Tuesday, January 1, 2013


Penglihatan adalah Senjata Utama Iblis

Penglihatan adalah senjata utama iblis untuk menyesatkan manusia, memegang peranan amat penting dalam mematikan hati manusia.

“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya”. (An-Nur : 30 dan 31).
Ibnu Qayyim Al-Jau-ziyyah  berkata: “Pandangan mata adalah asal dari seluruh petaka yang menimpa seorang insan. Dari pandangan mata melahirkan lintasan di hati. Lintasan di hati melahirkan pikiran, kemudian timbul syahwat. Dari syahwat lahir keinginan kuat yang akan menjadi kemantapan yang kokoh, dari sini pasti akan terjadi perbuatan di mana tidak ada seorang pun yang dapat mencegah dan menahannya. Karena itulah dinyatakan: “Bersabar menahan pandangan itu lebih mudah daripada bersabar menanggung kepedihan setelahnya.”

Seorang penyair berkata:

Setiap kejadian berawal dari pandangan 
dan api yang besar itu berasal dari percikan api yang dianggap kecil . 
Berapa banyak pandangan mata itu mencapai ke hati pemiliknya 
seperti menancapnya anak panah di antara busur dan tali busurnya 
Selama seorang hamba membolak-balikkan pandangannya menatap manusia, 
dia berdiri di atas bahaya (Pandangan adalah) 
kesenangan yang membinasakannya, 
hunjaman yang memudharatkan. 
Maka tidak ada ucapan selamat datang terhadap kesenangan yang justru mendatangkan bahaya. (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 234)

Namun bila kita bisa menggunakan mata untuk melakukan ketaatan kepada Allah maka kita akan mendapatkan balasan yang sangat besar. Sebagaimana diterangkan oleh Rasulullah tentang tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari di mana tiada naungan kecuali naungannya, di antaranya beliau menyebutkan:

“Dan seseorang yang berdzikir kepada Allah sendirian kemudian berlinang air matanya”. (HR Bukhari).

Bukan hanya dengan air mata, mata yang terjaga di saat perang di jalan Allah SWT pun mampu menjadi jaminan seseorang terhindar dari siksa neraka. Sabda Rasulullah SAW, “Tiga mata yang tidak akan melihat siksa neraka, yaitu mata yang terjaga saat perang di jalan Allah, mata yang menangis karena Allah dan mata yang terpelihara dari larangan Allah”. (HR At-Thabrani).

Dalam hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Tiga mata tidak akan melihat api neraka, yaitu mata yang tercungkil ketika perang di jalan Allah, mata yang meronda di jalan Allah dan mata yang menangis karena Allah”. (HR Hakim).

Allah memerintahkan kita untuk menjaga pandangan kita dari hal-hal yang di haramkanNya. Allah berfirman:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. 


Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. AN Nuur, 30-31)

“Sesungguhnya Allah menetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, dia akan mendapatkannya, tidak mustahil. Maka zinanya mata dengan memandang (yang haram) dan zinanya lisan dengan berbicara, sementara jiwa itu berangan-angan dan berkeinginan. Sedangkan kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Al-Bukhari)

Efek Langsung Memandang Yang Haram

- Rusaknya hati.
Pandangan seperti anak panah yang meluncur deras, kalau tidak membunuh maka dia akan melukai. Dia seperti bola api yang mengenai kayu bakar kalau tidak membakar habis semuanya dia akan membakar sebagian.

- Mengurangi kecerdasan
Imam Syafi’i pernah mengadukan kepada gurunya Waki’ tentang susahnya beliau menghafal. Gurunya memberi nasehat untuk menjauhi kemaksiatan.

- Turunnya musibah
‘amr bin Murroh berkata: “saya melihat seorang wanita yang menakjubkan lalu mataku buta, aku berharap itu akan menjadi pengampunnya

- Menghilangkan ketaatan
Hudzaifah berkata: “Barangsiapa yang membayangkan wanita di balik pakaiannya maka batallah puasanya.
- Melalaikan dari Allah

Saat pandangan  mulai menjamah yang haram maka akan menimbulkan rasa malas dalam hati untuk mendekatkan diri kepada Allah dan hari akhir.

- Boleh dilempar matanya
“kalau ada seseorang yang mengintip ke rumahmu sementara engkau tidak mengizinkannya lalu engkau lempar matanya dengan batu sehingga buta maka tiada dosa bagimu” (HR. Bukhari)

Cegahlah Pandangan Yang Buruk, Itu Lebih Baik Dari Mengobati

Rasulullah telah meminta umatnya untuk mencegah pandangannya sebagai tindakan prefentif. Diantaranya adalah:
- Memalingkan wajah dari yang haram
Fadhl bin Abbas membonceng Rasulullah SAW pada hari Arafah. Fadhl yang saat itu masih sangat muda memandang dan mengawasi para wanita di Arafah. Maka Rasulullah SAW berkali-kali menggerakkan tangannya untuk memalingkan wajah Fadhl dari memandang mereka. Namun Fadhl berkali-kali memandang ke arah mereka lagi. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Anak saudaraku, pada hari ini barang siapa mampu mengendalikan pendengaran, penglihatan, dan lisannya, niscaya ia akan diampuni Allah.” (HR. Ahmad)

- Melarang wanita mengangkat kepalanya sebelum laki-laki saat shalat berjemaah agar tidak melihat pada aurat.

- Melarang wanita saat berangkat ke masjid memakai wewangian.

- Melarang seorang istri menceritakan wanita lain secara detail kepada suaminya.

- Melarang umatnya duduk-duduk di pinggir jalan.

- Allah melarang para wanita untuk menghentak-hentakkan kakinya saat berjalan

Para Ulama Sikapi Bahaya Pandangan Mata

Muslim ibnul Walid Al-Anshari berkata:
Aku peroleh untuk hatiku satu pandangan yang menyenangkan mataku
Namun ternyata pandangan itu menjadi kesengsaraan dan bencana bagiku
Tidaklah berlalu padaku sesuatu yang lebih berbahaya daripada hawa nafsu
Maha Suci lagi Maha Tinggi Dzat yang telah menciptakan hawa nafsu
(Adhwa`ul Bayan, Al-Imam Asy-Syinqithi, 6/191)


Ibnu Mas’ud berkata: “Tidak ada suatu pandangan kecuali di dalamnya setan ingin menggoda”
Ar Robi’ bin Khutsaim menundukkan pandangannya, saat sekelompok wanita lewat beliau tundukkan kepalanya ke dadanya sehingga para wanita itu mengira beliau buta, para wanita itu memohon perlindungan kepada Allah dari kebutaan”.

Ibnu Abbas berkata: “Setan berada dalam diri seorang laki di tiga tempat: mata,hati dan kemaluannya. Sementara pada diri wanita di: mata, hati dan sifat lemahnya”

Isa bin Maryam berkata: “Penglihatan akan membangkitkan syahwat di hati dan sudah cukup itu menjadi sebuah kesalahan (dosa)”

Ma’ruuf berkata: “Jagalah pandangan kalian walau dari kambing betina”

Hasan bin Abi Sinankeluar dari rumahnya pada hari raya. Setelah pulang istrinya bertanya kepadanya: “Berapa banyak wanita cantik yang engkau lihat?” beliau menjawab: “Demi Allah, saya tidak melihat kecuali ke ibu jariku sejak keluar sampai pulang”

Sumber : http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/efek-langsung-memandang-yang-haram.htm#.UOJOe6wWnvp http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/efek-langsung-memandang-yang-haram.htm#.UOJOe6wWnvp

No comments:

Post a Comment