelar guru dipuja puji
diratib penjaja bunga kaki lima
hingga ke pasar raya dan gedung terkemuka
mendayu suara di mimbar nan mulia
hingga ke gema lisan menteri nan perkasa
Berbunga hati para guru
di mukanya bondongan murid mengunjuk hormat kasih
jernih air wajah menyimbah senyum bersih
silih berganti menghulur ucap;
Selamat Hari Guru
yaumul muallimin
Guru,
Gelar keramat mendamba makrifat
gelorakah jiwa melihat
saban minggu anak muda mermaharajalela di jalanraya
stau saban hari di dada media
ada gadis bawah usia membuang bayi suci dosa
hasil kandungan dan noda durjana
sedangkan mereka janaan didik kita jua.
Guru,
gelar keramat mendamba haikikat
hitungan jemaah muda surau masjid nan tenat
tingkah songsang budaya longkangan kian meningkat
tiada silu halal haram tenjang aurat
sedangkan mereka janaan didik kita yang sarat teori dan firasat.
Guru,
gelar keramat mendamba bisik kalbu
masih kuluskah panggilan keramat cikgu
masih utuhkah selempang GURU bersilang di bahu
jika setiap jaya yang diburu
sejumlah fulus sedia menunggu ....
Guru,
gelar keramat mendamba visi ukhrawi
ingati pada hujung hidup ini
ternganga kematian yang pasti
menunggu setia neraca bicara
penentu nikmat atau sengsara !
Guru,
gelar keramat mendamba muhasabah
aqidah, syariah dan akhlak pengukur langkah
apakah kita angkatan nasrallah
ataukah cuma gerombolan pemikul lelah ¡
MUHASABAH
MUHASABAH
MUHASABAH
(Berburu kepadang datar
Dapat rusa berbelang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi (SN Usman Awang)
Nukilan
Haji Sidek bin Besar
Guru Besar, SK Sultan Sulaiman 2, Kuala Terengganu
Dideklamasi pafa Hari Guru Peringkat Daerah Kuala Terengganu pada 23 Jun 2011 di Dewan Besar SMK Dato Razali, Kuala Terengganu.
Subscribe to:
Posts (Atom)






