Friday, August 12, 2011

Do'a dan Istighfar Yang Mencakup Segala Dosa & Kesalahan

ILUSTRASI. (foto: Google)


Maukah Anda mengetahui do’a memohon ampunan pada Allah atau istighfar yang sudah mencakup segala hal, sudah mencakup segala dosa? Inilah do’a yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang moga-moga bisa rutin kita amalkan dalam do’a-do’a kita sehari-hari. Karena kita tahu bersama bahwa kita adalah manusia yang tidak luput dari salah baik tatkala bercanda atau serius. Moga dengan do’a ini, Allah mengampuni dan memaafkan kesalahan-kesalahan kita yang ada.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii
(Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan)[1]

Penjelasan

Do’a ini adalah do’a yang mencakup segala macam istighfar (memohon ampunan pada Allah). Karena do’a ini sifatnya umum mencakup semuanya dan disertai dengan perincian dengan lafazh yang tegas.

Makna do’a ini adalah ‘Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya (dosa kecil maupun dosa besar). Ampunilah dosa yang muncul karena kejahilan diriku, karena sikap melampaui batas dalam segala hal. Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya yang kuketahui maupun tidak kuketahui, yang diperbuat dalam keadaan serius atau bercanda, dan yang diperbuat di kala keliru (tidak sengaja) dan di kala sengaja. Aku mengakui semua dosa-dosa ini, Ya Allah’.

Sedangkan kalimat do’a yang terakhir “wa kullu dzalika ‘indii”, maksudnya adalah pengakuan kepada Allah bahwa kita adalah hamba yang penuh dosa. Kita mengakui semua dosa itu sehingga timbullah rasa hina di hadapan Allah, maka kita pun mohon ampun pada-Nya. Hal ini menunjukkan pada kita bahwa pengakuan seorang hamba terhadap dirinya bahwa ia penuh kekurangan, ini adalah salah satu sebab diterima taubat dan diampuninya dosa.

Renungkanlah Do’a

Ada satu pelajaran dari sini yang perlu diperhatikan. Do’a ini menunjukkan bahwa sudah seharusnya seseorang ketika berdo’a merenungkan maksud do’a yang ia panjatkan karena ini memberikan pengaruh amat besar pada jiwa. Hal ini akan menimbulkan kekhusyu’an, rasa tunduk dan hina di hadapan Ar Rahman. Inilah yang menunjukkan sempurnanya ibadah seseorang dalam beribadah kepada Allah.
 
Pelajaran Penting

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah memberikan faedah berharga mengenai do’a:

[1] Hendaknya seseorang menghadirkan segala apa yang ingin ia minta
.
[2] Ketika berdo’a berarti kita sedang berinteraksi dengan Allah. Ketika seseorang merinci atau banyak meminta kepada Allah ketika interaksi tersebut, itu membuat Allah lebih menyukainya dibanding dengan hanya ringkas saja dalam meminta.

[3] Semakin banyak seseorang berdo’a, berarti ia semakin dekat dengan Allah.

[4] Semakin banyak seseorang berdo’a (memohon), itu tanda bahwa ia semakin butuh pada Allah Ta’ala. (Tafsir Surat ‘Ali Imron 1/116)
[Disarikan dari Syarh Ad Du’aa, Hamir bin ‘Abdul Humaid bin Miqdam, do’a no. 84][2]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Prepared in the blessed morning in Riyadh-KSA, Yauma ‘Asyura - 10th Muharram 1432 (16/12/2010)
By: Muhammad Abduh Tuasikal

Jiwa bersih lahir kerja kualiti


NIk Abdul Aziz Nik Mat   
Saya baru berkesempatan mengikuti sesi pengajian kitab Bidayatul Hidayah di Kompleks Kota Darul Naim pada hari Khamis lalu. Sebenarnya pengajian kitab ini pada setiap hari Khamis sudah bermula semenjak awal tahun ini dan dibuka untuk kakitangan Kompleks Kota Darul Naim, cuma dikejar oleh kepadatan jadual kerja, saya hanya sempat meluangkan masa bersama-sama kakitangan menadah kitab ini pada hari Khamis lalu. Alhamdulillah, kuliah yang disampaikan oleh Timbalan Mufti Negeri Kelantan, Yang Berhormat Dato’ Haji Nik Abdul Kadir bin Haji Nik Muhammad itu saya lihat sangat baik dan bermanfaat terutamanya ke arah melahirkan kakitangan kerajaan yang mempunyai jiwa yang bersih.
Tasauf sebenarnya tidak asing di dalam Islam. Namun mungkin kerana masyarakat disibukkan dengan soal-soal fiqh, sehingga kadang-kadang terlepas pandang tentang kepentingan penyucian jiwa. Sedangkan selalunya iman iaitu amalan hati disebut terlebih dahulu sebelum amal yang merupakan amalan anggota fizikal. Firman Allah SWT :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا
Yang bermaksud : Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. – Surah al-Kahfi, ayat 30

Ayat di atas jelas sekali meletakkan bahawa beriman dan beramal soleh merupakan dua syarat yang perlu ada untuk seseorang itu diberikan ganjaran yang baik oleh Allah SWT. Bahkan betapa pentingnya iman yang merupakan gerak kerja hati, ia diletakkan lebih dahulu daripada amal. Di dalam hadis, Rasulullah SAW pernah menerangkan persoalan ihsan yang juga merupakan gerak kerja hati. Sabda Baginda SAW tentang ihsan sewaktu ditanya oleh Jibril yang datang menyerupai seorang lelaki :
أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
Yang bermaksud : Kamu mengabdikan diri kepada Allah seolah-olah kamu melihat Allah, dan jika tidak (mampu membayangkan) kamu melihatnya, maka (ketahuilah) Dia melihatmu.



Justeru selagi mana roh bercampur baur dengan jasad, maka selagi itulah pengajian tasauf tidak boleh dipisahkan dengan pengajian fiqh. Bukan tidak penting berbincang tentang soal sah batal solat dan sebagainya, tetapi penting juga untuk turut dibincangkan persoalan hati yang bersih bagi memastikan amalan diterima oleh Allah SWT. Hati yang bersih sahaja yang akan menerima hidayah daripada Allah SWT. Khususnya di bulan Ramadhan ini yang disebut sebagai bulan hidayah, sekalipun hidayah datang mencurah-curah, jika tidak ditadah dengan hati yang bersih, ia tidak akan memberikan apa-apa manfaat. Umpama hujan yang turun dengan lebat dari langit, tetapi jika tidak ditadah dengan bekas atau tempayan, ia hanya akan berlalu begitu sahaja.

Oleh yang demikian, apabila pengajian tasauf dimulakan di dalam kompleks Kota Darul Naim semenjak awal tahun ini, saya sungguh-sungguh merasa gembira. Sekalipun saya rasa sudah terlewat sebenarnya pengajian ini dimulakan dengan usia kerajaan Kelantan di bawah dasar Membangun Bersama Islam yang mencecah 21 tahun pada tahun ini, saya tetap gembira dengan perkembangan positif ini. Hakikatnya, di luar pagar komples Kota Darul Naim, pengajian tasauf sudah diajar di pondok-pondok begitu lama. Tok Kenali atau nama sebenarnya Muhammad Yusuf bin Ahmad yang meninggal dunia pada tahun 1933 juga terkenal sebagai seorang tokguru tasauf. Saya amat berterima kasih kepada seluruh tuan-tuan guru pondok samada yang telah pergi atau yang masih ada bersama kita yang tidak jemu-jemu mengajar persoalan dosa pahala syurga neraka kepada rakyat Kelantan. Hasilnya, hari ini, rakyat Kelantan dikenali sebagai masyarakat beragama yang tidak senang digugat dengan gelombang jahiliyyah. Apa-apa dasar dan pelaksanaan yang selari dengan syariat Islam yang cuba diperkenalkan oelh kerajaan negeri Kelantan diterim baik oleh masyarakat kerana mereka sudah diajar oleh tuan-tuan guru pondok begitu lama. Tinggal lagi untuk mempraktikkannya di dalam kerangka undang-undang. Semoga Allah mengurniakan mereka dengan sebaik-baik ganjaran.

Hari ini, dasar Membangun Bersama Islam di Kelantan diterima dengan baik oleh rakyat. Tidak ada sebarang masalah yang timbul sekalipun dulu ramai yang melabel bahawa Islam tidak boleh memerintah. Jika adapun sedikit gangguan hanyalah ibarat nyamuk yang berdesing di luar kelambu termasuklah usaha untuk menyaman kerajaan negeri ekoran isu judi beberapa minggu lepas. Saya anggap saman ini hanyalah satu usaha untuk mengacau keharmonian rakyat Kelantan. Jika diturutkan hati, ingin saja saya perkenalkan dasar Membangun Bersama Islam dan Iman, kerana iman itulah yang berkait rapat dengan hati. Namun, bimbang nanti disalahfaham oleh golongan-golongan tertentu, saya mengira setakat ini cukup sekadar kita menyebut Membangun Bersama Islam. Itupun ada yang berpura-pura tidak faham lantas menyerang kita dari pelbagai sudut.

Apapun saya berharap semoga pengajian tasauf seperti ini berterusan sehingga berjaya melahirkan golongan pekerja yang bersih jiwanya. Saya percaya, kebersihan jiwa ini yang melahirkan kerja yang berkualiti. Dalam erti kata lain, bersih jiwa bersih amalan, insya-allah. Inilah yang menggembirakan hati saya sebagai seorang yang diberikan amanah oleh Allah SWT menerajui pentadbiran negeri Kelantan. Saya mengharapkan agar apa yang dilakukan ini menjadi ganjaran yang baik di sisi Allah SWT sebagai bekalan untuk menghadapNya kelak, insya-Allah.

NIK ABDUL AZIZ BIN NIK MAT,
Menteri Besar Kelantan



Thursday, August 11, 2011

You Get What You Give!


Pagi ini kuliah subuh menyentuh mengenai kelebihan Ramadhan. Dimulakan dengan kisah 10 orang sahabat yang disahkan dan dijamin oleh Rasulullah saw sebagai ahli syurga. Maknanya belum mati lagi dah diberi “sijil pengesahan” sebagai ahli syurga.  Kita pun ada macam-macam sijil tapi semua tak laku disisi Allah swt.

Salah seorangnya ialah Talhah bin Abdullah. Beliau memeluk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif dalam setiap peperangan selain Perang Badar. Dalam perang Uhud, beliaulah yang mempertahankan Rasulullah saw sehingga terhindar dari mata pedang musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64 tahun, dan dimakamkan di Basrah.

Satu peristiwa berlaku pada zaman Rasulullah saw, ada tiga orang sahabat karib, dua diantara mereka meninggal dunia di medan perang, tetapi seorang meninggal di atas katil. Sahabat Rasulullah saw iaitu Talhah bin Abdullah bermimpi melihat orang yang meninggal di tempat tidur itu lebih dahulu masuk surga, lalu sahabat yang bermimpi itu mendatangi Rasulullah saw dan bertanya kenapa berlaku demikian rupa, padahal dia bukan meninggal di medan perang, atau mati syahid kerana jihad fisabilillah.

Apa Jawab Rasulullah SAW :"Bukankah dia sholat dan beribadah dan dia bertemu dengan Ramadhan maka dia berpuasa, maka bila ditimbang dengan dua sahabat yang meninggal di medan perang itu maka jauh sekali perbezaan timbangannya. (Aritnya lebih besar pahalanya). Maka tidak hairanlah kita mengapa para sahabat memanjatkan doa sebelum tiba Ramadhan, agar mereka diberi kesempatan untuk hidup dalam bulan Ramadhan.dan mereka sangat merindui datangnya bulan ini.

Rasulullah saw pernah mengingatkan :" Barangsiapa yang puasa di bulan Ramadhan, karena mengharap redho Nya, dan barangsiapa yang mendirikan qiyamul lail di dalamnya dan barangsiapa yang mendapati malam lailatul qadar maka Allah akan ampuni segala dosa yang dia miliki".

Rasulullah SAW bersabda : "Ingat bahwa amal perbuatan sesuatu bukan semata-mata yang menyebabkan seseorang masuk surga!." para sahabat hairan maka ditanyakan:"Apakah termasuk anda ya Rasulullah?" "Sama saya juga!" Maka para sahabat bertanya lagi apapula yang menyebabkan seseorang masuk surga. Jawab Rasulullah SAW ;"Karena Rahmat dan Magfirah (ampunan) dari Allah SWT kita boleh masuk surga..". Kedua hal tersebut ternyata ada di bulan Ramadhan, sebagaimana kita ketahui dalam hadist di nyatakan bahwa Ramdhan ini 10 hari yang pertama mendapat rahmat Allah swt, dan 10 hari yang ke dua mendapat Magfirah Nya dan 10 hari yang ke tiga itqum minannar (dijauhkan dari api neraka).
Terdapat dikalangan kaum muslimin yang keliru, mereka sanggup bersusah payah untuk ke masjid atau surau untuk mendirikan solat sunat Terawih. Tetapi tidak  ambil berat atau tak kisah untuk solat fardhu berjemaah di surau atau masjid. Walhal yang wajib lebih utama berbanding yang sunat.

Begitu juga amalan membaca Al Quran, ganjaran setiap huruf digandakan sepuluh pahala. Namun tidal begitu ramai yang sanggup membaca Al Quran. Tapi baca surat khabar mungkin lebih lama lagi masa diperuntukan. Marilah kita peruntukan lebih waktu kita untuk merebut sebanyak mungkin keberkatan bulan Ramadhan tahun ini.  Keberkatan bulan Ramadhan ini tidak memberi apa-apa erti atau kepada diri kita, jika kita tidak buat sesuatu untuk mendapat keberkatannya. You Get What You Give!

Wednesday, August 10, 2011

Tilawah dan Ramadhan

Oleh: Mochamad Bugi
 
0diggsdigg
email

dakwatuna.com – Pasti kita semua sudah tahu sabda Rasulullah SAW ini: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” Karena itu Rasulullah SAW memperbolehkan kita untuk iri kepada mereka. “Tidak boleh iri kecuali kepada dua orang, yaitu orang yang dianugerahi Al-Qur’an oleh Allah, lalu ia membacanya ketika menunaikan shalat di waktu malam dan siang hari; dan orang yang diberi harta lalu ia menyedekahkannya di waktu malam dan siang hari.”

Tentu saja rasa iri yang dimaksud Rasulullah SAW bukan dalam bentuk ekspresi negatif, tapi meniru apa yang dilakukan oleh manusia-manusia terbaik itu: belajar dan mengajarkan Al-Qur’an. Bahkan Rasulullah SAW sangat menghargai orang yang berusaha mengikuti jejak orang-orang terbaik itu meski belum sempurna dalam membaca Al-Qur’an. Kata Rasulullah SAW, “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia pandai membacanya, beserta para malaikat pembawa catatan amal, yang suci dan berbakti. Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan gagap dan ia kesulitan dalam membacanya, maka ia mendapatkan dua pahala.”

Rasulullah SAW juga menimbang seseorang dari kedekatannya dengan Al-Qur’an. Beliau membuat perumpamaan, “Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah atrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah kurma, ia tidak beraroma tapi rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti bunga wangi-wangian, baunya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti buah hanzalah, ia tidak beraroma dan rasanya pahit.”

Dikali yang lain Rasulullah SAW menegaskan bahwa, “Sesungguhnya orang yang di dalam dirinya tidak ada sedikit pun Al-Qur’an, maka ia bagaikan rumah yang rusak.” Karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita untuk senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an baik sendiri maupun bersama-sama. Rasulullah SAW bersabda, “Jika suatu kaum berkumpul di dalam satu rumah Allah dan membaca Al-Qur’an serta mempelajarinya secara bersama-sama, niscaya turun ketenangan kepada mereka. Mereka dilingkupi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut mereka kepada makhluk-makhluk-Nya yang ada di sisi-Nya.”

Tidak hanya di dunia bekas interaksi kita dengan Al-Qur’an kita rasakan. Rasulullah SAW bersabda, “Pada hari Kiamat akan didatangkan Al-Qur’an dan para ahlinya yang ketika di dunia mengamalkannya. Mereka didahului oleh surat Al-Baqarah dan Ali Imran, keduanya membela orang-orang yang membaca dan mengamalkannya.”

Dan, surga tingkat apa yang akan kita tinggali di akhirat nanti pun ditentukan oleh banyak sedikitnya hafalan Al-Qur’an kita. Rasulullah berkata, “Ketika di surga dikatakan kepada orang-orang yang hafal Al-Qur’an, ‘Bacalah, naiklah dalam derajat surga dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia, sesungguhnya kedudukanmu adalah di akhir ayat yang engkau baca.”

Karena itu Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk menjaga hafalan Al-Qur’an. “Selalu jagalah Al-Qur’an ini, demi Zat yang jiwaku berada dalam genggamanNya, sungguh Al-Qur’an itu lebih mudah lepas daripada unta yang ada dalam ikatannya.” Rasulullah SAW menegaskan bahwa, “Sesungguhnya orang yang hafal Al-Qur’an bagaikan pemilik unta yang terikat. Jika ia selalu menjaganya, maka ia memegangnya. Sedangkan jika membiarkannya, maka unta tersebut akan lepas dan kabur.”

Pahala Tilawah di Bulan Ramadhan

Di bulan Ramadhan ini kita diminta oleh Rasulullah SAW untuk berpuasa dengan ihtisaban seperti dalam sabdanya, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuhi keimanan dan ihtisaban, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Ihtisaban maksudnya penuh perhitungan. Berhitung seperti seorang pedagang mengkalkulasi berapa keuntungan yang ingin didapat dari dagangannya. Kenapa Rasulullah SAW meminta kita berhitung dalam berpuasa di bulan Ramadhan? Karena Ramadhan bulan mega bonus!
Kita tentu sudah tahu bahwa membaca Al-Qur’an satu huruf akan diberi pahala oleh Allah SWT 10 point. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka ia mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan sebanding dengan sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miimadalah satu huruf, tetapi alif satu huruf, laam satu huruf, dan miim satu huruf.”

Tapi, khusus di bulan Ramadhan pahalanya dilipatgandakan oleh Allah menjadi 70 kali lipat. Setidaknya hal itu di surat pada hadits cukup panjang ini. “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari 1000 bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunnah (tathawwu’). Barangsiapa (pada bulan itu) mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kebaikan di bulan yang lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran itu balasannya surga. Ia (juga) bulan tolong-menolong, di mana di dalamnya rezki seorang Mukmin bertambah (ditambah). Barangsiapa (pada bulan itu) memberikan buka  kepada seorang yang berpuasa, maka itu menjadi maghfirah (pengampunan) atas dosa-dosanya, penyelamatnya dari api neraka dan ia memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (itu) sedikit pun.”

Kemudian para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kami memiliki makanan untuk diberikan sebagai buka orang yang berpuasa.” Rasulullah SAW berkata, “Allah memberikan pahala tersebut kepada orang yang memberikan buka dari sebutir kurma, atau satu teguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan), dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi, Al Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan Al-Ash-habani dalam At Targhib. Namun, didhaifkan oleh Al-Mundziri dalam Targhib Wat Tarhib dan Dhiya Al-Maqdisi di Sunan Al-Hakim. Al-Albani dalam Silsilah Adh-Dhaifah mengkategorikan ini hadits munkar.

Jika kita tidak bisa menggunakan kelipatan pahala 70 kali atas tilawah yang kita kerjakan di bulan Ramadhan, mungkin kita bisa menggunakan hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim ini: “Sesungguhnya Allah mencatat setiap amal kebaikan dan amal keburukan.”Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan, “Orang yang meniatkan sebuah kebaikan, namun tidak mengamalkannya, Allah mencatat baginya satu pahala kebaikan sempurna. Orang yang meniatkan sebuah kebaikan lalu mengamalkannya, Allah mencatat pahala baginya 10 sampai 700 kali lipat banyaknya.”

Jadi, ketika membaca ayat pertama surat Al-Baqarah yang terdiri dari 3 huruf, yaitu alif lam mim, kita punya potensi mendapat puasa antara 3 x 10 = 30 sampai 3 x 700 = 2.100.

Menurut penelitian Imam an-Nasafi yang dicatatkan dalam kitab Majmu Al-Ulum Wa Mathliu An-NujumAl-Futuhuat Al-Ilahiyah, Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surah, 6.236 ayat, dan 1.027.000 huruf. Jadi, jika berhasil mengkhatamkan tilawah Al-Qur’an sekali saja, kita akan dapat pahala sebesar 1.027.000 x 700 = 718.900.000. dan dikutip Imam Ibn Arabi dalam mukaddimah

Rasulullah SAW memberi batas bawah bagi seorang muslim dalam hal tilawah adalah minimal khatam Al-Qur’an sekali dalam sebulan. Tapi, muslim yang cerdas tentu tidak merasa cukup Cuma khatam sekali di bulan Ramadhan. Kalau cuma sekali ya rugi karena tidak beda dengan bulan-bulan yang lain. Jadi, harus bisa khatam lebih dari dua kali.

Terlebih lagi ketika Lailatul Qadar. Jangan sampai tidak tilawah di malam itu. Allah SWT menyatakan bahwa nilai Lailatul Qadar lebih baik daripada 1.000 bulan atau setara dengan 354.000 kali malam biasa. “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan.”
Berapa pahala yang bisa kita peroleh jika membaca 1 juz Al-Quran pada saat Lailatul Qadar? Jika kita asumsikan jumlah huruf dalam setiap juz sama, maka angkanya kira-kira 1.027.000 : 30 = 34.233 huruf. Jumlah potensi pahala yang bisa kita dapat di malam itu adalah 34.233 x 700 x  354.000 = 8.482.937.400.000. Subhanallah, angkanya triliunan!

Surat Al-Qadr turun karena suatu saat Rasulullah SAW menceritakan kepada para sahabat tentang seseorang dari Bani Israil yang berjuang fii sabilillah menggunakan senjatanya selama seribu bulan terus menerus. Laki-laki itu selalu beribadah pada malam hari hingga pagi dan di siang harinya berjihad memerangi musuh.
Para sahabat kagum sekaligus iri kepada lelaki itu. Allah memberi kesempatan kepada lelaki itu selama 1.000 bulan untuk konsisten beribadah dan berjihad. Sementara, para sahabat banyak yang masuk Islam pada umur tidak muda lagi. Sementara potensi usia hidup umat Nabi Muhammad SAW hanya 60 tahun. Jadi, para sahabat merasa tidak mungkin menyamai ibadah yang dilakukan oleh lelaki dari Bani Israil yang diceritakan Rasulullah SAW.

Allah Maha Adil. Allah SWT memberikan Lailatul Qadar kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jika kita beribadah saat Lailatul Qadar, Allah SWT menggandakan nilainya menjadi 354.000 kali lipat. Tilawah satu juz dapat pahala 8.482.937.400.000. Kalau 3 juz, 25.448.812.200.000! Maka merugilah orang yang tidak memperbanyak tilawah saat Lailatul Qadar.

.

SELESAIKAN URUSAN DENGAN ALLAH DAHULU



Pagi ini saya punyai dua tiga urusan penting yang perlu diselesaikan. Pertama hantar anak ke sekolah kemudian terus ke rumah Mok Ngal (ibu saudara orang rumah saya) untuk mengaji. Kedua ,ke klinik mengaji, juga di bangunan MARA  Kemudian hari ini juga saya perlu ke Pejabat Agama untuk urusan pembayaran zakat dan fitrah.

Dan yang paling ‘urgent’ iailah mendapatkan tanda tangan daripada dua orang jiran rumah saya untuk surat kebenaran membina garage dalam kawasan rumah saya sendiri?. Ini adalah kehendak Majlis Perbandaran Kuala Terengganu bagi kelulusan pelan rumah yang sudah dibina lebih sepuluh tahun lalu tetapi pelannya masih belum selesai, kerana kerenah birokrasi dan kelembapan serta ketidak cekapan urusan MPKT. Maaflah kalau ada orang MPKT yang baca tulisan saya. Tapi itulah hakikatnya. Apa boleh buat MPKT ada kuasa boleh saman tuan punya rumah jika tidak akur dengan arahannya.

Akhirnya saya memutuskan pergi mengaji, walaupun terpaksa menunggu sejam lebih untuk masuk membaca Quran depan Ustaz Fuad, Tok Guru mengaji saya yang banyak membimbing orang dewasa yang kurang celik Quran, termasuklah diri saya, tetapi setelah bersara ada keinsafan dan kesedaran untuk membetulkan bacaan kitab suci AlQuran, Sepatutnya urusan baca Quran telah selesai di bangku sekolah lagi tetapi oleh kerana sesuatu yang tidak dapat dielakkan saya tergolong dalam golongan yang lemah dalam membaca Al Quran. Salah saya sendiri.

Alhamdulillah jam 10.00 pagi saya selesai mengaji dengan Ustaz Fuad, kemudian saya ke Pejabat Agama Islam untuk menjelaskan bayaran zakat simpanan dan zakat fitrah untuk isteri dan anak-anak serta ibu saya. Beres semuanya. Tak ramai yang datang menjelaskan zakat fitrah, mungkin kerana terlalu awal lagi kot bagi kebanyakan umat Islam. Mungkin mereka menunggu waktu sunat iaitu malam atau pagi raya kot?

Memandangkan saya akan menunaikan umrah pada 16 Ogos ini saya perlu selesaikan urusan saya dengan Allah terutama soal zakat fitrah, jika tidak nanti segala ibadah akan tergantung tidak diterima Allah.

Selesai urusan saya dengan Allah, jam menunjukkan 11 pagi. Hari dah lewat, Selepas mendapatkan tanda tangan dua orang jiran saya, surat kebenaran bina garage kereta di rumah saya sendiri, saya ke pejabat pesuruhjaya sumpah untuk pengesahan surat tersebut. Kemudian bergegas ke pejabat tukang pelan di Losong untuk menyerahkan surat tersebut untuk dihantar kepada MPKT. Kebetulah pembantu am pejabat pelan baru nak ke MPKT untuk menghantar surat. Alhamdulillah surat saya dapat di hantar bersama pada saat itu.

Apa yang saya dapat iktibar daripada peristiwa kecil ini, ialah APABILA KITA SELESAIKAN SEGALA URUSAN KITA DENGAN ALLAH, MAKA ALLAH AKAN PERMUDAHKAN SEGALA URUSAN KITA SESAMA MANUSIA.

Saya sangat yakin dan percaya jika dalam hidup ini, kita dahulukan segala urusan kita dengan Allah mengatasi  urusan lain, maka Allah akan memberi pertolongan kepada kita untuk menyelesaikan apa jua urusan atau masalah yang kita hadapi. Contoh yang paling mudah, jika dah masuk waktu solat, walau apapun tugas atau kerja yang kita lakukan, tentulah tidak dapat menandingi kepentingan menyahut seruan atau suruhan Allah. Kita tinggalkanlah kerja-kerja lain, lakukanlah solat. Kemudian sambunglah tugas yang perlu diselesaikan.

Sewaktu bertugas dahulu saya sering menghadiri mesyuarat dengan pegawai atasan, Kadang-kadang mereka mengendalikan mesyuarat tidak peduli langsung untuk menghormati wakktu. Solat zohor hampir waktu asar. Apa nak buat manusia selalu dilekakan oleh urusan dunia. UTAMAKANLAH URUSAN DENGAN ALLAH, INSYAALAH ALLAH AKAN SELESAIKAN URUSAN KITA.

Air Ramadhan

Oleh: Imam Rohani
0diggsdigg
email
dakwatuna.com - Air adalah asal muasal dari segala macam bentuk kehidupan. Dari air bermula kehidupan dan karena air peradaban tumbuh dan berkembang. 70% bumi terdiri dari air, dan tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Tanpa air peradaban akan surut dan bahkan kehidupan akan musnah karena bumi akan menjadi sebuah bola batu dan pasir raksasa yang luar biasa panas, masif, dan mengambang di alam raya menuju kemusnahan.

Demikian halnya dengan asal muasal dan maksud penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan ketaatan kepada RabbNya, pengingkarannya akan mendapatkan balasan sebagaimana umat-umat terdahulu, seperti kisah nabi kaum nabi Nuh As yang ditenggelamkan oleh air bah, kaum nabi Luth As yang di azab dengan gunung berapi, dsb. Ketidakadaan ketaatan dan ibadah kepada RabbNya, akan mendatangkan azab dan kemusnahan kehidupan manusia

Allah SWT berfirman :
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyaat: 56)

Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat zhalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).” (QS. Al-Hajj: 48)

Hadits Nabi SAW :
Dari Abu Dzar bin Junadah dan Abu Abdurrahman Muadz bin Jabal RA., dari Rasulullah saw., beliau bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada. Sertailah (tutuplah) kejelekan itu dengan kebaikan, niscaya kebaikan tadi akan menghapus kejelekan, dan gaulilah manusia dengan akhlaq yang baik.” (HR. Turmudzi)

Di antara waktu kehidupan manusia dalam melakukan ibadah dan ketaatan kepadaNya dalam 12 bulan, ada satu bulan yang sangat istimewa yaitu Ramadhan. Bulan yang penuh ampunan, bulan dibelenggunya syaithan. Bulan lebih baik dari seribu bulan, bulan amalan ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. Ibarat siklus air (hidrologi), Ramadhan adalah puncak siklus ketaatan dan ibadah kepada RabbNya.

• Air Ramadhan adalah kebutuhan dasar hidup manusia

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa manusia dapat tahan hidup lebih lama tanpa makanan dari pada tanpa air. Tidak ada satu makhluk hidup pun yang tidak membutuhkan air. Ibadah dan ketaatan kepada Rabbnya adalah kebutuhan dasar manusia, dan Ramadhan adalah waktu puncak ibadah dan ketaatan.

• Air Ramadhan yang dinantikan

Ibarat kita melakukan perjalanan panjang kehidupan selama satu tahun perjalanan, maka dahaga itu sangatlah kuat, dan Allah SWT telah menyediakan air pelepas dahaga itu yaitu Ramadhan. Kekeringan ruhiyah , kegersangan jiwa harusnya tersirami oleh amalan Ramadhan kita, dan ia juga menjadi bekal menghadapi perjalanan kehidupan selanjutnya.

• Air Ramadhan yang menyejukkan

Jika lingkungan kita banyak terdapat air maka suasana menjadi sejuk, tumbuhan yang mengandung dan menyerap air, akan membuat rumah tampak asri dan indah. Amalan-amalan Ramadhan yang salah satu ibrahnya adalah ibadah sosial, harusnya menjadikan menjadi pribadi yang indah karena keindahan akhlaqnya orang yang berpuasa dan dapat menyejukkan lingkungan sosialnya.

• Air Ramadhan yang menyegarkan

Di suatu hari yang sangat terik, terkadang kita sangat menginginkan minum sesuatu yang sangat melegakan dan menyegarkan tubuh kita, semisal es cendol, kelapa muda, es pisang ijo, atau yang lainnya. Demikian halnya dalam kehidupan kita yang disibukkan dengan sejuta aktivitas, maka kita memerlukan sesuatu yang dapat merefresh kepenatan pikiran dan rutinitas, ia adalah amalan Ramadhan kita.

• Air Ramadhan menghidupkan kembali

Ketika kemarau panjang, banyak tumbuhan mengering dan bahkan tampak mati, tapi saat musim hujan tiba tumbuhan menjadi sangat cepat tumbuh, tampak hijau dan sangat subur. Pasang surut kehidupan keimanan itu adalah biasa, iman itu kadang bertambah dan kadang berkurang, namun jangan dibiarkan terlalu lama kekeringan keimanan kita, karena ia akan menyengsarakan dan mematikannya. Dan Ramadhan adalah saat yang paling tepat untuk menghidupkannya.

• Air Ramadhan penghilang debu dan noda

Air adalah bahan utama untuk membersihkan debu dan noda, dan untuk hasil yang lebih maksimal dapat ditambahkan detergen dan pewangi. Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, baik disadari ataupun tidak disengaja, dan sebaik-baik orang yang salah dan berdosa adalah mereka segera bertaubat dan tidak mengulanginya lagi. Ramadhan bulan magfirah (pengampunan). Saat yang paling tepat kita menghapus debu dan noda kehidupan, dan dibarengi dengan amalan-amalan Ramadhan kita

Wallahu A’lam bishshawab.

Tuesday, August 9, 2011

Isu murtad: Bukti ditemui dalam tong sampah

Fazy Sahir | August 9, 2011

FMT turut menerima tentatif program serta kertas soalan sebagai bukti dakwaan mengaitkan kegiatan penyebaran agama bukan Islam kepada penganut agama Islam.
EXCLUSIVE
 
PETALING JAYA: Di sebalik kontroversi yang membabitkan Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) kerana menyerbu Gereja Methodist Damansara Utama (DUMC) di Petaling Jaya minggu lalu, kini terdapat bukti yang menjelaskan keadaan sebenar pada majlis makan malam tersebut.
FMT turut menerima tentatif program serta kertas soalan bersifat ‘menguji pengetahuan’ dalam bahasa Malaysia dan Inggeris – sebagai bukti dakwaan mengaitkan kegiatan penyebaran agama bukan Islam kepada penganut agama Islam.

Soalan yang tertera adalah menjurus kepada fahaman agama Islam secara keseluruhannya seperti membabitkan; Nabi Muhammad, Al- Quran, rukun Islam, kitab, solat dan lain-lain.

Kertas dua halaman yang mengandungi 12 soalan itu didakwa diberikan kepada para peserta yang menyertai majlis makan malam tersebut yang turut disertai oleh penganut agama Islam.
Kertas tersebut dibahagi kepada empat corak soalan iaitu isi tempat kosong, beri jawapan ya/tidak, padanan jawapan dan pilihan jawapan.

Antara soalan itu adalah ‘Apakah maksud perkataan Islam, Muslim, Quran? Apakah enam perkara iman seseorang Muslim, solat lima waktu dalam Islam, malaikat manakah yang dipercayai menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad dan tahun bilakah Nabi Muhammad dilahirkan.

Berapa banyak Surah dalam Al-Quran? Berapa kali nama Isa disebut di dalam Al-Quran dan kenapa orang Islam bersalam menggunakan sarung tangan?

Pendedahan itu dibuat oleh Pengerusi Sahabat Pusat Perubatan Universiti Malaya (PPUM) Dr Dzulkhaini Husain yang mendakwa kepingan-kepingan kertas soalan itu ditemui dalam sebuah tong sampah.
 
Sambil mempertahankan tindakan Jais yang memeriksa gereja terbabit  Dzulkhaini berkata turut menjadi tanda tanya apabila kertas soalan seperti itu diagihkan dalam majlis makan malam yang dikatakan  untuk membantu golongan tidak bernasib baik dan memerlukan.

“Ketika kejadian itu terdapat kira-kira 100 orang dengan nisbah kehadiran satu perlima daripadanya adalah penganut Islam; 12 orang dewasa (tiga lelaki, sembilan wanita) dan lapan kanak-kanak,” katanya.

Beliau memberitahu apabila Jais masuk ke dalam, kertas soal jawab ini dah berkecai-kecai dan dimasukkan ke dalam tong sampah.
“Kalau niat baik kenapa nak masuk tong sampah? Apabila masuk tong sampah, Jais sita untuk dijadikan maklumat (bukti) di mahkamah.

“Malah bila mereka ini keluar seorang demi seorang, Jais meminta kad pengenalan (IC) untuk dilihat. Jais tidak ambil kad pengenalan daripada kanak-kanak memandangkan mereka tidak ada IC. Tindakan Jais ini benar.

“Tidak berlaku mereka (Jais) pecah pintu, hal itu berlaku diluar gereja, dengan sasaran (orang). Namun masih ada yang melemparkan fitnah mengatakan Jais pecah pintu dan berlaku kekasaran,” jelasnya.

Nyanyian “Alhamdulillah”, “Allahuakhbar

Sementara itu, didapati tentatif program makan malam tersebut turut diselit nyanyian berupa lagu – Alhamdulillah dan Allahuakhbar.

Melalui penelitian FMT, program bermula jam 6.30 petang, Rabu lalu dan sepatutnya berakhir jam 9.55 malam seperti yang tersedia dalam tentatif program itu.
Turut diselitkan dalam tentatif program berkenaan ialah ucapan aluan daripada Paderi Kanan DUMC Daniel Ho serta beberapa pembentangan kertas kerja projek oleh beberapa peserta.
Kemudian bermulalah nyanyian ‘Alhamdulillah dan Allahuakhbar’ dan sesi sembahyang yang diakhiri dengan nyanyian lagu ‘Sejahtera Malaysia’.

“Adakah ini ada sangkut-paut dengan ‘thanksgiving’ dan ‘methodist’? Mengapa ayat-ayat yang diharamkan digunakan oleh orang bukan Islam dalam enakmen agama bukan Islam (kawalan perkembangan agama lain dikalangan orang Islam 1988).
Sesudah itu, pada pukul 9 15malam, berlaku satu upacara sembahyang ‘intercession’ iaitu gaya sembahyang orang Kristian di mana meminta Nabi Isa untuk memohon kerestuan Tuhan mereka.
“Ingat pada masa itu ada 20 penganut agama (Islam) kita termasuk kanak-kanak ada di tempat itu, terpesong atau tidak, akidah mereka? Terpesongkan?

“Perkara ini dikeruhkan lagi, ada soal jawab tentang apa dia agama Iislam, mengapa orang Kristian methodist perlu melakukan perkara ini?,” soal Dzulkhaini.

Pada Rabu lalu media melaporkan Paderi Kanan DUMC Daniel Ho menjelaskan bahawa majlis makan malam di gereja terbabit adalah dianjurkan atas semangat 1Malaysia oleh Harapan Komuniti, sebuah NGO yang menawarkan bantuan kepada golongan yang tidak bernasib baik dan memerlukan.

.