Thursday, September 1, 2011

Lima Cara Memperlakukan Hati

Khutbah Idul Fitri 1432 H:

Oleh: Drs. Ahmad Yani

 
0diggsdigg
email
الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر
اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أََنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.
Ilustrasi (inet)
dakwatuna.com - Kembali puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kenikmatan beribadah kepada kita, khususnya pada bulan Ramadhan yang baru saja kita lalui, bahkan ibadah shalat Id kita pada pagi ini,  Karenanya kita berharap semoga semua itu dapat mengokohkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT dalam menjalani sisa kehidupan kita di dunia. Ketaqwaan yang membuat kita bisa keluar dari berbagai persoalan hidup dan mengangkat derajat kita menjadi amat mulia di hadapan Allah SWT.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan para penerusnya hingga hari akhir nanti.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu
Kaum Muslimin Yang Berbahagia.

Pagi ini kita memiliki perasaan yang sama, yakni gembira. Gembira bukan karena banyak makanan di rumah kita, bukan karena uang kita lebih dari cukup atau bukan pula karena pakaian kita baru. Tapi kita gembira karena berada dalam kesucian jiwa, kebersihan hati setelah melaksanakan ibadah Ramadhan. 

Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِحْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوْبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.
Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan shalat malam harinya. Barangsiapa puasa Ramadhan dan shalat malam dengan mengharap ridha Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang dilahirkan ibunya (HR. Ahmad).

Karena itu seharusnya kita pun bersedih karena Ramadhan yang sudah berlalu belum kita jalani ibadah di dalamnya dengan penuh kesungguhan, banyak di antara kita yang berpuasa hanya tidak makan dan tidak minum, shalat tarawih hanya mengejar jumlah rakaat tanpa kekhusyuan, tilawah Al-Qur’an yang hanya mengejar target khatam tanpa berusaha memahaminya sampai begitu sayang kita kepada harta sehingga tidak mau bersedekah atau hanya sedikit sedekah harta yang kita keluarkan dibandingkan dengan banyaknya harta yang kita miliki. Padahal belum tentu tahun depan Ramadhan bisa kita dapati lagi karena mungkin saja umur kita tidak sampai pada Ramadhan tahun depan sebagaimana hal itu dialami oleh orang tua kita, saudara-saudara, teman dan jamaah kita hingga tokoh-tokoh kita yang sudah lebih dahulu dipanggil oleh Allah SWT, karenanya kita doakan mereka yang sudah mendahului kita semoga diampuni dosa-dosa mereka, diluaskan kubur mereka dan dimasukkan mereka ke dalam surga yang penuh kenikmatan oleh Allah SWT.

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.

Kita semua tentu menyadari betapa banyak pribadi, keluarga, masyarakat, jamaah hingga bangsa dan negara yang tidak baik, amat jauh perjalanan hidupnya dari ketentuan yang digariskan oleh Allah SWT, bahkan bisa jadi kita termasuk orang yang demikian, semua itu berpangkal pada hati. Karena itu, hati memiliki kedudukan yang sangat penting. Baik dan buruknya seseorang sangat tergantung pada bagaimana keadaan hatinya, bila hatinya baik, maka baiklah orang itu dan bila hatinya buruk, buruklah orang itu. 

Rasulullah SAW bersabda:
أَلاَ إِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
Ingatlah, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, baiklah anggota tubuh dan apabila ia buruk, buruk pulalah tubuh manusia. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati (HR. Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu hati harus kita perlakukan dengan baik dalam kehidupan ini. Melalui khutbah pada pagi ini akan kita bahas paling tidak lima hal yang harus kita perlakukan terhadap hati kita masing-masing.  

Pertama, hati harus dibuka dan jangan sampai kita tutup. Yang menutup hati biasanya orang-orang kafir sehingga peringatan dan petunjuk tidak bisa masuk ke dalam hatinya, Allah SWT berfirman:
 إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ  خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS Al-Baqarah [2]:6-7)

Itu sebabnya, ketika Umar bin Khathab menutup hatinya dari petunjuk ia menjadi kafir bahkan sangat membenci Rasulullah SAW hingga bermaksud membunuhnya, namun ketika hati sudah dibuka dengan mudah petunjuk bisa masuk ke dalam hatinya yang membuatnya tidak hanya beriman tapi amat mencintai Rasulullah SAW. Hal yang amat berbahaya bila hati tertutup selain petunjuk dan nasihat tidak bisa masuk, keburukan yang ada di dalam hati juga tidak bisa keluar sehingga meskipun kita tahu bahwa itu buruk amat sulit bagi kita untuk mengeluarkan atau membuangnya. Ibarat ruangan, bila kita buka pintu dan jendelanya, maka udara kotor bisa keluar dan udara bersih bisa masuk sehingga akan kita rasakan kesegaran jiwa. 

Berbagai bencana yang kita nilai dahsyat dalam kehidupan kita di dunia ini bisa kita pahami sebagai bentuk upaya menggedor hati manusia agar mau membukanya dan mengakui kebesaran Allah SWT, namun ternyata hati yang tertutup rapat tetap saja tidak terbuka, mereka hanya mengatakan hal itu sebagai fenomena alam.

Memperlakukan hati yang Kedua adalah dibersihkan. Seperti halnya badan dan benda-benda, hati bisa mengalami kekotoran, namun kotornya hati bukanlah dengan debu, hati menjadi kotor bila padanya ada sifat-sifat yang menunjukkan kesukaannya kepada hal-hal yang bernilai dosa, padahal dosa seharusnya dibenci. Oleh karena itu, bila dosa kita sukai apalagi sampai kita lakukan, maka jalan terbaik adalah bertaubat sehingga ia menjadi bersih kembali, Rasulullah SAW bersabda:
التاَّ ئِبُ مِنَ الذَنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak menyandang dosa (HR. Thabrani).

Hati yang bersih akan membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap dosa, karena dosa adalah kekotoran yang membuat manusia menjadi hina, Allah SWT berfirman:
وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ. يَوْمَ لاَ يَنفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ. إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Dan janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS Asy-Syuaraa [26]:87-89).

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.

Ketiga, cara memperlakukan hati adalah harus dilembutkan. Kelembutan hati merupakan sesuatu yang amat penting untuk dimiliki, hal ini karena dengan hati yang lembut, hubungan dengan orang lain akan berlangsung dengan baik dan ia mudah menerima nilai-nilai kebenaran. Kelembutan hati akan membuat kita memandang dan menyikapi orang lain dengan sudut pandang kasih sayang sehingga bila ada orang lain mengalami kesulitan hidup, ingin rasanya kita mengatasi persoalan hidupnya, ketika kita melihat orang susah, ingin sekali kita mudahkan, tegasnya kelembutan hati menjauhkan kita dari rasa benci kepada orang lain meskipun ia orang yang tidak baik, karena kita pun ingin memperbaiki orang yang belum baik.

Salah satu yang harus kita waspadai yang menyebabkan hati menjadi keras sehingga kita menjadi semakin jauh dari Allah SWT adalah berbicara yang tidak baik dan tidak benar, hal ini karena ketika bicara kita demikian lalu ada orang lain menegur, meluruskan atau menasihati, kita cenderung mempertahankan dan membela diri atas pembicaraan kita yang tidak benar itu sehingga tanpa kita sadari kita pun memiliki hati yang menjadi keras, Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ, فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ, وَإِنَّ أََبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِى
Janganlah kalian banyak berbicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah. Karena banyak bicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah akan membuat hati keras. Sementara manusia yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras (HR. Tirmidzi).

Untuk bisa melembutkan hati, kita bisa melakukannya dengan banyak cara, di antaranya menyayangi anak yatim dan orang-orang miskin. Dalam satu hadits disebutkan:
أنَّ رَجُلاً شَكَا إلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ: إِمْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيْمِ وَ أَطْعِمِ الْمِسْكِيْنِ

Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah SAW seraya melaporkan kekerasan hatinya, maka beliau menasihatinya: “Usaplah kepala anak yatim dan berilah makanan kepada orang miskin” (HR. Ahmad).

Karena itu, amat disayangkan bila ada orang yang hatinya keras bagaikan batu sehingga sulit untuk diberi nasihat dan peringatan sebagaimana yang terjadi pada Bani Israil seperti yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya:

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Baqarah [2]:74).

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu

Kaum Muslimin Yang Dimuliakan Allah.

Keempat, hati harus disehatkan. Jasmani yang sehat membuat kita memiliki ghairah dan semangat dalam menjalani kehidupan dan makanan yang lezat bisa kita nikmati. Namun bila jasmani sakit tidak ada gairah hidup dan makanan yang enak tidak antusias bagi kita untuk memakannya dan bila kita makan pun tidak kita rasakan kelezatannya. 

Begitu pula halnya dengan hati, bila hati sakit kita tidak suka pada kebaikan dan kebenaran. Islam merupakan agama yang nikmat, namun bagi orang yang hatinya sakit tidak dirasakan kenikmatan menjalankan ajaran Islam kecuali sekadar menggugurkan kewajiban. Hati yang sakit biasanya dimiliki oleh orang munafik, mereka nyatakan beriman tapi sekadar di lisan, mereka laksanakan kebaikan  termasuk shalat tapi maksudnya adalah untuk mendapatkan pujian orang, karena itu tidak mereka rasakan nikmatnya beribadah dan berbuat baik. Allah SWT berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ. يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ. فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّهُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta. (QS Al-Baqarah [2]:8-10)

Karena itu, orang munafik akan mengalami penyesalan yang amat dalam disebabkan keburukan yang mereka sembunyikan di dalam hatinya, Allah SWT berfirman:

فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌ فَعَسَى اللّهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُواْ عَلَى مَا أَسَرُّواْ فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.”  Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” (QS Al-Maidah [5]:52

Kelima, ditajamkan. Hati harus kita asah hingga menjadi seperti pisau yang tajam. Pisau yang tajam akan mudah memotong dan membelah sesuatu. Bila hati kita tajam akan mudah pula membedakan mana haq dan mana yang bathil, bahkan perintah pun tidak selalu harus disampaikan dengan kalimat perintah, dengan bahasa isyarat saja sudah cukup dipahami kalau hal itu merupakan perintah yang harus dilaksanakan. Nabi Ibrahim dan Ismail as merupakan di antara contoh orang yang memiliki ketajaman hati sehingga perintah Allah SWT untuk menyembelih Ismail cukup disampaikan melalui mimpi dan Ismail menangkap hal itu sebagai perintah ketika Nabi Ibrahim menceritakannya, padahal Nabi Ibrahim tidak menyatakan bahwa hal itu merupakan perintah dari Allah SWT.

Untuk mendidik kita menjadi orang yang memiliki ketajaman hati, puasa merupakan salah satu caranya, karenanya pada waktu puasa, teguran orang lain kepada kita meskipun dengan bahasa isyarat sudah menyadarkan akan kesalahan yang kita lakukan, ini membuat kita dengan mudah bisa menangkap dan membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, sesuatu yang selama ini semakin hilang dari pribadi masyarakat kita sehingga yang haq ditinggalkan dan yang bathil malah dikerjakan, Allah SWT mengingatkan soal ini dalam firman-Nya:
وَلاَ تَأْكُلُواْ أَمْوَالَكُم بَيْنَكُم بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُواْ بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُواْ فَرِيقاً مِّنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالإِثْمِ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui (QS Al-Baqarah [2]:188).

Dengan demikian, menjadi amat penting bagi kita semua untuk memperlakukan hati dengan sebaik-baiknya sehingga perbaikan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa sesudah Ramadhan berakhir dapat kita lakukan. Akhirnya, marilah kita akhiri ibadah shalat Id kita pada pagi ini dengan sama-sama berdoa:
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ.
Ya Allah, ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mu’minin dan mu’minat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Dekat dan Mengabulkan doa.

اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ النَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْ لَنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَاِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ.
Ya Allah, tolonglah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pertolongan. Menangkanlah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi kemenangan. Ampunilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi pemberi ampun. Rahmatilah kami, sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rahmat. Berilah kami rizki sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik pemberi rizki. Tunjukilah kami dan lindungilah kami dari kaum yang dzalim dan kafir.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَناَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَ الَّتِى فِيْهَا مَعَاشُنَا وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِى فِيْهَا مَعَادُنَا وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شرٍّ
Ya Allah, perbaikilah agama kami untuk kami, karena ia merupakan benteng bagi urusan kami. Perbaiki dunia kami untuk kami yang ia menjadi tempat hidup kami. Perbaikilah akhirat kami yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagi kami dalam setiap kebaikan dan jadikan kematian kami sebagai kebebasan bagi kami dari segala kejahatan.

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا
Ya Allah, anugerahkan kepada kami rasa takut kepada-Mu yang membatasi antara kami dengan perbuatan maksiat kepadamu dan berikan ketaatan kepada-Mu yang mengantarkan kami ke surga-Mu dan anugerahkan pula keyakinan yang akan menyebabkan ringan bagi kami segala musibah di dunia ini. Ya Allah, anugerahkan kepada kami kenikmatan melalui pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama kami masih hidup dan jadikanlah ia warisan bagi kami. Dan jangan Engkau jadikan musibah atas kami dalam urusan agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini cita-cita kami terbesar dan puncak dari ilmu kami dan jangan jadikan berkuasa atas kami orang-orang yang tidak mengasihi kami.

اَللَّهُمَّ اِنِّى أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمِ لاَ يَنْفَعُ  وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَسْبَعُ وَمِنْ دُعَاءِ لاَيُسْمَعُ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tak bermanfaat, dari hati yang tak khusyu dan jiwa yang tak pernah merasa puas serta dari doa yang tak didengar (Ahmad, Muslim, Nasa’I).

 رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami kehidupan yang baik di dunia, kehidupan yang baik di akhirat dan hindarkanlah kami dari azab neraka.

Kemenangan dan kemerdekaan

oleh NURUL IZZAH
8/29/2011 8:27:27 PM
Aidilfitri hari kemenangan;
Kejayaan menempuh halangan;
Mengenali erti kekurangan;
Bagi yang tahu kesenangan.

Kepada pembaca budiman, saya ajukan soalan di hari yang mulia ini: Adakah umat Islam di Malaysia sebenarnya sudah menang?

Mungkin ada di antara kita yang, setelah sebulan berpuasa, menang lapar dan dahaga secara peribadi tetapi sebagai masyarakat yang sepatutnya menang di dalam janji kemerdekaan, perjuangan kita jelas masih belum selesai.

Mungkin ada di antara kita yang, setelah berakhirnya Ramadhan, menang dengan sedikit sumbangan di tangan dan wang zakat di saku tetapi sebagai masyarakat yang sepatutnya menang dari segi erti ekonomi rumahtangga yang benar-benar berdikari lagi mencukupi, jelas perjuangan kita memang belum selesai.

Kita belum menang bila kesederhanaan Islam dicela dengan taburan fitnah perpecahan hari demi hari.

Kita belum menang bila ketegasan Islam terhadap rasuah diperlekehkan dengan bercambah dan berakarnya budaya rasuah merata-rata, malah di bulan Ramadhan sekalipun.

Kita belum menang bila keadilan Islam diketepikan untuk keadilan palsu institusi kehakiman yang dinodai untuk matlamat politik sempit lagi menghimpit.

Kita belum menang bila kecaman Islam terhadap penipuan ditolak ketepi dengan kepincangan proses pilihanraya yang nyata penuh manipulasi, kolusi dan dipenuhi dengan warga baru segera.

Kita belum menang bila kewajipan beramanah dalam Islam disanggah dengan salah guna kuasa serta pecah amanah para pemimpin, pemegang jawatan awam dan penjaga keselamatan demi kesenangan sementara sesetengah pihak berkepentingan.

Kita belum menang apabila Islam diperguna untuk kepentingan politik perkauman sempit yang menjadi alasan untuk menjarah ekonomi dan menjajah politik Negara walapun penjajah British telah lama bersilih ganti dengan penjajah baru berwajah kebangsaan bersongkok tinggi.
Tepat saya rasa kita bertanya di Syawal yang mulia ini - lambang kemenangan umat Islam ke atas pancaroba hawa nafsu - bilakah kita akan menang? Bilakah rakyat negara tercinta ini akan menang?

Kita akan menang apabila ekonomi dibuka adil lagi saksama tanpa monopoli harga barang naik dan komisyen tinggi pembelian mahal lagi membazir yang memiskinkan rakyat dan merugikan masyarakat.

Kita akan menang apabila politik bersih lagi mulia memerdekakan jiwa bangsa daripada rasa takut kepada kerajaan menjadi takut kepada Tuhan.

Kita akan menang apabila keadilan dan kehakiman menjadi perisai rakyat daripada kekejaman dan keangkuhan pemegang amanah dan penjawat awam.

Kita akan menang apabila suara akhbar bebas memanggil untuk bersatu dan bukan berpecah akibat hasutan keji penulis berita.

Kita akan menang apabila penjarah ekonomi dan penjajah politik berwajah kebangsaan bersongkok tinggi yang bangga mewarisi peranan dan perundangan penjajahan British seperti ISA, PPPA, Akta Hasutan dan Ordinan Darurat dikalahkan oleh rakyat melalui pilihanraya yang bersih, telus dan adil.

Oleh itu, marilah kita terus berdoa dan berjihad agar Aidilfitri iaitu Hari Kemenangan menjadi titik perubahan kemerdekaan sebenar umat Islam di bumi bertuah ini.

Marilah kita teruskan semangat jihad Ramadan untuk kemenangan Syawal dan seterusnya berkorban Zulhijjah buat Malaysia yang lebih baik untuk semua

Tuesday, August 30, 2011

SELAMAT HARI RAYA EIDILFITRI

Alhamdulillah, saya telah selamat sampai kurang lebih jam 4.30 petang di rumah. Bersyukur ke hadrat Ilahi yang telah memberi sesuatu yang tidak layak nikmati jika dibandingkan dengan amalan yang dilaksanakan selaku hamba Allah. Mudah-mudahan Allah masukkan saya ke dalam golongan yang diampunkan segala dosa dan sentiasa bersyukur di atas segala nikmat yang  melimpah ruah.

Alhamdulillah. Banyak pengalaman yang perlu dikongsikan bersama pembaca setia blog saya. Setelah berhenti menulis mulai 16 Ogos hinggalah ke saat ini, saya bersykur kerana Allah menjemput saya untuk bersama jutaan manusia menziarahi dua Tanah Suci Mekah dan Madinah pada bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkatan. Sesuai dengan pesan Nabi saw, barangsiapa yang menunaikan umrah di bulan Ramadhan pahalanya seolah-olah menunaikan haji bersama Nabi saw. Mudah-mudahan umrah saya diterima. Insyaallah. Empat hari tiga malam berada di Madinah dan 9 hari 8 malam di Mekah. Terima kasih kepada pengurusan Andulisia, walaupun ada beberapa perkara pandangan peribadi untuk penambahbaikan pengurusan Andulisia. InsyaAllah saya akan catat untuk masa akan datang.

Sebelum meneruskan kalam ini saya mengambil kesempatan memohon ampun dan maaf daripada pembaca diatas segala kesalahan, kesilapan, keterlanjuran yang mungkin menyinggung perasaan. Selamat Hari Raya, Maaf Zahir dan Bathin daripada saya serta anak-anak dan isteri yang tercinta. Untuk guru-guru dan anak-anak murid (SKSS1 dan SKSB) yang masih mengingati saya, saya juga mohon ampun dan maaf, semuga kita semua dimasukkan dalam golongan yang diampun dosa kita. Amin. Jumpa lagi, InsyaAllah.

Sunday, August 14, 2011

8 Proyek Besar Ramadhan

Ulis Tofa, Lc


Oleh: Ulis Tofa, Lc
0diggsdigg
email
dakwatuna.com - Setiap muslim dan muslimah hendaknya mengetahui prioritas amal ibadah di bulan Ramadhan ini. Amal ibadah yang prioritas itu bisa dilihat dari adanya keutamaan dan pahala yang sangat besar. Sebab, kita tidak mungkin melaksanakan semua amal ibadah karena keterbatasan kemampuan kita dan kesempatan atau waktu yang ada.  Untuk memudahkan  mengetahui prioritas amal itu, kita coba istilahkan dalam bentuk Proyek Besar Ramadhan.

Di antara proyek itu adalah :

Pertama, Proyek Jutaan Kebaikan Ramadhan

Adalah dengan Anda membaca Al Qur’an tiga Juz satu hari. Imam At Tirmidzi dalam hadits Hasan Shahih dari Abdullah bin Mas’ud ra. meriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda:
” مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ حَسَنَةٌ، وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ: ألم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ، وَلَامٌ حَرْفٌ، وَمِيمٌ حَرْفٌ “.
“Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah, baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.”

Sederhananya kita bisa katakan: satu juz Al qur’an kira-kira berjumlah 7000 huruf x satu huruf dengan 10 kebaikan x pahala 70 kewajiban = 4.900.000 (empat juta sembilan ratus ribu) kebaikan. Anda bisa membaca satu juz dalam waktu kira-kira 40 menit paling lama.

Jika Anda mampu mengkhatamkan Al Qur’an satu kali saja di bulan Ramadhan, maka Anda biidznillah meraih 147 juta kebaikan. Jika Anda mengkhatamkan tiga kali : 147 x 3 = 441 juta kebaikan, padahal Allah swt. melipat gandakan pahala kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Kedua, Proyek Terhindar dari Neraka dan Penyakit Nifaq

Proyek ini akan Anda raih dengan selalu menjaga shalat lima waktu di masjid dengan mendapatkan takbiratul ihram awal imam. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
“مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ، بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ” .
“Barangsiapa yang shalat karena Allah empat puluh hari secara berjama’ah dengan mendapatkan takbiratul ihram pertama imam, maka ia dipastikan akan terhindar dari dua hal: terhindar dari api neraka dan terhindar dari penyakit nifaq atau munafiq.”
Seorang generasi Tabi’in, Said bin Al Musayyib berkata:
“Tidaklah seorang muadzin mengumandangkan adzan selama tiga puluh tahun, kecuali saya sudah berada di dalam masjid.”

Ketiga, Proyek 30 Kali Haji dan Umrah

Yaitu dengan menunggu di masjid setelah shalat berjama’ah Subuh sampai terbit matahari dengan melakukan shalat dua rekaat Dhuha. Imam At Tirmidzi meriwayatkan dengan hadits Hasan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
” من صلى الفجر في جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس، ثم صلى ركعتين، كانت له كأجر حجة وعمرة  تامةّ، تامةّ، تامةّ ”.
“Barangsiapa yang shalat Shubuh berjama’ah kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah sampai terbit matahari, kemudian ia melaksanakan shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.”

Keempat, Proyek Do’a Tak Tertolak

Dengan cara melaksanakan seruan Allah swt. “Dan Tuhan kalian berfirman: Berdo’alah kepada-Ku, Pasti Aku kabulkan permintaan kalian.” Ghafir:60
Dan hadits Nabi saw.:
“ثلاثة لا ترد دعوتهم: الصائم حتى يفطر، والإمام العادل، ودعوة المظلوم يرفعها الله فوق الغمام وتفتح لها أبواب السماء ويقول الرب: وعزتي وجلالي لأنصرنك ولو بعد حين ” (رواه أحمد والترمذي)
“Tiga kelompok yang tidak akan ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai ia berbuka. Pemimpin yang adik. Dan do’a orang yang teraniaya. Allah menyibak awan dan membuka pintu-pintu langit seraya berfirman: “Demi kemulian-Ku dan keagungan-Ku, pasti Aku tolong kamu, walau setelah beberapa waktu.” Ahmad dan At Tirmidzi

Maka khususkan Anda berdo’a dalam setiap hari sepertiga jam (20 menit) sebelum buka puasa. Anda menyibukkan diri dengan dirimu sendiri, menghadap kiblat, Anda angkat kedua tangan ke langit, memohon kepada Tuhanmu dengan penuh ikhlas, rendah diri, penuh harap dan penerimaan. Kalau perlu Anda menyiapkan runtutan do’a yang akan Anda baca. Anda berdo’a untuk diri Anda, keluarga Anda, teman Anda serta umat muslim yang tertindas seperti di Palestina, Iraq, dan Afghanistan dan setiap penjuru umat muslim.

Kelima, Proyek 90 Rumah di Surga
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:
” ما من عبد مسلم يصلي لله تعالى كل يوم اثنتي عشرة ركعة تطوعاً غير الفريضة إلا بنى الله له بيتاً في الجنة “.
“Tidaklah seorang hamba muslim yang melaksanakan shalat karena Allah setiap hari berjumlah 12 rakaat sunnah selain yang wajib, kecuali Allah membangunkan baginya rumah di surga.”
Ini artinya Anda shalat sunnah sehari semalam 37 rakaat selain shalat wajib. Cara pelaksanaannya demikian:
  • Menjaga melaksanakan shalat sunnah 12 rakaat
  • Melaksanakan shalat tarawaih dan witir minimal 11 rakaat
  • Melaksanakan shalat sunnah lainnya, seperti:
    1. Shalat Dhuha 4 rakaat
    2. Shalat tahiyatal masjid 2 rakaat minimal
    3. Shalat 2 rakaat setiap kali selesai berwudhu
    4. Shalat sunnah qabla Ashar 4 rakaat jika berkenan
Jumlahnya 37 rakaat, jumlah ini sepadan dengan 3 rumah di surga setiap hari, atau 90 rumah sepanjang bulan.

Keenam, Proyek Penghapusan Dosa

Dengan cara menunaikan umrah dan berziarah ke dua kota suci: Makkah dan Madinah. Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“العمرة إلى العمرة كفارة لما بينهما إذا اجتُنبت الكبائر “.
“Dari umrah satu ke umrah yang lain, menghapus kesalahan antara waktu keduanya, jika tidak melakukan dosa besar.”
Apalagi umrah di bulan Ramadhan yang memiliki pahala khusus, Rasulullah saw. bersabda:
“عمرة في رمضان تعدل حجة” أو قال: “حجة معي”
“Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji.” Dalam riwayat yang lain: “Sebanding haji bersamaku.” Bukhari dan Muslim

Ketujuh, Proyek Rumah Masa Depan

Dengan cara Anda membagi anggota keluarga dalam semalam menjadi beberapa kelompok. Satu orang di antara mereka berjaga satu jam, kemudian membangunkan orang sesudahnya, ia bergantian untuk tidur. Buatlah jadwal dan pasang di dinding. Sehingga dengan demikian anggota keluarga sebenarnya shalat semalam suntuk di rumah. Betapa besar keutamaan dan kemuliaan yang akan diraih. Allah berfirman:
“Dan sebagian malam, maka shalat tahajuddlah sebagai ibadah nafilah kamu. Mudah-mudahan Allah membangunkan bagimu tempat yang terpuji.” Al Isra’:79

Anas bin Malik ra membagi malamnya menjadi tiga bagian: Ia bangun dan shalat di sepertiga malam awal. Kemudian ia membangunkan istrinya untuk shalat di sepertiga malam kedua. Kemudian istrinya membangunkan putrinya satu-satunya untuk melaksanakan shalat di sepertiga akhir. Ketika istrinya meningggal, Anas membagi malamnya menjadi dua bagian: ia shalat malam di separuh malam pertama, kemudian ia membangunkan putrinya untuk shalat malam di separuh malam terkahir. Ketika Anas meninggal dunia, putrinya berjuang untuk menghidupkan malam seluruhnya.

Kedelapan, Proyek Malam Sepanjang Umur

Yaitu dengan menghidupkan malam lailatul Qadar. Malam di mana Al Qur’an diturunkan di dalamnya.
Semoga dengan khusus kami bisa ketengahkan kegiatan atau proyek merebut malam lailatul qadar dalam tulisan berikutnya, insya Allah. Allahu a’lam. (dinukil dari artikel Dr. Al Hammadi)

Saturday, August 13, 2011

PANDAI SUNGGUH UMNO /BN BERLAKON

Undang-Undang Murtad: UMNO tolak mentah-mentah usul PAS



Kuala Lumpur, 10 Ogos: Lakonan Umno kononnya mahukan akta mencegah murtad langsung tidak boleh dipercayai kerana inisiatif mengenai perkara itu berkali-kali ditolak, kata Naib Presiden PAS, Salahuddin Ayub.

"Saya bercakap mengenai pengalaman peribadi kerana dalam sidang Parlimen yang bermula pada Mac 2006, saya mengemukakan rang undang-undang persendirian yang dinamakan Rang Undang-Undang Murtad.

"Rang undang-undang itu bukan sahaja tidak dipedulikan oleh ahli-ahli Parlimen Umno malah ditolak mentah-mentah," katanya.

Selepas itu, kata Ahli Parlimen Kubang Kerian itu, sekali lagi beliau mengemukakan usul yang juga meminta Dewan Rakyat mewujudkan undang-undang mencegah murtad seperti meminda Perkara 11(1) Perlembagaan Persekutuan dengan memasukkan peruntukan yang jelas menghalang individu Islam daripada secara bebas mengisytiharkan diri keluar daripada agama Islam.

"Usul itu juga tidak dipedulikan oleh kerajaan dan ahli-ahli Parlimen Umno," katanya

Semalam, Ahli Majlis Tertinggi (MT) Umno, Dr Mohd Puad Zarkashi dilapor mencadangkan agar Akta Jenayah Akidah diwujudkan bagi memastikan tiada usaha memurtadkan umat Islam berlaku di negara ini.

Menurut Salahuddin, usaha yang dibawa oleh pihak PAS mengenai perkara itu dibuat berkali-kali selepas Presiden PAS sendiri, Datuk Seri Tuan Guru Abdul Hadi Awang selaku Ahli Parlimen Marang mengemukakan usul dan rang undang-undang persendirian untuk mencegah murtad.

Pada 25 Mac 1988, Tuan Guru telah mengemukakan usul untuk membincangkan gejala murtad, tetapi ditolak.
Selepas itu, pada 2 November 1999, Tuan Guru juga tidak dibenarkan membentang rang undang-undang ahli persendirian untuk mencegah murtad.

"Penolakan usul dan rang undang-undang persendirian mengenai murtad yang berlaku berkali-kali itu membuktikan Umno langsung tidak berminat untuk mencegah jenayah syariah paling serius itu.

"Sebab itulah umat Islam tidak seharusnya tertipu dengan gelagat gerombolan kuda tunggangan Umno yang kini nampak benar menunjuk-nunjuk kononnya mereka mahu mencegah murtad," tegas Salahuddin.

Beliau juga berharap rakyat menolak lakonan dan permainan gerombolan kuda tunggangan Umno itu kerana mereka adalah hipokrit sebenar.

"Amat hipokrit apabila bercakap hendak menentang gejala murtad tetapi pada masa yang sama menjadi kuda tunggangan Umno yang berkali-kali menolak usaha untuk mencegah murtad.

"Menolak inisiatif dan usaha untuk menentang murtad melalui peruntukan undang-undang dan perlembagaan hakikatnya menentang dan memusuhi usaha mencegah jenayah syariah paling serius itu," kata Salahuddin.

Beliau juga mempersoalkan di mana suara Umno ketika umat Islam bangkit menentang kes-kes murtad seperti kes Aishah Bukhari, Hartina Kamaruddin dan Lina Joy.

"Malah Umno juga berdiam diri ketika umat Islam bertindak menentang pindaaan 121 (1A) Perlembagaan Persekutuan dan ketika 10 menteri dari Barisan Nasional bertindak mempertikaikan perkara 121 (1A) itu dengan tujuan untuk membunuh kuasa mahkamah Syariah serta membolehkan mahkamah sivil memansuhkan keputusan mahkamah Syariah," katanya.

Dengan sejarah sedemikian, Salahuddin sekali lagi meminta umat Islam menolak hipokrit yang cuba berlagak hero yang kononnya memperjuangkan Islam dan kepentingan umat Islam.

Friday, August 12, 2011

Do'a dan Istighfar Yang Mencakup Segala Dosa & Kesalahan

ILUSTRASI. (foto: Google)


Maukah Anda mengetahui do’a memohon ampunan pada Allah atau istighfar yang sudah mencakup segala hal, sudah mencakup segala dosa? Inilah do’a yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang moga-moga bisa rutin kita amalkan dalam do’a-do’a kita sehari-hari. Karena kita tahu bersama bahwa kita adalah manusia yang tidak luput dari salah baik tatkala bercanda atau serius. Moga dengan do’a ini, Allah mengampuni dan memaafkan kesalahan-kesalahan kita yang ada.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى خَطِيئَتِى وَجَهْلِى وَإِسْرَافِى فِى أَمْرِى وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى جِدِّى وَهَزْلِى وَخَطَئِى وَعَمْدِى وَكُلُّ ذَلِكَ عِنْدِى
Allahummagh-firlii khothii-atii, wa jahlii, wa isrofii fii amrii, wa maa anta a’lamu bihi minni. Allahummagh-firlii jiddi wa hazlii, wa khotho-i wa ‘amdii, wa kullu dzalika ‘indii
(Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kejahilanku, sikapku yang melampaui batas dalam urusanku dan segala hal yang Engkau lebih mengetahui hal itu dari diriku. Ya Allah, ampunilah aku, kesalahan yang kuperbuat tatkala serius maupun saat bercanda dan ampunilah pula kesalahanku saat aku tidak sengaja maupn sengaja, ampunilah segala kesalahan yang kulakukan)[1]

Penjelasan

Do’a ini adalah do’a yang mencakup segala macam istighfar (memohon ampunan pada Allah). Karena do’a ini sifatnya umum mencakup semuanya dan disertai dengan perincian dengan lafazh yang tegas.

Makna do’a ini adalah ‘Ya Allah, ampunilah dosaku seluruhnya (dosa kecil maupun dosa besar). Ampunilah dosa yang muncul karena kejahilan diriku, karena sikap melampaui batas dalam segala hal. Ya Allah, ampunilah dosaku semuanya yang kuketahui maupun tidak kuketahui, yang diperbuat dalam keadaan serius atau bercanda, dan yang diperbuat di kala keliru (tidak sengaja) dan di kala sengaja. Aku mengakui semua dosa-dosa ini, Ya Allah’.

Sedangkan kalimat do’a yang terakhir “wa kullu dzalika ‘indii”, maksudnya adalah pengakuan kepada Allah bahwa kita adalah hamba yang penuh dosa. Kita mengakui semua dosa itu sehingga timbullah rasa hina di hadapan Allah, maka kita pun mohon ampun pada-Nya. Hal ini menunjukkan pada kita bahwa pengakuan seorang hamba terhadap dirinya bahwa ia penuh kekurangan, ini adalah salah satu sebab diterima taubat dan diampuninya dosa.

Renungkanlah Do’a

Ada satu pelajaran dari sini yang perlu diperhatikan. Do’a ini menunjukkan bahwa sudah seharusnya seseorang ketika berdo’a merenungkan maksud do’a yang ia panjatkan karena ini memberikan pengaruh amat besar pada jiwa. Hal ini akan menimbulkan kekhusyu’an, rasa tunduk dan hina di hadapan Ar Rahman. Inilah yang menunjukkan sempurnanya ibadah seseorang dalam beribadah kepada Allah.
 
Pelajaran Penting

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah memberikan faedah berharga mengenai do’a:

[1] Hendaknya seseorang menghadirkan segala apa yang ingin ia minta
.
[2] Ketika berdo’a berarti kita sedang berinteraksi dengan Allah. Ketika seseorang merinci atau banyak meminta kepada Allah ketika interaksi tersebut, itu membuat Allah lebih menyukainya dibanding dengan hanya ringkas saja dalam meminta.

[3] Semakin banyak seseorang berdo’a, berarti ia semakin dekat dengan Allah.

[4] Semakin banyak seseorang berdo’a (memohon), itu tanda bahwa ia semakin butuh pada Allah Ta’ala. (Tafsir Surat ‘Ali Imron 1/116)
[Disarikan dari Syarh Ad Du’aa, Hamir bin ‘Abdul Humaid bin Miqdam, do’a no. 84][2]

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.

Prepared in the blessed morning in Riyadh-KSA, Yauma ‘Asyura - 10th Muharram 1432 (16/12/2010)
By: Muhammad Abduh Tuasikal

Jiwa bersih lahir kerja kualiti


NIk Abdul Aziz Nik Mat   
Saya baru berkesempatan mengikuti sesi pengajian kitab Bidayatul Hidayah di Kompleks Kota Darul Naim pada hari Khamis lalu. Sebenarnya pengajian kitab ini pada setiap hari Khamis sudah bermula semenjak awal tahun ini dan dibuka untuk kakitangan Kompleks Kota Darul Naim, cuma dikejar oleh kepadatan jadual kerja, saya hanya sempat meluangkan masa bersama-sama kakitangan menadah kitab ini pada hari Khamis lalu. Alhamdulillah, kuliah yang disampaikan oleh Timbalan Mufti Negeri Kelantan, Yang Berhormat Dato’ Haji Nik Abdul Kadir bin Haji Nik Muhammad itu saya lihat sangat baik dan bermanfaat terutamanya ke arah melahirkan kakitangan kerajaan yang mempunyai jiwa yang bersih.
Tasauf sebenarnya tidak asing di dalam Islam. Namun mungkin kerana masyarakat disibukkan dengan soal-soal fiqh, sehingga kadang-kadang terlepas pandang tentang kepentingan penyucian jiwa. Sedangkan selalunya iman iaitu amalan hati disebut terlebih dahulu sebelum amal yang merupakan amalan anggota fizikal. Firman Allah SWT :
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا
Yang bermaksud : Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik. – Surah al-Kahfi, ayat 30

Ayat di atas jelas sekali meletakkan bahawa beriman dan beramal soleh merupakan dua syarat yang perlu ada untuk seseorang itu diberikan ganjaran yang baik oleh Allah SWT. Bahkan betapa pentingnya iman yang merupakan gerak kerja hati, ia diletakkan lebih dahulu daripada amal. Di dalam hadis, Rasulullah SAW pernah menerangkan persoalan ihsan yang juga merupakan gerak kerja hati. Sabda Baginda SAW tentang ihsan sewaktu ditanya oleh Jibril yang datang menyerupai seorang lelaki :
أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
Yang bermaksud : Kamu mengabdikan diri kepada Allah seolah-olah kamu melihat Allah, dan jika tidak (mampu membayangkan) kamu melihatnya, maka (ketahuilah) Dia melihatmu.



Justeru selagi mana roh bercampur baur dengan jasad, maka selagi itulah pengajian tasauf tidak boleh dipisahkan dengan pengajian fiqh. Bukan tidak penting berbincang tentang soal sah batal solat dan sebagainya, tetapi penting juga untuk turut dibincangkan persoalan hati yang bersih bagi memastikan amalan diterima oleh Allah SWT. Hati yang bersih sahaja yang akan menerima hidayah daripada Allah SWT. Khususnya di bulan Ramadhan ini yang disebut sebagai bulan hidayah, sekalipun hidayah datang mencurah-curah, jika tidak ditadah dengan hati yang bersih, ia tidak akan memberikan apa-apa manfaat. Umpama hujan yang turun dengan lebat dari langit, tetapi jika tidak ditadah dengan bekas atau tempayan, ia hanya akan berlalu begitu sahaja.

Oleh yang demikian, apabila pengajian tasauf dimulakan di dalam kompleks Kota Darul Naim semenjak awal tahun ini, saya sungguh-sungguh merasa gembira. Sekalipun saya rasa sudah terlewat sebenarnya pengajian ini dimulakan dengan usia kerajaan Kelantan di bawah dasar Membangun Bersama Islam yang mencecah 21 tahun pada tahun ini, saya tetap gembira dengan perkembangan positif ini. Hakikatnya, di luar pagar komples Kota Darul Naim, pengajian tasauf sudah diajar di pondok-pondok begitu lama. Tok Kenali atau nama sebenarnya Muhammad Yusuf bin Ahmad yang meninggal dunia pada tahun 1933 juga terkenal sebagai seorang tokguru tasauf. Saya amat berterima kasih kepada seluruh tuan-tuan guru pondok samada yang telah pergi atau yang masih ada bersama kita yang tidak jemu-jemu mengajar persoalan dosa pahala syurga neraka kepada rakyat Kelantan. Hasilnya, hari ini, rakyat Kelantan dikenali sebagai masyarakat beragama yang tidak senang digugat dengan gelombang jahiliyyah. Apa-apa dasar dan pelaksanaan yang selari dengan syariat Islam yang cuba diperkenalkan oelh kerajaan negeri Kelantan diterim baik oleh masyarakat kerana mereka sudah diajar oleh tuan-tuan guru pondok begitu lama. Tinggal lagi untuk mempraktikkannya di dalam kerangka undang-undang. Semoga Allah mengurniakan mereka dengan sebaik-baik ganjaran.

Hari ini, dasar Membangun Bersama Islam di Kelantan diterima dengan baik oleh rakyat. Tidak ada sebarang masalah yang timbul sekalipun dulu ramai yang melabel bahawa Islam tidak boleh memerintah. Jika adapun sedikit gangguan hanyalah ibarat nyamuk yang berdesing di luar kelambu termasuklah usaha untuk menyaman kerajaan negeri ekoran isu judi beberapa minggu lepas. Saya anggap saman ini hanyalah satu usaha untuk mengacau keharmonian rakyat Kelantan. Jika diturutkan hati, ingin saja saya perkenalkan dasar Membangun Bersama Islam dan Iman, kerana iman itulah yang berkait rapat dengan hati. Namun, bimbang nanti disalahfaham oleh golongan-golongan tertentu, saya mengira setakat ini cukup sekadar kita menyebut Membangun Bersama Islam. Itupun ada yang berpura-pura tidak faham lantas menyerang kita dari pelbagai sudut.

Apapun saya berharap semoga pengajian tasauf seperti ini berterusan sehingga berjaya melahirkan golongan pekerja yang bersih jiwanya. Saya percaya, kebersihan jiwa ini yang melahirkan kerja yang berkualiti. Dalam erti kata lain, bersih jiwa bersih amalan, insya-allah. Inilah yang menggembirakan hati saya sebagai seorang yang diberikan amanah oleh Allah SWT menerajui pentadbiran negeri Kelantan. Saya mengharapkan agar apa yang dilakukan ini menjadi ganjaran yang baik di sisi Allah SWT sebagai bekalan untuk menghadapNya kelak, insya-Allah.

NIK ABDUL AZIZ BIN NIK MAT,
Menteri Besar Kelantan