Saturday, February 27, 2016
Sunday, January 3, 2016
Semuga Allah Memberkati Usaha Kami
Pagi ini bergegas ke SK Durian Burung, jam 7.00 pagi terasa terlalu pantas. Pagi ni seramai 12 orang anak yatim dari Asrama Puteri Pratahfiz Perkaya, Kubang Parit mendaftar di diri di SK Durian Burung. Saya diamanah oleh Tuan Hj Mohd Omar untuk menguruskan pendaftaran anak-anak ini. Alhamdulillah, jam 7.30 pagi anak-anak ini dah menunggu di tepi pagar SK Durian Burung.
Kami berkumpul di kantin sekolah, sementara menunggu arahan seterusnya daripada pengurusan sekolah. Alhamdulillah, dapat bertemu rakan lama Cikgu Hj Abd Razak Ahmad guru besar SK Durian Burung. Anak-anak kelihatan ceria, Alhamdulillah mereka dijamu dengan nasi ayam RMT, terima kasih Cikgu Razak di atas layanan mesra kepada anak-anak yatim ini. Guru PK HEM dan PK1 juga turut meraikan kehadiran kami. Alhamdulillah, inilah yang dipesan oleh Rasulullah saw orang yang meraikan anak yatim, Allah merahmati mereka. InsyaAllah.
Anak-anak ini ditempatkan di rumah kediaman Allahyarham Dato Mansor bekas exco Krj Negeri Terengganu suatu masa dahulu. Anak-anak Allahyarham telah sepakat mewakafkan rumah tersebut kepada Perkaya Negeri Terengganu untuk dijadikan asrama anak-anak yatim.
Pengerusi Asrama Puteri Pratahfiz Perkaya ini ialah Tuan Haji Mohd Omar bin Abd Rahma, bekas Pengarah Pendidikan Negeri Terengganu. Manakala Setiausahanya Puan Hjh Habsah bekas guru besar cemerlang SK Tok Jiring.
Semuga usaha yang terlalu daif ini mendapat pertolongan daripada Allah s.w.t. Inilah aktiviti yang mampu kami lakukan setelah bersara daripada alam perkerjaan. Sesungguh pengalaman sebagai pendidik amat membantu kami untuk mengurus anak-anak yatim ini.

Keperihatinan ahli masyarakat, khususnya yang berada di sekitar perumahan ini amat membanggakan. Pada malam solat hajat, khamis malam jumaat lepas hampir 40 orang ahli jemaah Masjid Kubang Parit turut hadir di rumah ini. Tok Imam dan ahli jemaah memberi kerjasama yang amat baik. Alhamdulillah.
Pada hari sabtu 2 Januari 2016 seramai 11 orang anak-anak yatim mendaftar diri di rumah Perkaya di Kubang Parit. Tuan Hj Mohd Omar menyampaikan taklimat kepada ibubapa yang menghantar anak-anak mereka.
Pagi ini bergegas ke SK Durian Burung, jam 7.00 pagi terasa terlalu pantas. Pagi ni seramai 12 orang anak yatim dari Asrama Puteri Pratahfiz Perkaya, Kubang Parit mendaftar di diri di SK Durian Burung. Saya diamanah oleh Tuan Hj Mohd Omar untuk menguruskan pendaftaran anak-anak ini. Alhamdulillah, jam 7.30 pagi anak-anak ini dah menunggu di tepi pagar SK Durian Burung.
Kami berkumpul di kantin sekolah, sementara menunggu arahan seterusnya daripada pengurusan sekolah. Alhamdulillah, dapat bertemu rakan lama Cikgu Hj Abd Razak Ahmad guru besar SK Durian Burung. Anak-anak kelihatan ceria, Alhamdulillah mereka dijamu dengan nasi ayam RMT, terima kasih Cikgu Razak di atas layanan mesra kepada anak-anak yatim ini. Guru PK HEM dan PK1 juga turut meraikan kehadiran kami. Alhamdulillah, inilah yang dipesan oleh Rasulullah saw orang yang meraikan anak yatim, Allah merahmati mereka. InsyaAllah.
Anak-anak ini ditempatkan di rumah kediaman Allahyarham Dato Mansor bekas exco Krj Negeri Terengganu suatu masa dahulu. Anak-anak Allahyarham telah sepakat mewakafkan rumah tersebut kepada Perkaya Negeri Terengganu untuk dijadikan asrama anak-anak yatim.
Semuga usaha yang terlalu daif ini mendapat pertolongan daripada Allah s.w.t. Inilah aktiviti yang mampu kami lakukan setelah bersara daripada alam perkerjaan. Sesungguh pengalaman sebagai pendidik amat membantu kami untuk mengurus anak-anak yatim ini.
Keperihatinan ahli masyarakat, khususnya yang berada di sekitar perumahan ini amat membanggakan. Pada malam solat hajat, khamis malam jumaat lepas hampir 40 orang ahli jemaah Masjid Kubang Parit turut hadir di rumah ini. Tok Imam dan ahli jemaah memberi kerjasama yang amat baik. Alhamdulillah.
Pada hari sabtu 2 Januari 2016 seramai 11 orang anak-anak yatim mendaftar diri di rumah Perkaya di Kubang Parit. Tuan Hj Mohd Omar menyampaikan taklimat kepada ibubapa yang menghantar anak-anak mereka.
Saturday, March 7, 2015
Wednesday, March 4, 2015
Wednesday, February 4, 2015
"Deadline Your Life", Merencanakan Jadwal Kematian Kita
Judul Buku: Deadline Your Life! (Ingat Mati Agar Hidup Lebih Berarti)
Penulis: Sholikhin Abu Izzuddin
Penerbit: Pro-U Media –Yogyakarta
Cetakan: 1, Juli 2011
Tebal: 322 Halaman
Penerbit: Pro-U Media –
Cetakan: 1, Juli 2011
Tebal: 322 Halaman
Cover Buku
"Deadline Your Life"
dakwatuna.com – Perbanyaklah
mengingat penghancur kelezatan-kelezatan, yaitu kematian (HR Tirmidzi No 230,
Shohihul Jami’ no. 1210)– Deadline Your Life Halaman 101.
Membicarakan mati, seperti tak ada habisnya. Ia bisa kita
diskusikan dari berbagai macam perspektif. Apa saja, semau kita. Salah satunya
adalah perspektif Islam dalam memandang kematian. Ini merupakan perspektif
terbaik dan terlengkap dibanding perspektif lain.
Hal itulah yang dilakukan oleh ‘motivator sejuta umat’,
Sholikhin Abu Izuddin dalam membahas kematian. Dengan kepiawaiannya mengolah
kata bersajak, buku setebal 322 halaman ini serasa sangat renyah untuk
dikunyah. Tidak perlu mengerutkan dahi, hanya perlu menyiapkan
sunggingan-sunggingan senyum di setiap jenak buku ini. Beliau akan membuat kita
untuk mengangguk setuju dan kemudian bergegas untuk mengukir prestasi.
Mati, sebagaimana kita pahami bersama
merupakan kepastian paling pasti dari kehidupan yang kita jalani. Ia merupakan
dua mata pisau yang berbeda, tergantung dari mana kita memakainya. Bagi seorang
fajir, yang bergelimang dosa, mati tentu saja merupakan sebuah monster yang
sangat menakutkan. Golongan ini sangat takut akan datangnya mati. Jangankan
untuk membicarakan mati, mengingat saja mereka enggan. Yang masuk dalam
golongan ini, salah satunya adalah mereka yang sangat mencintai dunia. Mereka
menganggap bahwa dunia ini adalah yang terakhir. Dunia ini adalah tempat
bersenang-senang, sesuai nafsu mereka. Padahal sejatinya tidak! Dunia ini
adalah ladang yang mesti kita garap dan baru bisa kita panen kelak di akhirat.
Bagi seorang mukmin, mati tentu saja
sebuah kata yang sangat menarik dan bisa jadi pada taraf sangat dirindukan.
Sebut saja generasi salaf, generasi terbaik umat ini. Mereka menganggap mati
sebagai sebuah kenikmatan, karena dengan itu mereka bisa bertemu dengan kekasih
sejatinya, Allah Subhanahu wa Ta’alaa. Oleh karena itu, generasi ini termasuk
yang bergegas, berlomba dalam melakukan amal shalih. Mereka tak kenal putus
asa, tidak mau menunda bahkan selalu menangis ketika tertinggal dalam melakukan
amal shalih. Generasi ini, nyaris habis. Meski dalam beberapa kasus, kita masih
bisa mengadakannya, terutama pada diri kita masing-masing. Semoga.
Buku berukuran 12 x 20 cm ini,
akan mengajak Anda untuk terus berkarya, agar kita mati dengan tersenyum. Ya.
Senyum kemenangan sebagai syuhada’. Karena mati itu pasti, tapi bukan itu
esensi utama dari kematian kita. Melainkan bagaimana kita mati, itulah yang
lebih penting dan mesti kita persiapkan. Abu ya’la (Syadad) bin Aus
Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah bersabda, “Orang yang cerdas adalah
orang yang mengoreksi dirinya dan mempersiapkan amal untuk bekal sesudah mati. Dan
orang yang bodoh adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya dan berangan-angan
kepada Allah” (HR Tirmidzi). Hadits yang terdapat di halaman 80 ini merupakan
sebuah pilihan. Pilihan yang Rasulullah ajukan kepada kita, umatnya, akankah
kita memilih untuk menjadi cerdas dengan mempersiapkan bekal setelah mati, atau
sebaliknya, memilih menjadi orang bodoh dengan menuruti hawa nafsu dan panjang
angan-angan.
Buku yang terbit pertama di bulan
juli tahun 2011 ini, sejatinya hanya terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama
tentang perlunya kita mengingat mati. Bagian kedua merupakan langkah yang harus
kita lakukan agar mati kita menjadi berpengaruh. Agar mati yang kita hadapi
kelak menginspirasi bagi generasi-generasi yang kita tinggalkan. Agar mati yang hanya sekali, senantiasa berbekas bagi
diri maupun orang lain.
Bagian pertama buku ini terdiri dari
4 bab meliputi: Deadline Power, Bila Waktu Telah Berakhir, Bagaimana Cara
Memotivasi Diri, dan Mengapa Harus Men-deadline Diri. Masing-masing
Bab dalam buku ini, disertai dengan sub-bab yang akan memudahkan pembaca untuk
menyelami pemikiran penulis. Di bagian pertama ini, penulis menyebutkan
betapa pentingnya kita mengingat mati. Di antaranya agar kita tidak menunda
dalam melakukan kebaikan, menghiasi hari dengan prestasi- sekecil apapun,
senantiasa berkata jujur, tersenyum sebagai bentuk sedekah yang paling murah
dan aneka kiat-kiat dan contoh terkait pentingnya kita mengingat mati. Muaranya, penulis mengajak kita untuk merenung, bahwa hidup yang
Allah berikan ini tidaklah kekal. Hidup yang Allah berikan kepada kita hanyalah
terminal yang harus kita isi dengan amal shalih sebagai perbekalan kehidupan
setelah kematian kita. Sehingga, ketika kesadaran seperti itu sudah terbentuk,
maka kita akan menjadi pribadi yang cerdas, sebagaimana di sebutkan dalam
hadits riwayat Imam Tirmidzi di atas, yaitu pribadi yang mengingat mati dan
mengumpulkan perbekalan untuk mati.
Bagian pertama dalam buku ini,
dipaparkan secara gamblang sebanyak 164 halaman. Sehingga kita akan puas dan
kemudian menyegerakan diri untuk mengumpulkan bekal kematian yang merupakan
gerbang menuju kehidupan yang lebih abadi, akhirat.
Setelah diajak melanglang buana
terkait pentingnya mati, kita langsung diajak melangkah. Melakukan aneka aksi
untuk menjemput kematian kita.
Ada Sembilan langkah yang penulis
paparkan dalam bagian kedua ini. Sembilan langkah tersebut meliputi:
1. Mati Urusan Pribadi, Persiapkan
Dirimu!
Dalam bab ini, penulis bertutur,
“Siapa yang memungkiri? Jenderal atau Kopral, majikan atau pelayan, selebritis
atau pengemis, direktur atau kondektur, koruptor atau provokator, bahkan
anggota dewan atau tukang jagal hewan, semua bakal merasakan kematian. (Hal
175).
Dalam bab ini, diuraikan pula
sejumlah nama yang telah diganjar surga oleh Allah. Sebut saja Bilal bin Rabbah
yang terompahnya sudah terdengar sampai di surga. Hamzah bin Abdul Muthalib
yang syahid di medan Uhud. Ja’far bin Abi Thalib yang beterbangan seperti
burung di surga karena tangannya buntung ketika perang Mu’tah. Dan Ummu Sulaim
yang mondar mandir di surga (hal 181). Sebuah pertanyaan cerdas yang
penulis lontarkan dan sangat layak untuk kita renungkan, “Jika mereka telah
diganjar surga oleh Allah, bagaimana dengan kita?”
2. Miliki Grand Desain Hidupmu.
Kegagalan yang kita dapati adalah
buah dari gagalnya kita merencanakan. Kita cenderung berjalan tanpa arah dan
tujuan yang jelas. Akhirnya, langkah kita tak pasti dan cenderung loyo ketika
ada ujian yang melanda, diri yang mudah limbung, tak tentu arah dan
berkecenderungan ‘asal mengalir’
Dalam bab ini kita disuguhi sebuah
cara agar kita bisa memiliki Grand Desain. Dengan panduan yang mudah diikuti,
kita diajak untuk menentukan akan menjadi seperti apakah kita, terutama dalam
masa 5 tahun ke depan. (hal 200-203)
3. Action Plan.
Dalam bab ini, kita akan disajikan 3
hal penting dalam melakukan aksi terhadap rencana kita. Planning, Perincian dan
Prioritas. Di bagian akhir, lagi-lagi kita disuguhkan dengan lembaran-lembaran
praktikum tentang rencana-rencana kita. Lengkap dengan panduan dan waktu
perkiraan terlaksananya rencana yang telah kita pancangkan (hal 221-226). Di
sini, kita dipaksa untuk berpikir dan belajar membuat peta kehidupan. Agar
hidup kita terarah dan tidak asal melangkah.
4. Desain caranya.
Rencana aksi, hanyalah sebuah garis
besar tentang mimpi yang ingin kita gapai. Setelahnya, kita harus menuliskan
langkah-langkah detail untuk mengeksekusi sekian banyak rencana tersebut. Sebut
saja jika cita-cita kita adalah menjadi penulis. Maka kita harus menargetkan
jenis-jenis tulisan yang akan digubah. Di sini, kita akan disuguhkan tentang
cara membaca efektif sehingga tidak mudah lupa (hal 234-235), Tiga faktor
Penyebab Lupa (hal 235-236), Dua Belas Cara Menulis Dengan Manis (hal 236-242)
dan Empat Pemilik Dunia.
5. Jaga Stamina dengan Senyum
Merekah.
Orang-orang sukses selalu tersenyum
optimis dan mengharapkan dilimpahkannya kebaikan bagi seluruh manusia (Hal
251).
Senyum yang ikhlas, akan bermuara
pada kebahagiaan sejati, “Saudaraku, agar hidup lebih terarah, potensi diri
menjadi permata berharga, masa depan menjadi lebih cerah, dan hidup menjadi
lebih bergairah, mari bergembiralah!”(Hal 253)
Bab ini ditutup dengan 5 cara Praktis
menghadirkan senyum Merekah penggugah Ruhiyah (hal 255). Di sini, pembaca perlu
berhati-hati. Karena setelah selesai, pembaca bisa mengidap penyakit suka
‘tersenyum sendiri.’ ^_^
6. Eksekusi Diri.
Rencana yang baik, detail aksi yang
lengkap, akan sia-sia jika kita tak kunjung melangkah. Semuanya harus segera
kita eksekusi agar tidak menyesal karena terlambat. Seperti halnya fir’aun yang
terlambat mengakui keesaan Allah, seperti itu pulalah kegagalan yang akan kita
terima manakala kita sering menunda eksekusi atas semua rencana kita.
Ada 6 penghambat eksekusi: tujuan
hidup yang tidak jelas, antusias yang rendah, sikap mental negatif, kurang
percaya diri, terlalu berhati-hati dan berharap tanpa memenuhi syarat (hal
262-263).
7. Fokus Sampai Lulus.
Orang yang tidak memfokuskan potensi
untuk berprestasi akan kehilangan banyak kesempatan, memubadzirkan energi,
merugikan masa depan, menzhalimi diri, dan merusak kehidupannya. Fokuskan pada
akhirat maka dunia pun akan didapat. Tetap perbarui niat dan jaga semangat (hal
283). Fokus diibaratkan penulis dengan sinar laser. Meski kecil, ia bisa
menghancurkan aneka benda yang ditabraknya. Sementara ketidakfokusan
diibaratkan seperti matahari, meski tenaganya besar, daya hancurnya kurang
karena ketidakfokusannya pada sebuah objek.
8. Optimis Sampai Finish.
Optimis adalah bagian dari kemenangan
dan kesuksesan. Optimis adalah nafas panjang untuk mengarungi pendakian yang
tak berujung. Pendakian menuju keabadian. Optimis adalah oksigen para pendaki
tersebut. Sebab, semakin mendaki semakin sedikit teman, semakin sulit
tantangan, semakin menjerit lolongan, semakin sempit kesempatan, dan semakin
rumit persoalan, namun juga semakin bersuit-suit pujian yang melenakan di
samping sudah semakin dekat dengan puncak kemenangan yang dirindukan (Hal 289).
9. Tak ada pilihan ketiga.
Bab ini menyajikan langkah pamungkas
yang mesti kita lakukan agar kematian yang kita temui adalah kematian terindah,
syahid. Penulis mengutip perkataan Sayyid Quthb dalam menafsirkan Surat Al
Jatsiyah ayat 18 , “Pilihan itu hanya ada dua, Syari’at Allah atau mengikuti
keinginan orang-orang jahil.Tidak ada pilihan ketiga,
jalan tengah antara syariat yang lurus dan keinginan hawa nafsu yang berubah. Seseorang
yang meninggalkan syari’at Allah berarti telah berhukum kepada keinginan
nafsunya. Segala sesuatu selain syariat Allah adalah keinginan hawa nafsu yang
disukai oleh orang yang jahil (hal 304-305).
Buku yang dikemas dengan rasa
training ini membuat kita betah untuk melahap bab demi babnya. Sehingga kita
akan terbawa arus dan tidak sadar ternyata kita hampir selesai membaca. Di
samping itu, Bahasa yang mudah dicerna, bersajak, juga merupakan
kelebihan yang tak terbantahkan dari buku ini. Belum lagi desain cover yang
dominan warna hitam, disertai hiasan kuning, merah dan putih adalah sebuah
kombinasi manis yang membuat pembaca ‘jatuh cinta’ pada
pandangan pertama. Oh ya, yang tak kalah serunya, buku ini dikemas tanpa
daftar isi. Sehingga Anda yang haus ilmu, akan penasaran untuk membuka tiap
detailnya.
Akhirnya, saya ucapkan jazakumullah
ahsanal jaza’ kepada Pak Sholikhin yang bercita-cita menjadi Trainer Sejuta
Umat dan keluarga besar Pro-U Media seluruhnya. Semoga Allah mengistiqamahkan
kita di jalan ini. Jalan yang awalnya hidayah, perekatnya ukhuwah dan semoga
saja akhirnya adalah surga yang abadi. Amiin.
Kepada sahabat sekalian saya
sampaikan, “Hati-hati membaca buku ini! Karena Dosis (motivasinya) tinggi.
Sehingga sahabat, bisa jadi akan mengalami over dosis motivasi. Dan, sahabat
tidak akan bisa tidur karena mengingat diri yang makin berkurang jatah umurnya,
sementara prestasi tak kunjung jua membanggakan.”
Selamat membaca. Semoga berkenan
Tuesday, December 16, 2014
RUmah Kontena alternatif kepada Rumah Mampu Milik
14 Dis
2014 - RUMAH kontena dilihat boleh menjadi alternatif kepada pemilikan rumah
lebih murah, praktikal dan efisien. Pada usia 25 tahun, Muhamad Azree Abdul
Rahim boleh berbangga dengan diri sendiri kerana mempunyai tanah dan rumah
sendiri. Terletak di Kampung Sijangkang, Hulu Langat, Selangor, rumah itu
mempunyai ruang tamu yang bercantum dengan bilik tidur, dapur serta tandas yang
dilengkapi dengan pancuran mandian.
Uniknya, rumah Muhamad Azree bukanlah dibina daripada batu-bata atau papan, sebaliknya jejaka yang berasal dari Kluang, Johor itu berfikir di luar kotak dengan memilih kontena sebagai kediamannya.
Uniknya, rumah Muhamad Azree bukanlah dibina daripada batu-bata atau papan, sebaliknya jejaka yang berasal dari Kluang, Johor itu berfikir di luar kotak dengan memilih kontena sebagai kediamannya.
“Sebelum ini, saya
menyewa sebuah bilik di sebuah rumah teres di Seksyen 35, Shah Alam dengan
kadar sewa sebanyak RM300 sebulan. Bagaimanapun,
selepas enam bulan menduduki rumah tersebut, saya rasa tidak berbaloi.
“Berdasarkan pengiraan yang dibuat, saya terpaksa membelanjakan RM18,000
untuk sewa bilik itu selama lima tahun. Ia dilihat tidak mendatangkan apa-apa
keuntungan kepada saya.
“Dari situ, saya terfikir untuk mencari jalan alternatif bagi menyelesaikan
permasalahan tersebut dan menyedari ia mampu direalisasikan menerusi rumah
daripada kontena,” katanya yang berkhidmat sebagai jurutera perisian di sebuah
syarikat farmasi di Shah Alam.
Bagi menjayakan impiannya untuk memiliki rumah sendiri, Azree membuat
pinjaman peribadi sebanyak RM50,000 dengan tempoh bayaran balik kepada bank
dalam masa lima tahun.
Melalui peruntukan itu, dia memulakan projek berkenaan sekitar November
lalu dengan membeli sebidang tanah lot berkeluasan 2,400 meter persegi di
Kampung Sijangkang pada harga RM35,900.
Anak kelima daripada enam adik-beradik itu kemudiannya membeli sebuah
kontena kargo bersaiz 14.8 meter persegi.
Tambah pemegang Diploma Teknologi Maklumat Universiti Infrastruktur Kuala
Lumpur itu, dia turut membelanjakan kira-kira RM5,000 untuk kerja-kerja
pengubahsuaian antaranya mengecat, pemasangan panel pintu dan tingkap,
pemasangan paip serta pendawaian elektrik.
Biarpun belum 100 peratus siap, Azree berpendapat projek rumah kontena itu
bukan sekadar perniagaan, malah satu pergerakan untuk orang ramai khususnya
golongan muda memiliki rumah sendiri dan keluar daripada belenggu hutang.
Komen :
Dalam suasana kenaikan harga barang yang tidak terkawal, harga rumah yang sama mahal sebagaimana di UK dan US, maka ini satu idea yang boleh diterima pakai. Cuma kenalah cari tanah dulu.
Wednesday, December 10, 2014
Cakap benarlah mengenai ekonomi
Kadir Jasin: Cakap benar mengenai
ekonomi
KADIR JASIN
7 Disember 2014
DALAM siri isu
kepemimpinan kali ini, marilah kita berbincang sedikit mengenai ekonomi semasa.
Tajuk ini mungkin berat tetapi sangat afdal kepada kelangsungan (survival)
negara kita.
Saya tidak menyalahkan pemerintah dan media massa kawalannya kerana menghebahkan berita
baik dan menguar-uarkan prestasi ekonomi yang dikatakan baik sehingga mendapat
pujian pemimpin dunia.
Saya akui bahawa angka kasar menunjukkan ekonomi kita sihat. Pertumbuhannya
jika diukur daripada keluaran dalam negara kasar (KDNK/GDP) adalah memuaskan.
Tetapi angka kasar boleh memesongkan. Misalnya, banyak rumah, kedai dan ruang
pejabat didirikan. Pembinaan rumah, kedai dan pejabat yang banyak itu
menyumbang kepada pertumbuhan KDNK.
Tauke simen, pasir dan keluli buat duit. Perunding dalam dan luar negara buat
duit. Pekerja binaan Indonesia ,
Bangladesh , India dan Myanmar buat duit. Penjaja nasi
lemak Melayu di bahu jalan pun buat duit.
Tetapi kita juga tahu dan lihat banyak rumah, kedai dan pejabat tidak dijual
atau disewakan, tidak didiami dan digunakan. Ada yang ditenggelami lalang, ditumbuhi pokok
jejawi atau roboh terus. Iklan untuk dijual dan disewa menyakitkan mata.
Inilah yang ahli ekonomi sebut sebagai pertumbuhan yang tidak berkualiti atau
penyalahuntukan sumber (misallocation of resources). Bila rumah, kedai dan
ruang pejabat tidak digunakan maka tidak berlakulah penokokan nilai (value
added) dan kesan serapan (trickle down effect).
Kalau rumah dijual dan didiami, kedai disewa dan perniagaan dijalankan, pejabat
dibuka dan kakitangan diambil barulah berlaku penokokan nilai dan kesan
serapan.
Tidak salah Menteri Kewangan Kedua, Ahmad Husni Hazadlah, menyatakan keyakinan
yang matlamat mengurangkan defisit belanjawan 2014 kepada 3.5% KDNK masih boleh
dicapai walaupun harga minyak jatuh teruk. Begitu jugalah kenyataan Ketua
Pegawai Eksekutif CIMB, Tengku Zafrul Aziz bahawa asas ekonomi (economic
fundamentals) negara terus kukuh dan Pengarah Eksekutif Institut Kajian Ekonomi
Malaysia (MIER), Dr Zakariah Abdul Rashid melihat prospeks ekonomi sebagai bercampur
(mixed).
Malangnya, bukan harga minyak mentah saja jatuh. Harga minyak kelapa sawit dan
getah sudah lama merudum. Permintaan ke atas komponen elektronik masih kukuh.
Tetapi dengan ekonomi dunia diramalkan beku tahun hadapan, permintaan mungkin
tidak kekal.
Petronas telah pun mengurangkan perbelanjaan modal (capex) dan memberi amaran
mungkin tidak boleh membayar dividen yang tinggi kepada kerajaan. Tetapi kalau
dipaksa, Petronas akan tambah dividen dan kurangkan lagi capex.
Kredibiliti Maklumat Rasmi
Soalnya, bolehkah kita percaya kepada dakwaan bahawa fundamental ekonomi kita
kukuh apabila bukan saja harga komoditi utama kita jatuh malah kadar tukaran
mata wang kita pun jatuh juga?
Sangat mengelirukan apabila Gabenor Bank Negara, Zeti Aktar Aziz, berkata bagus
apabila nilai ringgit naik dan bagus juga apabila ia jatuh.
Harga saham dan jumlah dagangan di Bursa Malaysia
semakin menurun. Prestasi syarikat-syarikat yang disenaraikan dengannya lebih
banyak yang negatif daripada positif. Boleh kata majoriti melaporkan penurunan
keuntungan.
Pada 1 Disember, kadar tukaran ringgit jatuh paling banyak dalam sehari sejak
Krisis Kewangan Asia 1997-98 kepada RM3.4320 bagi satu dolar Amerika.
Pada 3 Disember, akhbar The Star (milik MCA dan mewakili sentimen masyarakat
perniagaan Cina) menyiarkan analisis pendapatan suku ketiga tahun ini
(Julai-September) bagi syarikat-syarikat Bursa Malaysia .
Ia mendapati hanya dua daripada lima sektor
utama ekonomi meningkat. Automotif naik 18.2% dan perbankan 1.6%, tetapi perkhidmatan
jatuh 58.5%, komoditi jatuh 37.7% dan minyak&Gas jatuh 29.3%. Perkhidmatan
menyumbang lebih daripada 50% kepada kegiatan ekonomi negara.
Pada 4 Disember, akhbar yang sama menyiarkan analisis prestasi mata wang
ringgit. Ia mendapati ringgit jatuh berbanding kebanyakan mata wang rakan
perdagangan utama kita.
Ringgit jatuh 5.61% berbanding dolar Amerika, 5.58% berbanding dolar Hong Kong,
3.93% berbanding Baht, 2.93% berbanding Rupee, 2.44% berbanding dolar Taiwan
dan 0.95% berbanding dolar Singapura. Duit kita naik berbanding Yen (9.40%),
Euro (5.91%), dolar Australia (4.32%), pound Inggeris (2.31%) dan Rupiah
(0.73%).
The Star juga meramalkan yang kelembapan eksport mungkin mengakibatkan Malaysia
mengalami defisit kembar (twin deficit), iaitu defisit akaun semasa dan defisit
perdagangan. Ia memetik ketua ahli ekonomi AllianceDBS (bank), Manokaran
Mottain.
Lebih Baik Terus Terang
Banyak lagi fakta dan ramalan ekonomi yang menjurus ke arah keadaan yang sukar
dan mencabar bagi ekonomi negara tahun ini dan tahun hadapan. Ekonomi Eropah
diramalkan menguncup tahun hadapan. Ekonomi Australia sudah mula menurun. Hatta
ekonomi China yang perkasa itu pun sudah mula dingin.
Jadi, bukankah lebih elok bagi kerajaan mengakui realiti semasa dan berterus
terang kepada rakyat jelata. Lebih baik membuatkan mereka kurang gembira dengan
menyatakan kebenaran daripada membuatkan mereka marah apabila malapetaka
ekonomi melanda mereka.
Sama ada ekonomi kita akan mengalami krisis
atau tidak tahun hadapan, satu hal. Itulah yang sedang diramalkan oleh
pembangkang pusat.
Yang utama sekarang adalah berkongsi maklumat secara rasional dan terbuka
dengan rakyat jelata. Bukan berdolak-dalik dengan mereka apatah lagi
memesongkan mereka dengan berita-berita baik yang sengaja diada-adakan.
Rakyat tidak “bangang”. Mereka tahu “practical economy.” Mereka sudah rasa
kenaikan harga akibat pemansuhan subsidi. Mereka tahu harga petrol turun, tapi
harga diesel naik. Mereka rasa pelik. GST belum dilaksanakan, tetapi sudah ada
barang yang naik harga kononnya kerana cukai baru itu.
Mereka tahu harga getah dan kelapa sawit
merudum kerana mereka yang mengeluarkannya. Mereka tahu ringgit Malaysia tidak
bernilai seperti dulu lagi kerana hari-hari mereka beli-belah sendiri. Jangan
tunggu mereka marah. Terus teranglah dengan mereka. Jangan sekali-kali anggap
mereka bangang, bodoh, dungu, tongong dan bahlul.
* Ini adalah pendapat peribadi penulis yang dipetik dari blog beliau
sendiri dan tidak semestinya mewakili pandangan Sinar Harian Online.
Saturday, November 29, 2014
Ketika mereka bermewah-mewah
SITI
ZURAIDAH ISMAIL
28 November 2014
"DAN jika Kami hendak membinasakan sesebuah negeri,
maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar
mentaati ALLAH), tetapi apabila mereka melakukan derhaka dalam (negeri) itu,
maka berlakulah perkataan (hukuman Kami) terhadap mereka, kemudian Kami
hancur-leburkan (negeri itu)." (Surah Al-Isra’:
16)
Ulama mentafsirkan ayat di atas dengan pelbagai tafsiran. Pertama, yang
dimaksudkan dengan perintah ALLAH SWT kepada orang yang hidup mewah dalam ayat
ini adalah ketentuan atau takdir ALLAH kepada mereka. ALLAH memudahkan mereka
untuk menjalani apa yang ditakdirkan. ALLAH memudahkan mereka melakukan
kemungkaran yang diinginkan sehingga berhak mendapat azab daripada ALLAH.
Kedua, dimaksudkan dengan perintah ALLAH dalam ayat ini adalah ALLAH
memerintahkan orang yang hidup mewah di negeri itu untuk melakukan ketaatan,
tetapi mereka tetap melakukan kefasiqan dan kemungkaran sehingga negeri itu
mendapat murka dan azab daripada-Nya.
Azab
kehancuran
Ulama menjelaskan keadaan ini mungkin dijawab dengan dua jawapan. Pertama, ini
kerana masyarakat bawahan atau kelompok masyarakat lain menjadi pengikut kepada
golongan elit tersebut. Firman ALLAH bermaksud: "Dan mereka berkata:
"Ya Tuhan Kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin dan pembesar
kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)." (Surah
Al-Ahzab: 67)
Firman-Nya lagi: "Dan mereka semua (di padang mahsyar) berkumpul untuk menghadap
ALLAH, lalu orang yang lemah berkata kepada orang yang sombong: "Sesungguhnya
kami dahulu pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan kami daripada azab
ALLAH (walaupun) sedikit sahaja?" Mereka menjawab: "Sekiranya
ALLAH memberi petunjuk kepada kami, nescaya kami dapat memberi petunjuk
kepadamu. Sama sahaja bagi
kita, sama ada kita mengeluh atau bersabar. Kita tidak mempunyai tempat untuk
melarikan diri." (Surah Ibrahim: 21)
Kedua, jika sebahagian dalam sesebuah masyarakat melakukan kemungkaran,
sedangkan yang lainnya melarang dan mencegahnya maka azab ALLAH akan menimpa mereka
seluruhnya, sesuai dengan firman ALLAH: "Dan peliharalah dirimu
daripada seksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim sahaja di
antara kamu. Ketahuilah ALLAH sangat kuat seksaan-Nya." (Surah
Al-Anfal: 25)
Bermewah
dengan kurniaan-Nya
Bermewah dalam bahasa Arab disebut dengan al-taraf bererti melampaui batas
dalam menggunakan nikmat kurniaan ALLAH. Atau dalam kata lain, nikmat ALLAH
yang digunakan secara berlebihan dan melampaui batas dan diikuti dengan
keangkuhan dan perbuatan zalim. Mereka yang hidupnya begini selalu ingin lebih
daripada yang lain dalam segala hal dan selalu berusaha untuk berada di atas
dalam hal bersifat duniawi.
Ketika al-taraf ini disebut dalam al-Quran, ia selalu menunjukkan ini adalah
sikap yang tercela dan selalunya kelompok inilah yang sering menyebabkan
kehancuran sesuatu kaum atau bangsa.
ALLAH berfirman lagi: "Dan setiap kali Kami mengutus seorang pemberi
peringatan kepada suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu)
berkata: "Kami benar-benar mengingkari apa yang kamu sampaikan sebagai
utusan." (Surah Saba’: 34)
Rasulullah SAW selalu mengingatkan umatnya agar jangan sampai kepada gaya hidup
seperti ini.
Risaunya
Baginda SAW
Daripada ‘Amru bin ‘Auf al-Anshari RA, Rasulullah SAW mengutus Abu Ubaidah bin
Jarrah ke Bahrin untuk mengambil harta rampasan perang. Rasulullah SAW membuat
perjanjian damai dengan penduduk Bahrin, Baginda SAW mengangkat Al-Ala’ bin
Al-Hadhrami sebagai pemimpin mereka. Lalu Abu Ubaidah datang dengan membawa
harta dari Bahrin. Kaum Ansar mendengar berita kedatangan Abu Ubaidah dengan
harta berkenaan.
Mereka menunaikan solat Subuh bersama Rasulullah SAW. Usai solat, Baginda SAW
mahu melangkah pergi namun mereka menghalang Baginda SAW. Maka, Rasulullah SAW
tersenyum saat melihat mereka.
ALLAH juga mengingatkan hamba-Nya perkara yang sama dengan berfirman: "Dan
sekiranya ALLAH melapangkan rezeki kepada hamba-Nya, nescaya mereka akan
melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan ukuran yang Dia kehendaki. Sesungguhnya,
Dia Maha Teliti terhadap (keadaan) hamba-Nya, lagi Maha Melihat." (Surah
Al-Syura: 27)
Melihat keadaan masyarakat dan bagaimana gaya hidup kita, bolehlah mengambil
iktibar daripada inti pati ayat dari Surah Al-Isra’ ini. Sebaiknya kita tidak
tergolong dalam golongan mereka yang menerima azab ALLAH atas muka bumi. Doa
kita bukan hanya dihindarkan azab dunia tetapi juga azab di akhirat kelak. Insya-ALLAH.
Umno:Gen X,Y, "Zzzz"
ABDUL JALIL
ALI
Sinar Harian 27 November 2014
MELIHAT dari luar lingkungan – dan bukan orang parti – saya tidak teruja
lagi kepada cakap-cakap mengenai usaha meremajakan Umno. Tidak juga saya berasa
pelik apabila mendengar seruan berdegar-degar untuk transformasi parti.
Semua orang tahu ini benda lama yang diulang ungkit setiap kali perhimpunan
agung parti terbesar orang Melayu itu. Oleh sebab sudah kerap sangat disebut –
dengan nada dan istilah-istilah berbeza – orang sudah tidak prihatin lagi.
Lebih-lebih lagi apabila yang diulang-ungkit itu tidak disusuli dengan
kesungguhan tindakan. Seperti biasa semua bersemangat ketika berucap, tetapi
selepas tamat perhimpunan tidak ada apa-apa perubahan. Status quo, atau orang Tanjung kata: “Pi
mai, pi mai dok tang tu!”
Kalau betul ada kesungguhan, sebenarnya tidak sukar sangat untuk meremajakan
parti yang sejak sekian lama menjadi tunjang utama BN. Tidak susah mana untuk
transformasi parti yang mempunyai paling ramai keanggotaan dan selalu
diuar-uarkan sebagai parti paling hebat, paling unggul.
Secara teori, seperti yang telah diakui oleh pemimpin parti, ambil sahaja
anak-anak muda yang beridea, berinovasi dan profesional menyertai parti, dan
beri kedudukan yang membolehkan mereka menyuarakan pandangan bernas.
Tetapi, praktikal tidak semudah teori, lebih-lebih lagi apabila dalam kalangan
pemimpin sendiri – baik di peringkat cawangan, bahagian dan induk – tidak
menyokong dan sengaja menghalang teori tersebut.
Contoh: Ada anak muda, berijazah, profesional dan beriltizam memohon di
peringkat cawangan untuk menjadi ahli parti. Lama menghantar borang permohonan,
tetapi tidak ada jawapan, macamlah susah sangat memproses permohonan di era
‘semuanya di hujung jari’ ini.
Konon ada kesilapan teknikal, pada hal fakta sebenarnya ialah pemimpin sengaja
tidak meluluskan permohonan, kerana bimbang kedudukan kepimpinannya akan
terjejas sekiranya ada ahli lebih baik dan dilihat – sebenarnya ditakuti! –
lebih berwibawa.
Di peringkat bahagian pun ramai pemimpin berjiwa kecil dan takut pada
bayang-bayang sendiri apabila ada calon mencabar dalam pemilihan. Usaha
dilakukan secara sulit, biasanya menggunakan wang, untuk menyingkirkan
pencabar. Pada peringkat pusat pun sama juga.
Sebab itu politik wang terus berleluasa sampai sekarang.
Perihal mencantas anggota dan calon-calon muda ini bukan lagi rahsia. Pemimpin
tertinggi parti pun sedar hal ini. Sepatah kata Naib Presiden, Datuk Seri Dr
Ahmad Zahid Hamidi: “Pemimpin parti perlu sedar bahawa jawatan yang dipegang
itu bukanlah milik keturunan mereka untuk selamanya.”
Tambah beliau, “kalau sudah ada tanda bahawa kita tidak lagi dikehendaki, maka
cara terbaik ialah mengundurkan diri sebelum kita diundurkan.” Tetapi berapa
ramai pemimpin berjiwa besar yang sedia berundur untuk memberi laluan kepada
muka baharu?
Ada pemimpin – semua peringkat – yang sudah jelas tidak dikehendaki, wajah
berserabut penuh masalah, fikiran tidak sehebat mana, sering membuat kenyataan
entah apa-apa, tetapi masih tidak bersedia berundur. Malah selalu mendabik
dada, seolah-olah berkata “akulah yang paling layak!” Pemimpin tidak malu
seperti inilah yang mengikis keyakinan golongan muda menyertai parti.
Presiden Datuk Seri Najib Razak dalam usaha mentransformasikan parti telah
berkali-kali menyeru supaya ruang dibuka seluas-luasnya untuk memberi laluan
kepada generasi X dan Y. Malangnya masih ramai pemimpin terus meletakkan diri
mereka dalam generasi ‘Zzzz’ @ tidur.
Perhimpunan parti kali ini sepatutnya berani secara terbuka mengenal pasti dan
menyebut kewujudan generasi ‘Zzzz’. Mereka perlu ikhlas mencadangkan supaya
generasi ini diundurkan dari parti.
Keberanian dan cadangan seperti ini tentulah dinantikan dan dialu-alukan oleh
semua orang yang selama ini – setiap kali perhimpunan parti – melihat dan
mendengar ucapan dan perbahasan yang sebahagiannya hanya membodek pemimpin,
sambil berpantun seloka dan berlawak bodoh untuk menarik perhatian perwakilan.
Hubaya-hubaya membodek dan riuh-rendah dengan lawak jenaka patut dihentikan
segera. Dalam keadaan BN yang pada PRU lalu kehilangan undi majoriti dua
pertiga, setiap pembahas perlu bercakap penuh berisi lagi beriltizam.
Untuk meyakinkan orang Melayu, khasnya golongan muda, perwakilan perlu menoleh
ke belakang dan mengakui kesilapan yang telah dilakukan sebelum ini. Betulkan
apa yang tersilap.
Untuk kali ini semua kena serius, dan insaflah Perhimpunan Agung Umno bukan
pentas ‘Maharaja Lawak’
Friday, November 28, 2014
Mana Lebih Bernilai ?
Wang seratus ribu dan wang receh seribu rupiah adalah wang yang di lahirkan di negara yang sama, di edarkan oleh bank yang sama dan memiliki kegunaan yang sama pula yaitu sebagai alat untuk membeli barang atau segala hal yang di jual.
Setelah uang seratus ribu dan wang seribu rupiah di edarkan dari bank indonesia ,
mereka berdua terpisah dalam tempo waktu yang cukup lama. Namun setelah empat
bulan lamanya tanpa di sengaja mereka bertemu kembali di dalam sebuah
dompet milik seorang pemuda. Perpisahan antara uang seratus ribu dan uang
seribu rupiah yang sudah cukup lama, akhirnya sebuah percakapan di antara
merekapun terjadi.
Wang Seratus Ribu : Setelah sekian lama terpisah, ko
penampilan kamu sekarang jadi kucel, bau amis, kotor dan lusuk banget sih bu
???
Wang Seribu : Dulu waktu kita keluar bareng dari bank
indonesia, aku langsung berada di tangan-tangan orang bawahan seperti tukang
becak, pengemis, tukan ikan, tukang sayur dan orang-orang menengah kebawah
lainnya tus.
“Lalu wang
seribu rupiah bertanya balik kepada uang seratus ribu”
Wang
seribu : Terus kenapa kamu terlihat begitu rapih, wangi dan nampak masih segar
seperti baru keluar dari bank indonesia
tus ?
Wang
Seratus Ribu : Saya seperti ini sekarang karena dulu waktu keluar dari bank indonesia , saya
langsung berada di tangan-tangan orang menengah keatas seperti para pejabat,
pengusahan, masuk ke restoran-restoran mewah, malah saya masuk ke hotel-hotel
berbintang bu.
Wang
Seribu : Pernahkah kamu masuk ke mesjid-mesjid dan ke tempat-tempat peribadahan
umat beragama lainnya tus ?
Wang
Seratus Ribu : Belum pernah sama sekali bu.
Wang
Seribu : Ketahuilah, walaupun keadaan saya yang seperti sekarang ini (Kucel, dekil,
dan Lusuk), Saya setiap hari jum’at tidak pernah tidak masuk ke dalam
mesjid-mesjid dan setiap hari minggu saya tidak pernah tidak masuk ke
gereja-gereja. Walaupun keadaan saya sering di pandang sebelah mata oleh
orang-orang, namun saya bangga menjadi diri saya yang saat ini sedemikian
adanya. Karena saya bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi para pengemis, anak
jalanan, dan bisa membantu untuk pembangunan tempat-tempat peribadahan walaupun
nilai diri saya tidak sebesar nilai diri kamu tus.
Akhirnya ketika mendengatr kata-kata uang seribu rupiah, uang seratus ribupun
menangis karena tadinya dia merasa gagah, hebat, memiliki nilai yang tinggi dan
penampilannyapun rapih, awet muda, wangi, namun tidak bisa memberikan manfaat
kepada orang-orang tidak mampu yang membutuhan.
Monday, November 24, 2014
Perhimpunan Umno Muhasabahlah
RIDHUAN TEE ABDULLAH
Sinar Harian 24 November 2014
WAHAI Umno, masa
berjalan begitu pantas, kini kamu sudah memasuki Perhimpunan Agung Umno ke-65.
Masa yang cukup lama, setelah memenangi PRU demi PRU. Menunggu kelangsungan
PRU14, itu pun jika menang.
Ingatlah pesanan Konfucius ini: Pertama, jika mahu menjadi pemimpin, jaga rumah
tangga, anak isteri dengan baik, boleh menjadi contoh, sebab orang memerhatikan
kamu. Kedua, nak pastikan rumah tangga itu menjadi baik dan terpelihara,
pastikan diri sendiri berakhlak mulia dan boleh dicontohi, sebab kebaikan rumah
tangga bermula daripada diri kita. Ketiga,
nak pastikan diri sendiri menjadi baik, pastikan hati itu bersih. Keempat, nak
pastikan hati itu bersih, asasnya adalah sifat ikhlas.
Persoalan saya, adakah orang Umno ada sifat seperti itu? Adakah orang Umno
benar-benar mengutamakan rakyat dan boleh diteladani? Adakah orang Umno
benar-benar ikhlas dalam memartabatkan agama, bangsa dan negara?
Wahai Umno, contohilah pemimpin terdahulu, sanggup berkorban jiwa raga. Mahatma
Gandhi, seorang pemimpin agung India, sentiasa menaiki kereta api kelas ketiga
untuk bertemu rakyat. Apabila ditanya, "Kenapa selaku pemimpin besar,
menaiki kereta api kelas ketiga, bukan pertama?" Gandhi menjawab:
"Aku memilih kelas ketiga, sebab tidak ada kelas empat".
Menurut Gandhi, pemimpin yang berdosa adalah pemimpin politik yang tidak
berprinsip. Mahu kaya, tetapi malas bekerja. Akhirnya, mengamalkan rasuah.
Mahukan agama, tetapi tidak mahu berkorban.
Masih adakah pemimpin seperti Gandhi hari ini? Bukan maksud saya selepas ini,
kita berpakaian compang-camping atau menjadi papa kedana. Apa yang tersirat dan
tersurat adalah, pemimpin mesti bersama rakyat dan menyelami hati nurani
rakyat. Susah senang dirasai bersama.
Wahai Umno, kita sudah tidak ada masa lagi. Bangunlah sekarang sebelum terlambat.
Sempena perhimpunan ini, saya ingin menasihatkan beberapa perkara:
Pertama, berakhlaklah dengan akhlak Islam. Pastikan diri kita boleh menjadi
teladan. Kewujudan kita amat disegani dan dihormati. Pemergian kita nanti akan
ditangisi. Ingatlah jawatan itu amanah, ada perkiraan dunia dan akhirat. Orang
pertama yang dihisab adalah pemimpin. Adakah kita benar-benar membawa orang
yang dipimpin ke jalan yang benar?
Kedua, tegurlah pemimpin, jika mereka melakukan kesilapan dan kesalahan, secara
terus-terang. Jangan bodek mereka. Itu menempah kecelakaan. Termasuk juga, jika
keluarganya perlu ditegur, tegurlah, sebab teguran itu untuk kebaikan. Rasulullah
dan empat Khalifah kita juga ditegur rakyat. Jika raja sekalipun perlu ditegur.
Tegurlah... kerana mereka juga manusia seperti kita, tidak maksum.
Ketiga, perangi rasuah habis-habisan. Jangan menikam sesama sendiri kerana kita
bersaudara. Tolak pemimpin yang mengamalkan rasuah. Rasuah hanya akan
menjahanamkan kita.
Keempat, marilah kita bersama-sama membawa negara ini menuju keredaan dan
keampunan ALLAH. Jangan undang kemurkaan ALLAH dengan berbuat dosa dan maksiat.
Akhirnya, marilah kita hayati pesanan Datuk Onn Jaafar, YDP Umno, ketika
Perhimpunan Agung Umno Pertama, 1946. Nasib Melayu hanyalah akan dapat dikekalkan
dengan kesatuan hati sesama mereka.
Meskipun sesama kita berlainan fikiran dan fahaman, taraf dan kedudukan, tetapi
hakikat tujuan dan maksud kita hanya satu, iaitu kita hendak meninggikan dan
memelihara maruah serta kesopanan bangsa kita. Kita berkehendak supaya tanah
air dan bangsa kita terselamat dan kuat, dan hanyalah boleh kuat jika kita
bersatu padu.
Marilah kita tunjukkan, hanya dengan persatuan di antara kita, akan lahir satu
bangsa yang hebat, boleh berdiri di atas tapak kaki sendiri dan mengambil
tempat kita yang sebenar, mengatasi bangsa lain. Marilah kita bersatu dan
berusaha bagi faedah bangsa kita. Marilah kita bekerjasama dan menyamakan
perusahaan kita itu bagi melayakkan diri kita menjadi satu bangsa yang besar. Bersatulah
sebagaimana belum pernah kita bersatu dahulu dan berusahalah sebagaimana belum
pernah kita berusaha. Tunjukkanlah bahawa kita ini sebenar-benarnya keturunan
datuk nenek kita yang berani menghadapi bahaya dengan bersatu hati (Mac 1946).
Ketika Perhimpunan Agung Umno ke-2 (1950), Datuk Onn secara sukarela
mengundurkan diri daripada takhta kuasa. Beliau meminta supaya dirinya tidak
dicalonkan sebagai YDP bagi sesi 1951/52. Nyata sekali Onn tidak mengejar
dunia. Kuasa bukan segala-galanya bagi beliau. Bukan seperti kita hari ini,
kalau boleh mahu mati di takhta kuasa untuk hidup mewah. Bangunlah
wahai Umno sebelum terlambat!
Thursday, November 20, 2014
SEBUTIR TELUR YANG MEMALUKAN !!!
ABDUL JALIL ALI
Sinar Harian 20 November 2014
SEKIRANYA semua berlapang dada, terus ketawa
dan tidak berbuat apa-apa, dalam masa 10 tahun lagi, kita mungkin terpinggir di
negara sendiri. Jangan terkejut jika pendatang asing menjadi tuan di tempat
kita.
Juga, sekiranya pihak berkuasa kita tidak bertindak tegas, berkhayal dan asyik
lena dalam kealpaan, orang kita sendiri akan hidup dalam ketakutan, menjadi
kuli batak, dan diperkotak-katikkan makhluk-makhluk asing. Alangkah ngerinya!
Harap-harap bayangan ngeri ini tidak terjadi. Tetapi kemungkinan untuk terjadi
tidak boleh ditolak bulat-bulat. Hakikat di
hadapan mata ialah pendatang asing telah melimpah di negara berdaulat ini.
Hendak tahu berapa bilangan pendatang asing yang kini mengasak setiap sudut
di negara kita? Menurut Datuk Richard Riot, ada 6.7 juta pendatang asing yang
kini mengisi pasaran kerja di tempat kita. Begitulah ramainya!
Satu lagi fakta yang disebut oleh Menteri Sumber Manusia ialah daripada begitu
ramai pendatang asing yang masuk ke sini, hanya 2.1 juta mempunyai permit sah. Ertinya
kira-kira 5 juta orang duduk di keliling kita, tanpa permit @ Pati.
Setiap saat kita dikelilingi – dan diawasi! – oleh berjuta-juta pendatang tanpa
izin. Secara peribadi tiba-tiba sahaja saya berasa hidup dalam bahaya. Tidakkah
anda juga berasa yang sama?
Entah di mana silapnya, pintu masuk ke negara kita selalu dibolosi Pati. Pintu
masuk rasmi dikatakan dikawal rapi dengan alat pengesan serba canggih, tetapi
Pati tetap juga bolos. Setiap hari beribu masuk secara haram. Agaknya alat
mereka lebih canggih sehingga pihak berkuasa kita gagal mengesan.
Tambahan pula selain pintu-pintu masuk rasmi seperti lapangan terbang,
pelabuhan dan pintu sempadan, ada sekian banyak pintu-pintu masuk tidak rasmi –
lorong tikus, lorong buaya, lorong babi tonyok, lorong depan, lorong belakang –
setiap detik berjaya dibolosi makhluk asing.
Ternyata dan telah terbukti, setelah masuk ke negara makmur ini, Pati dan
bukan Pati terus ligat mengambil kesempatan yang ada. Mereka ligat macam
gasing, sebab pihak berkuasa kita lembap, lambat macam siput babi. Bukti
kelembapan boleh dilihat depan mata, antaranya:
Pertama: Kes Cameron Highlands adalah contoh klasik. Setelah sekian lama
dibiarkan, baru kita disedarkan ada lebih 10,000 pendatang asing – termasuk
Pati – menguasai kawasan tersebut. Setelah keadaan menjadi begitu parah, baru
ada tindakan dilakukan oleh pihak berkuasa. Kenapa selama ini semua tidur?
Kedua: Tapak perniagaan di kawasan Chow Kit Kuala Lumpur kini dikuasai oleh
pendatang asing. Pihak berkuasa mengeluarkan permit kepada peniaga tempatan –
kebanyakannya Melayu – untuk berniaga di kawasan berkenaan.
Tetapi dari begitu banyak permit dikeluarkan, hanya satu dua yang masih
diusahakan oleh pemegang permit asal. Sebahagian besar permit disewakan atau
dijual kepada pendatang asing. Dulu kawasan tersebut milik Melayu, kini sudah
menjadi milik pendatang.
Mengapa tidak ada tindakan pihak berkuasa ke atas mereka yang
menyalahgunakan permit? Mengapa biarkan kawasan itu dikuasai pendatang asing?
Satu demi satu kawasan kita dirampas, pihak berkuasa kita terus leka!
Ketiga: Banyak kawasan setinggan dikuasai oleh pendatang asing, termasuk
Pati. Mereka aktif dan kreatif. Pantang ada tanah kosong mereka dirikan
penempatan. Penduduk tempatan kompelin, tetapi pihak berkuasa tidak ambil
berat, atau buat-buat tidak nampak.
Malah, pernah terjadi tanah sah milik persendirian dijadikan kawasan
setinggan, dan pihak berkuasa tidak berani merobohkan. Setiap kali aduan
dibuat, jawapan yang diberikan tetap sama: “Kami sedang menyiasat”. Benda sudah
jelas di hadapan mata, apa lagi hendak disiasat? Pemilik sah menderita, pendatang
asing ketawa. Di mana pihak berkuasa?
Keempat: Pendatang kulit hitam dari Afrika terlalu biadab. Mereka membuat
kacau di banyak kawasan perumahan, mabuk dan memekik waktu malam. Mereka masuk
ke pusat hiburan, membuat kacau. Pusat hiburan yang sepatutnya tutup jam 12,
terus dibuka hingga ke subuh untuk melayani Pak Hitam.
Mereka berani kencing sambil menunjukkan kemaluan tanpa segan. Aduan selalu
dibuat tentang perangai tidak senonoh Awang Hitam. Tetapi mereka tetap keras
kepala. Masa sudah tiba untuk penguat kuasa kita bertindak.
Buktikan bahawa kita juga ada telur.
Atau, apakah pihak berkuasa kita memang sudah tidak bertelur?
Rahsia Kenapa Yahudi Bijak !
Sebenarnya banyak kaedah dan cara pemakanan yang dibuat oleh bangsa Yahudi bersumberkan ajaran Islam. Contohnya mereka mengamalkan makan sebelum malam.
Islam juga mengajar kita makan ketika maghrib apabila berpuasa.
Ia contoh waktu yang tepat untuk menikmati makan malam agar perut tidak terlalu
penuh hingga menyukarkan kita melakukan ibadat atau membaca di waktu malam.
Namun kaum Yahudi ini mengetahui kebenaran Islam tetapi sayang
sekali mereka tidak menerima Keesaan Allah walaupun percaya kepada apa yang
diturunkan Allah kepada kita melalui Nabi Muhammad s.a.w. Kelak mereka akan
dimasukkan ke dalam api neraka atas balasan kekufuran mereka.
Namun ramai kalangan kita percaya kepada Allah namun gagal
mencontohi sunnah Nabi serta para sahabat hingga kita menyalahkan agama apabila
perkata tidak baik berlaku. Walhal Nabi s.a.w telah meninggalkan ajaran yang
lengkap kepada semua manusia beragama Islam untuk dijadikan panduan.
Sedangkan kita sepatutnya menyalahkan diri sendiri kerana tidak
mempelajari cara hidup yang diajar oleh Nabi serta mengikutinya sepenuh hati
dalam kehidupan seharian.
Bukankah Nabi itu junjungan mulia dan tidak bercakap atau
bergerak kecuali mengikut perintah Maha Esa ?
Silakan baca dan ambillah pengajaran yang baik di dalamnya.
Yang terbaik ialah sunnah Nabi kita s.a.w. bahan ini saya salin
dari blog http://www.bisikanhati.com/2009/01/kenapa-yahudi-bijak.html
Mengapa Yahudi Bijak?
Setelah berada 3 tahun di Israel kerana
menjalani housemanship dibeberapa hospital disana, ada beberapa perkara yang
menarik dapat saya perhatikan untuk dijadikan tesis ini, iaitu “Mengapa
Yahudi Bijak?”. Memang tidak dapat dinafikan ramai cendikiawan berbangsa
Yahudi, dari segala bidang, Engineering, musik, saintis dan yang paling hebat
ialah bidang perniagaan, dimana ia memang paling tersohor. Hampir 70%
perniagaan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian,
pemakanan, senjata, perhotelan, perfileman di Hollywood dan sebagainya.
Ketika tahun kedua, akhir bulan December
1980 dan sedang saya menghitung hari untuk pulang ke California saya terfikir
apakah sebabnya kaum Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan
kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau olah manusia sendiri? Adakah
bijak boleh dijana? Seperti kilang pengeluaran?
Maka saya pun tergerak membuat tesis untuk
Phd saya, disamping kebaikan untuk umat sejagat dan dapat hidup secara harmoni.
Untuk pengetahuan anda tesis yang saya lakukan ini mengambil masa hampir
lapan tahun, ini kerana untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Antara data-data yang saya kumpulkan ialah pemakanan,
adat resam, ugama, persiapan awal untuk melahirkan zuriat dan sebagainya dan
data data tadi saya cuba bandingkan dengan bangsa dan kaum kaum lain.
Marilah kita mulakan dengan persiapan awal
melahirkan zuriat. Di Israel, setelah mengetahui yang sang ibu sedang
mengandung, pertama kali saya perhatikan ialah, sang ibu akan sering menyanyi
dan bermain piano dan si ibu dan bapa akan membeli buku metamatik dan
menyelesaikan masalah metamatik bersama suami, saya sungguh hairan kerana teman
saya yang mengandung sering membawa buku metamatik dan bertanya kepada saya
beberapa soalan yang beliau tak dapat menyelesaikanya, oleh kerana saya memang
minat tentang metamatik, tentu saja dengan senang saya bantu beliau. Saya
bertanya kepada beliau, adakah ini untuk anak kamu? Beliau menjawab, “ia, ini
untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otak beliau,
semuga ia menjadi genius apabila dewasa kelak”
Perkara ini membuat saya tertarik untuk
mengikut perkembangan beliau
seterusnya. Berbalik kepada metamatik tadi, tanpa merasa jenoh beliau
membuat latihan metamatik sehingga beliau melahirkan anak.
Seperkara lagi yang saya perhatikan ialah pemakanan
beliau, sejak awal mengandung beliau gemar sekali memakan kacang badam
dan korma bersama susu , dan untuk tengah hari makan utama beliau ialah roti
dan ikan tanpa kepala bersama salad yang digaul dengan badam dan berbagai jenis
kekacang, menurut beliau daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan
kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merosakkan
pengembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Menurut beliau ini
adalah adat orang orang yahudi ketika mengandung dan ianya menjadi semacam
kewajipan untuk ibu-ibu yang sedang mengandung mengambil pil minyak ikan.
Ketika saya diundang untuk makan malam
bersama orang orang Yahudi, perkara pertama yang saya perhatikan ialah menu
mereka. Setiap undangan yg saya perhatikan ialah mereka gemar sekali memakan
ikan (hanya isi atau fillet) dan biasanya daging tidak akan ada bersama di
meja. Jika ada ikan, menurut mereka, campuran daging dan ikan tak elok dimakan
bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badam. Seperkara
yang pelik ialah mereka akan memakan buah buahan dahulu sebelum memakan
hidangan utama. Jangan terperanjat jika anda diundang kerumah Yahudi anda akan
dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan
kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan
kita merasa mengantuk dan lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah taboo, apabila
anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok, dan tanpa
malu mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka dan merokok diluar
rumah mereka. Menurut saintis di Universiti Israel, siasatan menunjukkan
nikotin dapat merosakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada
genes, ini bermakna keturunan perokok bakal membawa generasi yg cacat otak (
bodoh atau lembab).
Suatu penemuan yg dahsyat ditemui oleh
saintis yg mendalami bidang genes dan DNA. Para perokok harap ambil perhatian.
(Ironi nya, pemilik pengeluar rokok terbesar adalah …… tekalah sendiri..!)
Perhatian saya selanjutnya ialah melawati
tadika mereka, pemakanan anak anak tadi cukup dikawal, makanan awal ialah buah
-buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil
lever) Didalam pengamatan saya, kanak Yahudi sungguh bijak dan rata rata mereka
memahami 3 bahasa iaitu Hebrew, Arab dan Inggeris dan sedari awal lagi mereka
telah dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajipan. Menurut
mereka bermain musik dan memahami nota notanya dapat meningkatkan lagi IQ kanak
kanak dan sudah tentu bakal menjadikan budak itu bijak.
Ini menurut saintis Yahudi, gegaran
musik dapat stimulate (semacam senaman untuk otak) maka itu terdapat ramai
sekali genius musik terdiri dari kaum Yahudi. Seterusnya ke darjah 1
hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar metamatik berkonsepkan perniagaan dan
pelajaran sains amatlah diberi keutamaan. Di dalam perhatian peribadi saya,
perbandingan dengan anak anak di California, ianya jauh berbeza tentang IQ dan
boleh saya katakan 6 tahun kebelakang!!!.
Segala pelajaran akan dengan mudah di
tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi sukan juga menjadi
kewajipan bagi mereka dan sukan yg diberi keutamaan ialah memanah, menembak
dan berlari, menurut teman saya ini, memanah dan menembak dapat melatih otak
memfokus sesuatu perkara disamping mempermudahkan persiapan untuk perhidmatan negara.
Selanjutnya pemerhatian saya menuju ke
sekolah tinggi (menengah) disini murid murid ditekan dengan pelajaran mata
pelajaran sains dan mereka digalakkan mencipta produk, segala projek mereka
walaupun kadangkala kelihatannya lucu dan mengarut, tetap diteliti dengan
serius apatah lagi ianya berupa senjata, perubatan dan engineering, idea
itu akan dibawa ke institute tinggi di Politeknik dan Universiti.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah
fakulti perniagaan. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan
seriusnya mereka tentang perniagaan. Diakhir tahun diuniversiti, para penuntut
dibidang niaga dikehendaki melakukan projek dan memperaktikkanya dan anda hanya
akan lulus jika kumpulan anda(10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan
sebanyak $US1juta! Anda
terperanjat? Itulah kenyataan, dengan rangkaian seluruh dunia dan ditaja
sepenuhnya oleh syarikat milik Yahudi, maka tidak hairanlah mereka dapat
menguasai ½ perniagaan didunia! Siapakah yg mencipta design Levis yg terkini?
Ianya dicipta di Universiti Israel oleh fakulti bisnes dan fesyen.
Pernahkah anda melihat cara orang Yahudi
melakukan ibadah mereka? Salah satu caranya ialah dengan menggoyangkan
kepala mereka, menurut mereka ini dapat mengaktifkan otak mereka dan menambahkan
oksijan dikepala, banyak ugama lain di Timur Tengah, seperti Islam juga ada
menyuruh umatnya menunduk atau menggoyangkan kepala, ini guna dapat
mensimulasikan otak kita supaya bertambah aktif. Lihat orang orang Jepun,
mereka sering menunduk-nundukkan kepala dan ianya sebagai adat. Ramai orang
orang Jepun yg pandai? Adakah ianya sebagai kebetulan? Kegemaran mereka ialah
sushi (ikan mentah). Adakah ini kebetulan? Fikirkanlah!
Berpusat
di New York, Dewan perniagaan Yahudi bersedia membantu mereka yg berminat untuk
melakukan bisnes (sudah tentu untuk Yahudi sahaja) jika mereka ada idea yg
bernas, jawatan kuasa akan memberi pinjaman tanpa faedah dan pentadbir dari
jawatan kuasa tadi akan bekerjasama dengan anda untuk memastikan yg perniagaan
mereka menurut landasan yg betul. Maka itu lahirlah Starbuck, Dell comptr,
Cocacola, DKNY, Oracle, Perfileman di Hollywood, Levis, Dunkin Donut dan ada
beratus kedai ternama dibawah naungan dewan perniagaan Yahudi di New York.
Graduan
Yahudi dari fakulti perubatan New York akan
disarankan untuk mendaftar dipersatuan ini dan digalakkan memulakan klinik
mereka sendiri dengan bantuan wang tanpa faedah, barulah saya tahu
mengapa hospital di New York dan California sentiasa
kekurangan doktor pakar.
Kesimpulanya,
pada teori saya, melahirkan anak dan keturunan yg bijak boleh dilaksanakan dan
tentunya bukan semalaman, ianya memerlukan masa, beberapa jenerasi mungkin?
Persiapan awal adalah ketika sang ibu mengandung, galakkanlah siibu melakukan
latihan metamatik yg mudah tetapi konsisten disamping mendengar musik klasik.
Seterusnya ubahlah cara pemakanan, makanlah makanan yg elok dan berkhasiat yg
baik untuk otak, menghayati musik sejak kecil adalah baik sekali untuk
penumbuhan otak kanak kanak, dengan bermain piano dan violin sudah tentu dapat
melatih anak anak mencerdaskan otak mereka demikian juga sukan yg memerlukan
konsentrasi yg tinggi, seperti memanah, bola keranjang, dart dan menembak.
Merokok
menjanjikan jenerasi yg moron (goblok) dan sudah tentu genes bodoh akan
mengikut ke jenerasi siperokok. Lawatan saya ke Singapore pada tahun 2005 amat
memeranjatkan sekali, di sini perokok seperti dianak tirikan dan begitu susah
sekali untuk perokok dan anda tahu berapa harga sekotak rokok? US$ 7 !!! ini
bersamaan perbelanjaan sehari untuk makan anda!!
Saya
puji sekali sikap pemerintah Singapore
dan menkjubkan sekali!!! dan seperti Israel
ianya begitu taboo dan cara pentadbiran dan segi pembelajaran mereka hampir
serupa dengan Israel , maka
itu saya lihat banyak institusi pelajaran mereka bertaraf dunia walaupon
hakikat nya negeri Singapore
hanyalah sebuah pulau sebesar Manhattan !!
Anda
mungkin muskil, benarkah merokok dapat melahirkan jenerasi goblok, saya telah
menemui beberapa bukti menyokong teori ini. Lihat saja Indonesia, jika anda ke
Jakarta, dimana saja anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga kemusium
hidung anda akan segera terbau asak rokok! Dan harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!
dan hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak kah
universiti terdapat disana? Hasil apakah yg dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh
sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri?
Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggeris? Ditangga
berapakah kedudukan mereka di pertandingan metamatik sedunia? Adakah ini bukan akibat
merokok? Anda fikirlah sendiri.
Di
tesis saya ini, saya tidak akan menimbulkan soal ugama atau bangsa, adakah
Yahudi itu zalim sehingga diusir dari semenjak zaman Paraoh hingga ke Hitler,
bagi saya itu isu politik dan survival, yg ingin saya ketengahkan ialah, mampu
kah kita dapat melahirkan jenerasi yg bijak seperti Yahudi? Jawabanya ialah
mungkin dan tidak mustahil dan ianya memerlukan perubahan, dari segi pemakanan
dan cara mendididik anak dan saya kira hanya memerlukan 3 jenerasi sahaja. Ini
dapat saya lihat sendiri tentang cucu saya, ini setelah saya mengajar anak saya
melalui program yg telah saya nyatakan diatas tadi, pada umur 9 tahun (cucu
saya) dia dapat menulis esay sepanjang 5 mukasurat penuh. Esay nya hanyalah mengenai.
Mengapa saya gemarkan tomato!
Selamat
sejahtera dan semuga kita dapat melahirkan manusia yg bijak dan bersifat mulia
untuk kebaikan manusia sejagat tanpa mengenal batasan bangsa.
Dr. Stephen Carr Leon
Sumber : http://ustazmoden.wordpress.com/2010/03/16/rahsia-kenapa-yahudi-bijak/
Subscribe to:
Posts (Atom)



